Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 237 S4


__ADS_3

Rakha keluar kamar mandi dengan hanya memakai handuk sebatas perut nya. Ia berpikir untuk apa memakai baju kalau nanti juga akan di lepas lagi, lebih baik hanya memakai handuk tanpa ribet sedikit pun.


"Lah tidur," ucap Rakha.


Rakha melihat istri nya sedang terlelap dengan masih menggunakan baju pengantin. Untung make up tipis di wajah nya sudah di hapus sebelum ia tidur. Rakha tidak tega jika membangunkan Vivi hanya karena ia ingin meminta hak nya, dengan penuh perhatian Rakha membuka gaun yang Vivi kenakan.


"Sayang aku mencintaimu," bisik Rakha.


Setelah cukup lama berusaha akhirnya Rakha berhasil melepaskan gaun dari tubuh Vivi tanpa membuat Vivi terbangun. Ia merasa bangga pada diri nya bisa melakukan hal itu.


"Wah mulus sekali tubuh nya," batin Rakha.


Rakha tidak memakaikan Vivi pakaian ganti lagi. Ia naik ke atas ranjang dan menarik Vivi ke dalam pelukan nya.


"Jangan marah sayang jika kamu bangun hanya memakai dalaman saja," ucap Rakha.


Di luar kamar yang lainnya sedang menguping apa yang Rakha dan Vivi lakukan. Tetapi sampai saat ini mereka semua tidak mendengar apapun dari dalam kamar. Satu persatu orang meninggalkan tempat pengupingan itu, saat ini hanya tersisa kakek Vano.


"Ahkkk lebih baik aku mencetak gol," batin Vano dan juga pergi meninggalkan tempat itu.


Keesokan harinya, mereka semua masih belum bekerja karena rumah masih proses perapian setelah pesta pernikahan. Dan rata-rata dari mereka semua masih tertidur dengan lelap.


"Sayang aku mual," kata Anita.

__ADS_1


"Kamu mual apa mau," tanya Vano sambil menurun kan ****** ***** nya.


"Sayang aku mual, untuk apa kamu turun kan ****** ***** mu?"


"Ya sudah kalau mau makan saja, nanti dia bangun kok," kata Vano.


"Sayang aku mual, aku mual, perut ku mual," teriak Anita.


"Apa mual, bilang sayang kalau kamu mual," ucap Vano sambil menaikan kembali celana d*lam nya.


"Aku sudah mengatakan aku mual, kamu saja tidak dengar. Aku ingin makan yang asam-asan," kata Anita.


"Tadi adik ku asam tidak mau di makan," tanya Vano.


"Ya sudah aku ke kebun dulu ya, mana tau tanaman yang Alvaro tanam berbuah," kata Vano.


Vano turun dari atas ranjang dan langsung masuk ke dalam kamar mandi. Ia mencuci muka nya sambil memakai pakaian nya kembali.


"Istri hamil benar-benar merepotkan," kata Vano.


Setelah ia sudah benar-benar sadar dari tidur nya. Vano keluar dari dalam kamar, sebelum ia ke kebun sudah pasti ia ke kamar Rakha yang tidak jauh dari kamar nya. Ia tidak mungkin melakukan hal yang sulit tanpa mengajak Rakha.


"Rakha... tok.. tok.. tok..." Vano berteriak sambil mengetuk pintu kamar Rakha.

__ADS_1


"Rakha.... tok...tok... tok..."


"Sayang kakek," ucap Vivi.


"Hmmm aku ngantuk," kata Rakha.


"Sayang kakek, jangan membuat kakek marah," ucap Vivi.


Mata mereka berdua masih sama-sama terpejam karena memang mereka berdua sangat kelelahan. Rakha mulai bangkit dari atas kasur dan berjalan mendekati pintu.


"Ada apa kek," tanya Rakha.


"Ya bagus, aku tau kau habis malam pertama. Tapi setelah itu mandi lah dulu, pakai pakaian yang lengkap setelah itu keluar dari kamar," ucap Vani.


"Pasti aku lupa pakai pakaian." Rakha kembali masuk ke dalam kamar nya.


Malu? tentu tidak. Ia sudah biasa seperti itu di depan kakek nya. Hal yang memalukan bagi Rakha tidak serendah itu.


"Anak itu ya, sudah aku katakan bercukur kenapa tidak mau, padahal kalau bercukur lebih besar dan rapi," kata Vano.


Setelah memakai pakaian nya kembali Rakha mendekati VIvi, ia yakin Kakek nya mengajak nya pergi, itu sebabnya Rakha ingin pamit agar Vivi tidak mencari nya.


"Sayang aku pergi dulu." Rakha memberikan kecupan manis di wajah istri nya.

__ADS_1


__ADS_2