
"Hahaha apa kamu tidak ingin punya anak mas," tanya Anita.
"Kata siap dia sok tau, aku malah ingin punya anak. Anak ku dan anak nya jangan di samakan," jawab Vano.
Satu paperback tidak berguna. Ia mengambil satu paperback lagi dan mulai membuka nya. Lagi dan lagi isi kotak itu di luar dugaan Vano.
"Itu apa mas," tanya Anita.
"Ini tisu magic, guna nya agar tahan lama dan semakin besar," jawab Vano.
"Kamu masih mau memakainya," tanya Anita.
"Tidak, ini juga tidak aku perlukan," jawab Vano.
Vano membaca surat dari Adit yang memberikan tisu magic itu.
"Kalau sudah tidak kuat, bisa pakai ini dan kalau kurang besar juga bisa memakai ini."
"Adit Alvaro kalian benar-benar ingin membuat ku marah," ucap Vano.
Vano membuka paperback ke tiga kalau masih tidak berguna. Vano tidak akan membuka yang lainnya lagi. Kotak ke tiga berisi obat kuat, hal ini membuat Vano kesal, ia merasa di remehkan semua orang.
"Tapi aku seperti nya harus minum ini," ucap Vano.
Vano yakin kalau meminum ini, waktu bertempur nya lebih lama, hal itu juga membuat diri nya semakin percaya diri. Vano mengambil air mineral dan mulai meminum obat kuat pemberian dari Rakha dan Vivi.
"Kakek aku yakin tanpa ini kakek sudah kuat tepi akan lebih kuat dan seru jika minum ini. Oh iya jangan lupa tutup pintu kalau tidak aku akan mengintip," surat dari Rakha.
"Anak itu benar-benar menjengkelkan dan menggemaskan" ucap Vano.
Vano menyingkirkan semuanya dari atas ranjang. Setelah itu ia naik ke atas ranjang dan menarik Anita ke dalam pelukan nya. Jantung Anita sudah mau copot karena Vano menarik diri nya ke dalam pelukan hangat itu. Ia sudah yakin malam ini makam terakhir sebagai gadis.
"Sayang, kamu tau kalau melakukan itu tidak sakit kok," kata Vano yang mulai membuka baju nya sendiri. Obat kuat itu sudah mulai bereaksi yang membuat suhu tubuh nya meningkat seketika.
"Kamu kenapa mas," tanya Anita.
"Panas sayang, seperti obat itu sudah mulai bereaksi," jawab Vano.
Suhu tubuh Anita juga mulai naik ketikan kepala nya menempel di dada bidang suaminya. Tangan nya di gerakan oleh Vano memegang setiap otot yang tercipta karena ia sering Gym.
"Mas aku jadi panas," ucap Anita.
__ADS_1
Secara perlahan Vano membalik posisi Anita ia mulai merangkak naik ke atas tubuh istri nya. Bibir nya juga sudah berani mencium bibir Anita.
Si duda tua akhirnya akan merasakan lagi nikmat nya memiliki istri. Ia akan melakukan kewajiban nya sebagai seorang suami yang baik. Begitu juga dengan Anita yang pasrah di apakan saja oleh Vano, ia sudah menerima Vano sebagai suami nya dan sudah menjadi kewajiban nya untuk melayani suami nya.
Dari pintu luar Rakha, Verrel, Dylan dan juga Alvaro sedang menguping. Mereka semua sangat perasaan malam pertama Vano. Mereka semua tersenyum kemenangan karena suara dari dalam terdengar itu berarti pintu tidak terkunci. Kalau terkunci kamar ini berubah menjadi kedap suara.
"Mas aku masih dapat bisa ya," ucap Anita.
"Hmmm aku periksa ya," kata Vano.
"Tidak mas aku malu," ucap Anita.
"Jangan malu, sama saja kan sebentar lagi aku ajan merasakan nya juga," kata Vano.
