Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 128 S2


__ADS_3

Ntah kenapa saat mengetahui diri nya sedang hamil Angel merasa ingin lebih manja pada Alvaro, ia ingin selalu berada di samping Alvaro dimana pun dan kapan pun itu. Contohnya hari ini saat Alvaro mandi saja Angel ikut mandi bersama nya padahal ia baru selesai mandi.


Alvaro hanya bisa senyum saat melihat kelakuan istri nya, ia sudah dapat menduga jika dalam beberapa bulan ini diri nya akan sangat sibuk dan di repot kan oleh ibu hamil ini.


"Jangan pakai itu." Angel berlagak seperti juri yang sedang mengomentari penampilan Alvaro.


"Kenapa sayang." tanya Alvaro.


"Kamu terlihat lebih tua, jika memakai pakaian berwarna hijau." jawab Angel.


Alvaro membuka nya, ia mengambil pakaian lainnya.


"Jangan hitam, itu mengundang nyamuk masuk."


"Sayang rumah ku tidak akan ada nyamuk." protes Alvaro.


"Diam lah, ikutin perkataan ibu hamil, karena perkataan ibu hamil itu rata-rata benar." kata Angel.


"Apa di berniat mengerjai ku, tapi tidak mungkin walaupun aku sangat memanjakan nya dia tidak akan berani melakukan nya, dia tau bagaimana jika aku sudah marah." batin Alvaro.


"Jadi aku harus menggunakan pakaian berwarna." tanya Alvaro.


"Merah." jawab Angel.


Alvaro mengambil pakaian yang berawan merah dan langsung memakainya. Saat ingin menyemprotkan parfum di tubuh nya Angel melarang nya.


"Jangan pakai parfum, aku mual." kata Angel dengan menutup hidung dan mulut nya.


"Iya iya terserah kamu." Alvaro kembali meletakkan parfum itu.


"Ayo tidur atau akau makan kamu karena telah banyak mengatur ku." kata Alvaro.

__ADS_1


"Hehehe maaf." Angel berjalan memeluk Alvaro dengan erat.


Sementara itu di tempat lain, Sonia sudah di tangkap oleh orang suruhan Vano, ia sudah di asing kan di pulau terpencil, menghancurkan karir dan hidup nya adalah pilihan Vano dari pada membunuh nya.


Keluarga Sonia juga tidak bisa berkutik mereka hanya pasrah apa yang terjadi dengan anak mereka, itu semua juga karena kesalahan anak mereka sendiri. Mereka sangat takut jika harus bersinggungan dengan keluarga Efron.


"Aku sangat puas, karena dia aku seperti ini." ucap Vano.


Vano melirik ke arah Anggi yang tenga tidur di samping nya, sebenarnya Anggi memiliki kamar sendiri di rumah ini, tetapi Vano memaksa Anggi tidur besama nya, dengan segala ucapan manis yang berada di bibir Vano akhirnya Anggi mau tidur dengan nya.


"Aku sangat mencintai mu." Vano memeluk Anggi dengan erat.


Kembali ke pasangan utama yang sedang tidur dengan lelap, Angel mulai merasakan lapar di perut nya ia terbangun dari tidur nya karena susah tidak tahan lagi.


"Sayang bangun." Angel menggoyang kan tubuh Alvaro.


"Hmmmm." Alvaro hanya menggeliat dan kembali terlelap.


"Lapar, tadi kamu sudah makan banyak." kata Alvaro.


"Aku tidak tau aku lapar." ucap Angel.


"Hey kau, kenapa kau membuat bunda mu lapar." kata Alvaro.


"Sayang percuma saja kamu berbicara dengan nya, dia tidak akan mengerti." Angel memasang wajah masam.


"Iya iya, ayo kita ke dapur cari makan." Alvaro dan Angel turun dari ranjang berjalan menuju dapur.


Di dapur hanya ada Buah-buahan segar dan sayuran yang belum di masak, itu membuat Angel kesal karena perutnya benar-benar lapar sekali.


"Masakan aku nasi goreng." kata Angel.

__ADS_1


"Kita suruh pelayan saja ya." ucap Alvaro.


"Tidak aku tidak mau, aku ingin kamu yang memasaknya." tolak Angel.


"Baik baiklah, aku panggil Adit dulu." Alvaro bejalan mendekati kamar Adit.


"Iya sayang, aaahhhh." gumam Adit.


Keasikan mereka berdua berhenti ketika ada yang mengetuk pintu kamar mereka berdua, Awal nya Adit tidak memperdulikan nya karena merasa tanggung ia masih melanjutkan kegiatan bercocok tanam nya.


"Sayang ada yang mengetuk." Fiona berbicara dengan menahan sesuatu yang ingin keluar dari tubuh nya.


"Tanggung." kata Adit.


"Kenapa tidak di buka kan juga pintu nya." Alvaro mengambil hp nya dan menghubungi Adit.


Adit melihat HP nya berdering dan tertulis nama Alvaro di layar HP nya.


"Sial." ucap Adit dan menghentikan kegiatan bercocok tanam nya.


Fiona merasa lega karena Adit menghentikan nya, ia sudah sangat lelah dan ingin langsung tidur.


Adit. tidak mengangkat hp nya, ia memakai celana pendek nya dan langsung menuju pintu kamar nya karena ia yakin Alvaro yang mengetuk pintu kamar nya.


Alvaro menaikan satu alis nya saat melihat Kevin yang hanya memakai celana pendek dan tubuh penuh dengan keringat.


"Apa yang sedang kau lakukan." tanya Alvaro.


"Kau menganggu ku al." ucap Adit.


Alvaro yang langsung mengerti hanya bisa menahan tawa nya, ia tau betul bagaimana rasa nya berhenti di tengah jalan.

__ADS_1


"Bersihkan tubuh mu, aku menunggu mu di dapur." kata Alvaro.


__ADS_2