
"Aku sudah kenyang." Ucap Akifa.
Verrel berhenti menyuapi Akifa, ia meletakan kembali piring yang berada di tangan nya ke meja. Tak lupa Verrel memberikan segelas air mineral pada Akifa.
"Terimakasih, kamu sangat baik pada ku." Ucap Akifa.
"Ini tidak gratis, bersiap lah setelah tamu mu berakhir." Bisik Verrel.
"Itu masih lama, Mas jika kita terus berada di dalam kamar aku akan merasa bosan, kita tidak bisa melakukan apapun." Ucap Akifa.
"Kita akan nonton film, bermain game dan melakukan hal yang menyenangkan." Kata Verrel.
"Baiklah, aku ingin menonton film, kita mau nonton film apa." Tanya Akifa.
"Film porno kamu mau." Verrel tersenyum pada Akifa'
"Mas, jangan aneh aneh." Akifa memukul bahu Verrel.
"Tidak ada penolakan sayang." Verrel mengambil laptop dan menyalahkan koleksi film nya.
"Banyak sekali, kamu mengoleksi film, seperti itu? "
"Hehehe aku terlalu lama sendiri, hanya ini yang bisa menghibur ku, aku tidak suka bermain dengan wanita, mereka hanya menemani ku minum saja." Jelas Verrel.
"Jadi kamu suka bermain dengan wanita."
"Itu dulu, sekarang ada kamu buat apa aku bermain dengan wanita." Kata Verrel.
"Jadi kamu pertama kali melakukan nya bersama ku." Tanya Akifa.
"Iya Akifa, aku pertama kali melakukan nya dengan istri ku kamu, dan akan selalu melakukan nya bersama diri mu." Jawab Verrel.
Film di pun dimulai, Verrel meletakan kepala Akifa di dada bidang nya. Akifa sangat bahagia dengan perubahan sifat Verrel yang lebih baik lagi, lembut dan tidak pernah berkata kasar pagi.
"Aku mohon tetap lah seperti ini, jangan pernah berubah seperti dulu lagi." Batin Akifa.
__ADS_1
Akifa menutup wajah nya saat adegan demi adegan dewasa terjadi, ia tidak sanggup untuk melihat adegan itu.
"Kamu menutup wajah mu untuk apa, padahal kemarin kita baru melakukan nya." Ucap Verrel.
"Hehehe, aku belum terbiasa kemarin saja aku tidak melihat nya." Kata Akifa.
Mereka berdua kembali terdiam menyaksikan film itu yang semakin membuat mereka berdua terasa panas.
"Sial, aku salah memilih film, aku tidak bisa melakukan nya dan akan tersiksa jika harus melihat nya terus." Batin Verrel.
Verrel mematikan laptop nya, dan langsung memejamkan mata nya. Akifa sangat bingung dengan apa yang di lakukan Verrel padahal ia mulai menikmati film yang berlangsung.
"Kenapa mas." Tanya Akifa.
"Aku tidak kuat, ini sangat berat untuk ku." Verrel menarik tangan Akifa.
Akifa jatuh di atas tubuh Verrel, tanpa aba-aba Verrel mencium bibir Akifa dengan sangat agresif.
"Hmmmm." Akifa mendorong kepala Verrel karena hampir mati kehabisan nafas.
"Kamu ingin membunuh ku, aku tidak bisa bernafas." Jawab Akifa.
Verrel karena kembali menarik Akifa, kini ia bermain di leher dan benda milik Akifa.
"Mas, cukup geli." Teriak Akifa.
"Hahaha geli atau enak."
"Geli mas, kenapa kami membuka baju mu, bukanya aku sedang tidak bisa." Tanya Akifa.
"Oh iya, aku lupa." Verrel ingin memakai baju nya kembali.
Akifa menahan tangan Verrel, sebenarnya ia sangat senang jika Verrel tidak memakai baju, karena ia dapat menyaksikan pemandangan yang sangat indah.
"Aku tau maksud mu, kamu suka kan dengan tubuh ku." Verrel memegang tangan Akifa lalu mengarahkan ke perut sixpack nya.
__ADS_1
"Bagaimana, bukan nya terasa sempurna." Ucap Verrel.
Akifa sangat malu untuk mengakui nya, tapi tangan nya terus bergerak menyentuh setiap otot yang terbentuk.
"Hahaha, kau sangat lucu akifa." Ucap Verrel.
"Dengarkan baik-baik, tubuh ku milik mu jika ingin menyentuh nya lakukan saja, jangan takut. Seperti aku menyentuh tubuh mu, tanpa izin mu aku berani menyentuh mu." Ujar Verrel.
"Kamu mah bebas, kalau aku bisa habis jika kamu marah." Saut Akifa.
"Kenapa kau sangat takut jika aku marah." Tanya Verrel.
"Kamu kalau sudah marah seperti harimau sangat menyeramkan, aku sangat takut." Jawab Akifa.
"Apa saat aku marah aku memukul mu, aku tidak bisa mengendalikan amarah ku. Jadi ketika aku marah tanpa sadar aku memukul seseorang."
Akifa menganggukkan kepala nya karena Verrel pernah menampar diri nya.
"Apa, aku memukul mu, bagian mana." Tanya Verrel.
"Wajah, kamu pernah menampar ku." Jawab Akifa.
Verrel mendekati wajah Verrel, kemudian Verrel menghujani wajah Akifa dengan ciuman.
"Maaf, aku janji tidak akan memukul mu lagi." Ucap Verrel.
"Iya mas, aku tau kamu tidak akan berbuat kasar lagi pada ku." Kata Akifa.
"Terimakasih." Ucap Verrel.
"Mas, bagaimana dengan kasus kematian nenek ku, aku masih tidak tenang."
"Kau tenang saja, aku sudah menyuruh orang untuk menyelidiki kasus ini, kita hanya tinggal menunggu kabar dari mereka, paling lama satu minggu." Ucap Verrel.
"Aku sangat bersyukur bisa menikah dengan mu, aku sangat senang mendapat kan suami seperti mu, terimakasih telah hadir dalam hidup ku." Akifa memberikan ciuman manis pada pipi Verrel.
__ADS_1