Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 120 S2


__ADS_3

"Vano." rengek Anggi yang masih tidak terima karena ia kebobolan lagi.


"Sayang, sudah lah." Vano memeluk Anggi dengan erat.


"Aku gak mau tau, kamu cepat-cepat nikahin aku. Jika tidak aku takut hamil." kata Anggi.


"Iya sayang, nanti malam orang tua ku akan melamar mu, setelah itu kita bicarakan tanggal pernikahan kita." ucap Vano.


"Kamu janji." tanya Anggi.


"Janji sayang, sudah ayo kita tidur, masih jam berapa ini." Vano memeluk Anggi dengan erat.


"Vano aku pakai pakaian dulu." kata Anggi.


"Tidak seperti ini terasa lebih nyaman." ucap Vano.


"Vano, tangan mu." teriak Anggi.


"Tadi ada gempa, aku harus mencari pegangan." ucap Vano.


Angel dan Alvaro yang ada kelas pagi mereka sudah bangun sejak subuh tadi, Alvaro sekarang sudah tidak merahasiakan apapun hubungan nya dan Angel di kampus nya.


Sesampainya di kampus, Alvaro langsung menggandeng tangan Angel mereka berdua berjalan menuju ruangan kelas Angel.


"Belajar yang rajin, nanti aku akan menjemput mu untuk makan siang. Jika ada yang mengganggu mu cepat beri tau aku." Vano mengecup bibir Angel.


"Iya sayang." Angel mencium kedua pipi Alvaro dan langsung berlari masuk kedalam kelas nya.


Sementara itu Alvaro berjalan dengan senyuman yang cerah menuju kelas nya.


"Woy pagi-pagi kayak orang kesambet." kata Jakson.


"Biasa jak pengantin baru, bawaan nya senyam-senyum selalu." ujar Sean.


"Dua laki-laki jomblo sedang berkicau." ucap Alvaro.


"Hahaha kami memang jomblo al, tapi kalau wanita mainan mah banyak." kata Sean.

__ADS_1


"Berhenti lah bermain-main dengan seorang wanita, lakukan lah dengan istri mu sendiri, kau rasakan perbedaan nya dan kenikmatan nya." ucap Alvaro meninggal kan dua teman nya.


"Terkadang kau merasa sok benar al." kata Jakson dan ikut berjalan mendekati Alvaro.


"Hahaha dia ke sambat apa jak."


"Terserah kalian berdua." ucap Alvaro.


Siang hari telah tiba, Vano dan Anggi sudah bersiap-siap untuk pulang ke rumah. Karena itu apartemen Alvaro, Vano dapat mengenakan pakaian Alvaro karena ukuran tubuh mereka juga hampir sama.


"Sudah, kamu sudah terlihat tampan." ucap Anggi.


"Setelah aku pulang kuliah, aku langsung pulang ke rumah, dan malam nya aku akan ke rumah orang tua mu bersama mamah dan papah ku." kata Anggi.


"Aku tunggu kedatangan mu." Anggi mencium bibir Vano.


Hari cepat berlalu, Angel dan Alvaro berserta Vano sedang berjalan bersama untuk pulang ke rumah. Vano tampak sangat bahagia karena malam ini ia akan melamar Anggi, hal yang selama ini ia tunggu.


"Kau seperti orang gila van." kata Alvaro.


"Hahaha aku akan menikah al." ucap Vano.


"Aku juga ingin mempunyai istri dan anak al." kata Vano.


Sesampainya di rumah Vano langsung menuju kamar papah dan mamah nya.


"Mah pah." teriak Vano.


"Sial anak itu menganggu saja." ucap Kevin dengan kesal.


"Vano." kata Jihan dengan nafas yang tidak beraturan.


"Iya." Kevin menghentikan aksi nya dan memakai celana pendek.


Kevin berjalan mendekati pintu untuk membuka kan pintu kamar nya.


"Ada apa." tanya Kevin.

__ADS_1


Vano menarikan satu alis nya saat melihat papah nya yang hanya memakai celana pendek.


"Papah lagi buat adik untuk ku." tanya Vano.


Kevin menyentil dahi Vano. "Kau menganggu ku." ucap Kevin.


"Hehehe maaf pah, wah usia papah yang tidak muda lagi tapi tubuh papah terlihat sangat bagus."


"Hahaha olahraga van." ucap Kevin.


"Hahaha aku juga sering berolahraga tapi tidak sebagus itu. Pantas saja mamah kelepek-klepek."


"Sudah-sudah otak mu sudah arah ke mesum."


"Hahaha otak laki-laki 50 persen nya mesum pah." Vano tertawa terbahak-bahak.


"Cetak." Kevin menjitak kepala Vano.


"Sakit pah." ucap Vano dengan mengusap kepala nya.


"Dasar mesum, ada apa kau memanggil ku dan mamah mu." tanya Kevin.


"Oh iya Vano lupa, nanti malam kita datang ke rumah Anggi pah. Lamar kan dia untuk ku." jawab Vano.


"Secepat itu, kau sudah yakin pada nya." tanya Kevin.


"Jelas yakin pah, orang aku sudah main dengan nya." Vano langsung menutup mulut nya karena keceplosan.


"Apa kau sudah main dengan nya, anak kurang ngajar." Kevin menjewer kuping Vano.


"Ampun pah, aku tidak sengaja." Vano memohon ampun pada Kevin.


Kevin menarik nafas nya dengan panjang, Kesalahan yang di lakukan nya dengan Jihan dulu malah menurun pada Vano.


"Dasar kau ya, Sudah bertapa kali kau lakukan pada nya." tanya Kevin.


"Ti.. tiga kali pah." jawab Vano.

__ADS_1


"Tiga kali kau bilang tidak sengaja." ucap Kevin.


Bahkan kesalahan yang di buat Vano persis dengan nya 3 kali sebelum menikah.


__ADS_2