Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 70


__ADS_3

"Jangan bilang kau tidak tau apa yang mau kau beli." tanya Alvaro.


"Iya tuan, saya tidak tau. Saya tidak pernah membeli perhiasan sebelum nya." jawab Angel.


"Apa kau berasal dari hutan." ucap Alvaro sambil berjalan memilih kan perhiasan untuk Angel.


Angel ikut berjalan di belakang suaminya, ia sangat yakin Alvaro tidak sekejam dan sekasar yang terlihat, ia merasakan Alvaro masih memiliki sisi positif dari dalam diri nya. Buktinya sedari tadi yang membayar barang belanjanya adalah Alvaro.


"Apa kau suka itu." tanya Alvaro dengan menunjuk satu set perhiasan yang sangat cantik.


"Apapun yang tuan pilih kan pasti saya menyukainya." jawab Angel.


"Bagus, aku suka pada orang penurut." ucap Alvaro.


Jika bersama Elena pasti semua pilihan yang di pilih Alvaro di tolak Elena. Yang di inginkan Elena adalah perhiasan mahal dan keluaran terbaru. Itu membuat Alvaro tidak nyaman jika berbelanja dengan pacar nya, oleh karena itu ia selalu mengirim uang ke rekening Elena dari pada menemani nya belanja.


"Mbak saya ambil yang itu." ucap Alvaro.


"Baik mas, mohon di tunggu." kata pelayan toko.


Uang di rekening Alvaro hanya tersisa beberapa juta untuk kehidupan nya beberapa minggu ke depan. Membayar perhiasan itu menguras saldo rekening nya, tetapi Alvaro tidak mempermasalahkan nya, ia malah sedikit tersenyum saat melihat Angel yang tampak begitu bahagia.


Setelah membeli semua yang di catat Agnes mereka langsung pulang ke rumah, tanpa mampir ke restoran karena Alvaro takut uang yang tersisa di rekening nya benar-benar bersih tak tersisa. Agnes tersenyum puas saat tidak melihat notifikasi masuk dari kartu yang ia berikan ke Angel. Itu tanda nya Alvaro lah yang membeli semua barang yang ia catat tadi.


"Ehh anak mamah sudah pulang." ucap Agnes.


"Iya mah, angel sudah membeli semua yang mamah catat." ujar Angel.


"Yasudah kamu masuk kedalam kamar, lihat apa yang mamah berikan untuk mu." ucap Angel.


Alvaro menarik nafas nya dengan pajang, sudah pasti kamar nya sudah di acak-acak oleh bunda nya. Mau bagaimana lagi Alvaro tidak bisa memprotes nya karena sekarang status nya sudah berbeda.

__ADS_1


Dan benar saja saat masuk kedalam kamar nya, suasana kamar itu sudah sangat berbeda. Kamar yang semula terbilang cukup gelap dengan warna-warna gelap sekarang berubah 180 derajat. Kamar itu berubah menjadi lebih berwarna dengan satu tambahan meja rias yang cukup besar.


"Ahhh hidup ku benar-benar sudah berubah." ucap Alvaro dengan membanting diri nya ke atas kasur.


Angel langsung masuk kedalam ruang ganti untuk meletakkan pakaian yang ia beli tadi, ia menyusunnya dengan sangat rapi. Setelah itu ia berjalan ke meja rias yang baru di belikan mertuanya. Meja rias yang sangat cantik dan mewah. Angel meletakkan perlengkapan make up yang ia beli tadi, dan ia merasa sangat senang karena ibu mertua nya sangat baik pada nya.


"Tuan, saya ingin mengucapkan terimakasih." ucap Angel yang berada di samping ranjang Alvaro.


"Untuk apa kau berterimakasih pada ku." tanya Alvaro dengan membalik badannya.


"Karena telah membeli kan semua belanjaan tadi." jawab Angel.


"Mendekat lah." ucap Alvaro.


Angel berjalan mendekat ke arah Alvaro, tangannya di tarik Alvaro sampai ia duduk di atas ranjang.


"Aku melakukan nya tidak gratis, kau memiliki hutan budi pada ku, dan aku pasti akan menagih hutang itu. Tapi kau tenang saja aku tidak akan meminta nya dengan uang." ucap Alvaro.


"Apa saja yang ku mau, bisa tubuh ku, otak mu, tenaga mu atau apa saja." jawab Alvaro.


"Baiklah, aku akan membalas nya kapan pun tuan ingin kan." ucap Angel.


"Aku ingin bertanya, apa kau pernah tidur dengan laki-laki lain?"


"Tidak pernah, saya tidak pernah tidur dengan siapapun." jawab Angel.


"Terus, kenapa kau berada di bar." tanya Alvaro.


"Saya di jual paman saya, karena sebelum meninggal orang tua saya memiliki banyak hutang." jawab Angel.


"Seharusnya kau bersyukur aku telah membeli mu, jadi kau tidak perlu melayani pria hidung belang. Lihat lah bunda ku sayang menyayangi mu. Aku tidak yakin bisa pisah dengan mu." ucap Alvaro.

__ADS_1


"Anda ingin pisah dengan saya." tanya Angel.


"Jelas karena pernikahan kita bukan di dasari oleh cinta. Aku memiliki seorang pacar yang sangat aku cintai dan aku ingin hidup dengan nya. Apa kau tidak ingin menikah dengan laki-laki yang mencintaimu? "


"Aku tidak mempunyai seorang pacar dan anda laki-laki pertama yang sedekat ini dengan saya." ucap Angel.


"Apa kau tidak pernah di situ seperti ini." tanya Alvaro sambil memegang leher Angel.


Angel hanya menggelengkan kepala nya. Ia memang tidak pernah dekat dengan siapapun.


"Dari mana saja kau hidup, seharusnya seusia mu waktunya untuk bersenang-senang dan menikmati hidup mu." ucap Alvaro.


"Saya tidak tertarik dengan semua itu." ujar Angel.


"Kau benar-benar menarik." kata Alvaro.


"Kenapa kita tidak mencoba untuk saling mencintai." tanya Angel.


"Tidak mungkin, apa kau kira itu mudah, aku tidak mudah jatuh cinta dengan seseorang, selama aku hidup hanya Elena yang mampu mengambil hati ku." jawab Alvaro.


"Kita belum mencoba nya, kenapa sudah berkata tidak mungkin. Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini selagi kita mau berusaha." ujar Angel.


"Perkataan mu sudah seperti bunda. Apa kau berniat membuka hati mu untuk ku." tanya Alvaro.


"Iya saya akan mencoba nya." jawab Angel.


"Aku tidak percaya, buktikan jika kau bersungguh-sungguh." ucap Alvaro.


"Dengan apa saya harus membuktikan nya." tanya Angel.


"Cium aku." jawab Alvaro dengan menunjuk bibir nya.

__ADS_1


__ADS_2