"Hahahaha Anita malu kakek sangat ganas." ucap Rakha dengan suara yang sangat pelan.
"Sttt diam nanti dengar," kata Alvaro.
Dari belakang tiba-tiba mulut mereka semua di bekap dan di tarik kuping nya pergi meninggalkan tempat itu.Yang menarik mereka semua adalah para istri. Kecuali Rakha yang di tarik mamah nya.
Para istri tidak habis pikir dengan apa yang suami mereka lakukan, benar-benar yang aneh dan sangat menjijikan.
"Iya mah," kata Rakha dan langsung masuk ke dalam kamar nya.
"Kalian sedang apa," tanya Akifa.
"Tidak cukup jatah setiap hari masih ingin menguping malam pertama orang lain," tanya Lia.
"Sudah kalian benar-benar ingin di hukum ya, kalian hukuman apa," tanya Angel.
"Tidak ada sayang," jawab mereka semua secara kompak.
"Sudah lebih baik malam ini tidur di ruang tamu, lala sampai tau masuk ke kamar atau di kamar lain hukuman nya semakin bertambah," kata Angel.
"Jangan," ucap mereka semua dengan kompak.
"Tidak ada kata penolakan." Para istri pergi meninggalkan para suami yang sangat bandel.
"Ahahh kita di hukum," ucap Dylan.
"Mau bagaimana lagi, kita harus tidur di sofa," kata Alvaro yang sudah kebal dengan hukuman seperti ini.
__ADS_1
Di dalam kamar Vano siap mengambil semua nya. Mata Anita terpejam saat benda besar dan berurat masuk ke dalam intinya. Rasa nya sangat sakit. Anita terus berteriak merasakan sakit yang luar biasa.
"Sayang diam aduh jangan menangis terlalu kencang," ucap Vano.
"Sakit sekali." Teriak Anita.
Mereka semua yang mendengar suara teriakan Anita langsung tertawa terbahak-bahak, ternyata si tua bermain sangat kasar.
"Hahaha bagaimana pun ayah masih normal," ucap Dylan.
3 jam setelah pertempuran panjang, karena obat kuat yang Vano minum membuat Vano sangat kuat. Sampai Anita hampir jatuh pingsan. Belum lagi olahraga yang rakha ajarkan benar-benar membuat durasi bercocok tamam nya semakin lama.
"Hiks hiks hiks, kamu sangat jahat aku sudah tidak kuat," kata Anita.
"Tida kuat apa menjadi istri ku.," tanya Vano.
"Tidak, aku tidak kuat melayani mu lagi kamu sangat kuat sekali," jawab Anita.
"Oh itu, besok tidak minum lagi deh. Aku pakai biasa nya saja," kata Vano.
"Hmmm iya sayang, aku sangat lelah. Besok aku tidak bisa berjalan," ucap Anita.
"Hahaha pasti bisa kok sayang, jangan begitu ah. Kamu besok bisa istirahat satu hari full."
"Itu yang aku butuh kan untuk saat ini, aku sangat lelah aku mengantuk," ucap Anita dan langsung tertidur dengan pulas.
"Hahaha kamu sangat lelah," kata Vano.
Keesokan pagi nya. Vano terkejut melihat para suami tidur di ruang tamu. Ia yakin mereka semua sedang mendapatkan hukuman dari suami mereka.
"Bangun kebakaran," teriak Vano.
"Akkakk air,"teriak mereka semua dan berlari menyelamatkan diri.
Mereka semua lupa rumah ini memiliki kemampuan tinggi, sedikit saja ada asap dan api rumah ini akan memberikan sensor air yang akan memadamkan api.
"Hahaha kalian terkena tipu," teriak Vano.
"Ahhh kau Vano awas."
Dengan cepat Vano langsung berlari masuk ke dalam kamarnya. Kalau sampai tertangkap ia akan menjadi perkedel. Mata Vano tertuju pada istri nya yang masih tidak memakai apa-apa.
__ADS_1