Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 205 S3


__ADS_3

"Sayang, kamu ingin anak laki-laki atau perempuan." Tanya Akifa.


"Perempuan, anak perempuan akan lebih dekat dengan ayah nya, dia tidak akan membuat ku cemburu." Jawab Verrel.


"Pasti anak kita laki-laki, karena aku ingin anak laki-laki."


"Kenapa kamu ingin anak laki-laki, dia akan merepotkan, dan dia akan lebih banyak dekat dengan mu."


"Tidak papa, anak laki-laki akan bertanggung jawab dan menjaga keluarga nya, terutama adik nya nanti, setelah itu anak kedua baru aku ingin anak perempuan." Ucap Akifa.


"Anak kedua, aku hanya ingin satu anak tidak dua. seperti orang tua ku mereka hanya memiliki aku."


"Kenapa sayang, banyak anak akan lebih seru."


"Aku tidak mau sayang, satu anak saja." Kata Verrel.


"Dua ya, anak laki-laki dan perempuan." Ucap Akifa.


"Kita lihat saja nanti, inti nya aku hanya ingin satu anak."


"Ya ya ya, terserah mu, kamu yang membuat nya." Ucap Akifa.


"Besok aku ingin mengajak mu mencari kado untuk Dylan."


"Apa dia ulang tahun." Tanya Akifa.


"Iya, dia ulang tahun, aku bingung mau memberikan nya apa." Jawab Verrel.


"Kita ajak Alana dan Rizky ya, jika bersama mereka pasti akan lebih seru."

__ADS_1


"Iya nanti aku yang akan mengajak nya, dia juga pasti akan mencari kado untuk Dylan." Kata Verrel.


Sementara itu Dylan dan Lia masih berada di dalam mobil, mereka berdua terdiam dan saling menatap seketika.


"Lia aku menabrak apa." Tanya Dylan.


"Aku tidak tau sayang, kamu keluar lah, jika manusia bagaimana."


"Aku takut, jika setan bagaimana, sudah jalan ini sepi dan gelap." Kata Dylan.


"Tidak papa, keluar lah, kamu harus melihat nya."


Dylan secara perlahan membuka pintu dan keluar dari dalam mobil, ia sangat bersyukur karena yang ia tabrak hanya lah kucing hutan.


"Kasihan sekali." Ucap Dylan.


Dylan memberikan kode pada Lia agar keluar dari dalam mobil, Lia yang mengerti kode itu langsung keluar dari dalam mobil.


"Iya dia sudah mati, kita harus mengubur nya." Kata Dylan.


"Kamu benar, kata mamah ku dulu jika menabrak kucing harus segera di kubur."


"Tapi bagaimana cara nya, kita tidak memiliki alat nya." Ucap Dylan.


"Lihat sayang di sana ada lubang, bisa kita kubur di sana." Kata Lia.


"Tunggu sayang, seperti nya ada yang aneh, jika dia dalam kondisi hidup menabrak mobil kita, pasti luka nya sangat parah, lihat lah dia tidak terluka parah dan kenapa kebetulan ada lubang di sana." Ucap Dylan.


"Sayang masuk ke dalam mobil ini jebakan." Kata Lia.

__ADS_1


Mereka berdua langsung masuk ke dalam mobil, menancap gas tinggi meninggal kan tempat itu.


"Sayang, aku takut." Ucap Lia.


"Tidak papa, tidak ada yang mengikuti kita. Aku yakin mereka sudah menyiapkan sesuatu di dekat lubang itu, bisa saja bom atau bahan peledak lainnya." Kata Dylan.


"Sial, jika permainan halus ku tidak bisa mencelakai nya, aku akan bermain dengan kasar Dylan." Ucap seseorang.


Sesampainya di rumah Dylan langsung membicarakan semua kejadian yang menimpa diri nya selama ini pada papah nya Vano. ia yakin ada yang mengincar nyawa nya.


"Bagaimana ini pah, aku takut akan berimbas pada istri ku." Ucap Dylan.


"Untuk beberapa hari ini jangan kemana-mana, tetap di rumah, jika ingin keluar harus dalam pengawalan yang ketat." Kata Vano.


"Baik yah, aku serahkan semua nya pada ayah." Dylan pergi untuk menemui Verrel dan Rizky.


"Sayang kamu sudah di tunggu kak Verrel dan Dylan." Ucap Alana.


"Tidak mau, mereka berdua hanya memaksa ku untuk melakukan sesuatu yang tidak aku suka." Kata Rizky.


"Sayang jangan seperti itu, nanti malam aku kasih jatah."


"Kamu serius, aku akan dapat jatah." Tanya Rizky.


"Iya sayang jatah, kamu dapat jatah." Jawab Alana.


"Baik lah." Rizky mencium wajah Alana dan pergi meninggalkan kamar.


"Dimana si bodoh itu." Ucap Verrel.

__ADS_1


"Dia baru saja menikah, tentu saja dia masih menikmati perkembangan biakan nya." Kata Dylan.


"Apa hanya dia yang beruntung di antara kita, dia menikah langsung bisa berkembang biak, sedangkan kita berdua harus menunggu sampai istri kita memiliki rasa pada kita." Ucap Verrel.


__ADS_2