Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 175 S3


__ADS_3

Verrel langsung menarik selimut untuk menyelimuti tubuh mereka berdua, ia sangat terkejut ketika mendengar teriakan dari Alana.


"Alana, keluar." Ucap Verrel.


Dengan masih menutup mata nya Alana keluar dari kamar Verrel. Akifa benar-benar sangat malu karena ia sedang berada di atas tuduhan tubuh Verrel, apalagi suara dari desahan nya membuat rasa malu itu bertambah.


"Sayang, kenapa berhenti ayo lanjutkan." Ucap Verrel.


"Aku malu, dan kamu mau aku melanjutkan nya."


"Sayang tidak perlu malu, nanti aku yang akan berbicara dengan Alana." Kata Verrel.


Karena sudah tanggung akhirnya Akifa melanjutkan aktifitas nya.


Sementara itu Dylan baru masuk kembali ke dalam kamar dengan membawa pakaian untuk Lia. Dan Lia sangat senang mendapatkan pakaian karena langsung mandi.


"Mau kemana Lia." Tanya Dylan.


"Mandi, kenapa mau ikut? "


"Boleh." Dylan mulai bersemangat.


"Tidak." Lia langsung berlari masuk ke dalam kamar mandi.


"Kenapa aku berbeda dengan orang lain, jika mereka setelah menikah mereka akan merasakan yang nama nya malam pertama, akan bahagia, bermesraan tapi aku tidak, sial." Batin Dylan.


Malam hari nya Verrel berjalan menemui Alana untuk membahas hal tadi, ia takut Alana menceritakan nya pada orang lain, atau lebih parah nya melakukan nya dengan pacar nya.

__ADS_1


"Kak Verrel." Ucap Alana.


"Hey kenapa tidak memeluk ku, aku sudah mandi." Kata Verrel.


"Tidak mau, kau sudah memiliki seorang istri dan aku tadi melihat hal yang sangat menjijikkan." Ucap Alana.


"Oh iya kau jangan cerita kan pada orang lain, kenapa tadi tidak mengetuk pintu."


"Hehehe aku lupa kak kalau kakak sudah mempunyai istri, dan kenapa kakak tidak mengunci pintu jika ingin melakukan hal itu." Ucap Alana.


"Sudah tidak sempat, kau juga jangan melakukan nya dengan pacar mu, bawa dia menemui kakak dulu." kata Verrel.


"Buat apa pacar ku menemui mu, seharusnya menemui papah dan mamah ku." Tanya Alana.


"Iya aku harus tau siapa dia, kau adik ku dan aku ingin yang terbaik untuk mu." Jawab Verrel.


"Alana tadi kau melihat betapa hot nya kakak ipar mu, sebaiknya kau belajar dengan nya agar suami ku terpuaskan, hahaha....


"Kak Verrel, aku belum mau menikah, jangan membahas hal seperti itu." Teriak Alana.


"Alana jangan berteriak kau bisa membuat luka ku tidak membaik." Kata Verrel.


"Mana ada hubungannya, oh iya kak mana bekas luka operasi mu, kenapa bisa sampai seperti ini." Tanya Alana.


Verrel membuka baju kaus nya dan menunjukkan bekas luka operasi di dekat jantung nya. Alana langsung menutup mata nya saat melihat tubuh Verrel.


"Bagaimana kakak ipar tidak tergila-gila tubuh kak Verrel benar indah." Batin Alana.

__ADS_1


"Kau mau melihat bekas luka ku, tapi malah menutup mata mu bagaimana bisa kau melihat nya." Ucap Verrel.


"Hehehe iya iya." Alana mendekati Verrel dan melihat dari dekat bekas luka operasi itu.


"Kau mau masuk ke dalam Efron grup besok." Tanya Verrel.


"Kak, ini sangat mengerikan, cepat pakai kembali baju mu." Ucap Alana.


Verrel langsung memakai baju nya kembali. "Jawab pertanyaan ku Alana."


"Oh iya kak, aku besok langsung masuk ke dalam Efron grup, kenapa kau mau ikut masuk." Tanya Alana.


"Aku tidak ada niat masuk ke sana, aku ingin menciptakan perusahaan ku sendiri, membangun nya dari awal." Jawa Verrel.


"Kau terbaik kak." Ucap Alana.


Sementara itu di dalam kamar Vano dan Lia hanya saling diam padahal mereka berada di atas satu ranjang yang sama.


"Lia, kenapa Rico ingin sekali membawa mu pergi." Dylan mulai membuka percakapan.


"Ada masalah aku dengan nya, Rico adalah sepupu ku dari kecil kami selalu bersama tapi semua kedekatan kami hancur saat orang kami bertengkar dan saling menjatuhkan. Dan ada satu hal lagi kenapa aku sangat takut dengan nya." Ucap Lia.


"Apa Lia, cerita kan pada ku, aku tidak akan membiarkan mu di bawa pergi oleh nya." Kata Vano.


"Tidak Dylan, biar lah hanya aku yang tau." Ujar Lia.


"Tunggu pembalasan dendam ku Vano, nyawa di balas dengan nyawa." Ucap Seseorang.

__ADS_1


__ADS_2