Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 113 S2


__ADS_3

"Kau, dengan apa aku harus membayar nya." tanya Anggi.


"Nanti ku pikir kan." jawab Vano.


Anggi tidak terlalu memikirkan apa yang di minta Vano, ia pikir sudah pasti ia akan bisa yang Vano minta. Pandangan Anggi tertuju pada satu benda yang menurut nya sangat bagus. Ia berjalan mendekati benda itu untuk mengambil nya.


"Vano kemarilah." panggil Anggi.


Vano berjalan mendekati Anggi, ia bingung kenapa tiba-tiba Anggi memanggilnya. "Ada apa sayang." Tanya Vano.


"Berhenti memanggil ku sayang." ucap Anggi sambil mengambil topi dan gelang.


Anggi memakaikan Vano topi dan gelang di tangan nya menurut nya tingkat ketampanan Vano semakin bertambah jika dia memakai barang itu.


"Sekarang kau semakin tampan." ucap Anggi.


"Ini untuk ku." tanya Vano.


"Untuk siapa lagi, apa ada laki-laki di dekat ku selain kau." jawab Anggi.


"Terimakasih." Vano memeluk Erat Anggi.


"Kenapa kau terlihat begitu bahagia. Apa kau tidak pernah di beri barang oleh perempuan." tanya Anggi.


"Pernah, bahkan barang-barang mewah. Tapi aku. tidak pernah mendapatkan barang dari seseorang wanita dengan tulus. Mereka memberikan ku barang pasti ada mau nya." jawab Vano.


"Ada mau nya apa." tanya Anggi.


"Sudah pasti mereka ingin dekat dengan ku, setelah itu masuk ke dalam keluarga Efron dan memanfaatkan ku untuk kesenangan mereka." jawab Vano.


"Kau percaya pada ku, jika aku tidak melakukan yang seperti para wanita itu lakukan pada mu." tanya Anggi.


"Aku percaya dengan orang yang telah membuat ku nyaman. Kau tidak seperti mereka. Kau perempuan bar-bar yang tidak pernah memandang aku dari mana aku berasal." jawab Vano.


"Hahaha mulut mu manis sekali." ucap Anggi.

__ADS_1


"Manis apa kau mencium bibir ku." tanya Vano.


"Tidak ini tempat ramai, mana kartu debit mu, aku ingin pinjam lagi. Topi ini harus di bayar." ujar Anggi.


"Sayang kenapa kamu memberikan ku gelang ini." tanya Vano.


Anggi memegang tangan Vano, ia juga tidak tau mengapa ingin sekali Vano memakai gelang itu. "Tidak tau, aku pikir cocok aja jika kau yang memakainya. Tubuh mu putih bersih, cocok jika di pasukan dengan gelang ini."


"Bilang saja ini tanda cinta mu pada ku." ucap Vano.


"Cinta cinta. Kau pikir aku semudah itu jatuh cinta setelah di sakiti olek laki-laki, aku masih belum percaya dengan laki-laki. Mereka semua sama hanya memanfaatkan wanita untuk kesenangan nya." kata Anggi.


"Tidak sayang, aku berbeda. Laki-laki seperti itu tidak mencintai wanita dengan tulus. Beda dengan diri ku." ucap Vano.


"Ya ya ya.." Anggi menganggukkan kepala nya.


"Sayang aku ingin berfoto dengan mu." ucap Vano.


"Vano, berhenti memanggil ku sayang." protes Anggi


Vano menarik tangan Anggi menuju spot foto yang indah. Ia ingin berfoto dengan Anggi untuk memamerkan nya di sosial media nya.


"Sini lah, jangan jauh jauh dari ku." ucap Vano.


Anggi lebih dekat dengan Vano, pipi nya dan pipi Vano bahkan sudah menempel dan Vano asik mengambil foto yang terbaik.


"Sudah aku malu." ucap Anggi.


"Sekali lagi." Vano mengecup pipi Anggi dan langsung memfoto nya.


"Sayang." ucap Anggi.


"Sayang, kau memanggil ku sayang." tanya Vano.


"Hanya reflek karena kau terlalu sering memanggil ku sayang." elak Anggi.

__ADS_1


"Foto ini terlihat sangat bagus, aku akan menjadikan nya sebagai Wallpaper HP ku." ucap Vano.


"Itu memalukan." kata Anggi.


"Aku tidak peduli." Vano merangkul tangan Anggi dan melanjutkan langkah kaki nya.


Sementara itu Alvaro dan yang lainnya sedang berada di sebuah aquarium raksasa. Sedari tadi Angel memeluk Alvaro karena merasa takut, dengan ikan-ikan besar yang berada di dalam aquarium itu.


"Tenang lah ikan itu tidak akan memakan mu." ucap Alvaro.


"Tetap saja aku takut. Bagaimana jika ikan itu tiba-tiba lepas." kata Angel.


"Aku akan menangkap nya untuk mu, dan akan membawa nya pulang." ujar Alvaro.


"Untuk apa kamu membawa nya pulang." tanya Angel.


"Untuk menakut nakuti kamu, jika kamu melawan atau membantah ku. Akan ku masukan kamu kedalam kolam ikan itu." jawab Vano dengan sambil tertawa.


"Sayang.. Mana mungkin aku berani melawan mu. Bisa mati aku." ucap Angel.


"Kak Adit foto aku." teriak Fiona.


"Bergaya lah aku akan memfoto mu." ujar Adit.


Setelah mereka puas berkeliling aquarium itu, mereka semua keluar dari sana untuk menemui Vano dan Anggi.


"Kalian berdua dari mana saja." tanya Alvaro.


"Aku hanya menemani pacar ku berbelanja." jawab Vano.


"Kalian tidak mengajak ku, berbelanja." ucap Fiona kesal.


"Besok saja di pulau selajutnya, kita harus melanjutkan perjalanan." kata Adit.


Mereka semua berjalan kembali masuk kedalam kapal untuk melanjutkan perjalanan.

__ADS_1


__ADS_2