
"Hahaha habis lah dia tidak mendapatkan jatah." Ucap Verrel.
"Jatah jatah jatah, kenapa itu saja yang kamu pikirkan sayang." Kata Akifa yang datang dari belakang Verrel.
"Hehehe karena itu yang membuat kami bahagia sayang."
"Verrel benar, aku sudah hampir dua minggu tidak mendapatkan jatah, rasa nya benar-benar tidak enak." Ujar Dylan.
"Lia, suami mu sudah memberikan mu kode." Kata Akifa.
"Dia masih sakit, nanti saja jika benar-benar sudah pulih." Ucap Lia.
Sementara itu Rizky masih berusaha membujuk istri nya agak tidak marah lagi pada nya, tapi seperti nya semua yang ia lakukan percuma karena Alana masih marah pada nya.
"Sayang maaf, aku tadi hanya bercanda." Ucap Rizky.
"Aku tidak dengar." Kata Alana.
"Kamu marah pada ku karena aku mengatakan aku ingin mencium Akifa. Lalu bagaimana kamu yang sudah di cium Verrel." Ucap Rizky.
"Aku dan Verrel kakak adik, itu wajar. Sedangkan kamu mengatakan hal seperti tadi itu sangat tidak wajar." Kata Alana.
"Aku bercanda sayang, maafkan aku. Aku Ka memberikan mu apapun. Jatah kamu mau jatah ayo kita lakukan aku siap kapan pun dan dimana pun." Ucap Rizky.
"Bodok." Alana berbaring membelakangi Rizky.
"Sayang, lihat lah bisa bertahan berapa lama kamu marah pada ku." Rizky berbaring di samping Alana.
__ADS_1
"Sayang, ayo lah aku ingin, bagaimana kita mah punya anak jika jarang berusaha." Rizky mendekati tengkuk leher Alana.
Pernah bibir dan lidah nya bermain di daerah situ. Alana berusaha keras tidak merespon Rizky, tapi apa boleh buat Alana wanita biasa yang memiliki hawa nafsu.
"Sayang." Alana menahan kepala Rizky.
"Katakan kamu tidak marah lagi, baru aku kaan menghentikan nya." Ucap Rizky.
"Iya aku tidak marah lagi, hentikan ini sangat geli." Ucap Alana.
Rizky langsung menghentikan aksi nya, ia kembali meletakkan kepala nya ke posisi awal. Alana bergerak mendekati Rizky dan meletakkan kepala nya di atas dada bidang Rizky sambil memeluk Rizky dengan erat.
"Tidak ada yang boleh kamu cium selain aku, tidak ada yang boleh memeluk mu seperti ini selain aku." Ucap Alana.
"Iya sayang, maafkan aku. Aku janji tidak akan berkata sembarang lagi. Mana mungkin aku bisa berpaling dari bidadari secantik kamu." Kata Rizky.
Alana mendekati wajah Rizky dan memberikan satu kecupan manis di atas bibir Rizky.
"Aku juga sangat mencintai mu, katakan jika kamu menginginkan ku."
"Sayang aku menginginkan milik mu." Ucap Alana yang membuat Rizky begitu bahagia.
"Bagaimana dengan Candra." Tanya Alvaro.
"Dylan belum benar-benar pulih, dia harus pulih terlebih dahulu baru lah dia bisa menyelesaikan masalah nya." Jawab Vano.
"Kalian sudah mendengar cerita Candra bahwa dia pernah menjadi laki-laki tidak normal." Ujar Adit.
__ADS_1
"Sudah, Verrel sudah menceritakan semua nya. pedang makan pedang apa yang di dapatkan." Kata Alvaro.
"Hahaha ya dapat pedang lah, apalagi yang dia dapat kan selain itu. Dia menginginkan pedang." Ujar Vano yang membuat mereka bertiga tertawa.
"Pedang untuk memotong pedang nya." Kata Adit.
"Dia harus mencoba donat agar tau rasa nya." Ujar Alvaro.
"Kau benar al, berikan dia donat. Di sana para penjaga nya pria. Jangan jangan..
"Hahahaha.." Mereka bertiga tertawa terbahak-bahak saat membayangkan hal yang sama.
"Sudah aku tidak sanggup." Adit memilih pergi dari ruangan itu sebelum diri nya kencing di celana karena terlalu banyak tertawa.
Adit berjalan menuju kamar Rizky dan Alana, ia ingin menanyakan masalah Candra pada Rizky, karena Candra saudara kembar Rizky.
"Mau kemana sayang." Tanya Fiona.
"Kamar anak kita, kamu dari mana? "
"Jangan." Fiona menarik tangan Adit agar menjauh dari sana.
"Ada apa sayang, kenapa dengan mu." Tanya Adit.
"Hmmm tadi aku tidak sengaja melihat mereka sedang melakukan itu." Jawab Fiona.
"Apa, kamu mengintip mereka." Tanya Adit.
__ADS_1
"Aku tidak sengaja, aku tadi mendengar suara rintihan, aku pikir Alana sedang terjadi sesuatu ternyata saat aku baru sedikit membuka pintu, mereka sedang nganu." Jawab Fiona.
"Sama saja, kamu benar-benar ya. Kalau begitu kamu harus mendapatkan hukuman." Ucap Adit.