Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 188 S4


__ADS_3

"Monica," ucap Rian.


"Iya, kau kenapa," tanya Monica.


"Kau tidak suka bercukur ya," tanya Rian.


Saat ini Rian benar-benar melihat tubuh Monica dari ujung rambut sampai ke ujung kaki.


"Mas," ucap Monica.


"Hahaha iya iya, sudah siap."


"Ketika sampai di rumah aku akan langsung memakan mu," kata Rian.


Rakha kembali berjalan masuk ke dalam kamar Vano. Ia tidak mau tidur sendiri selagi ada Vano di dekat nya.


"Kakek." Rakha memeluk Vano seperti cucu yang benar-benar sayang pada kakek nya.


"Hmmm sudah pulang."


"Sudah kek, kakek tidak marah dengan ku kan," tanya Rakha.


"Aku marah dengan ku," jawab Vano.


"Kenapa marah kek, kau tidak suka dengan nya," kata Rakha.


"Hmmm sudah aku katakan aku tidak suka dengan nya."


"Tapi aku suka kek, yang menjalin hubungan kan aku dengan Alice," kata Rakha.


"Hmmmm," gumam Vano.


"Kakek dulu saat bertemu dan menikah dengan nenek bagaimana," tanya Rakha.


"Nenek mu preman, dan kami menikah karena membobol nya lebih dulu," jawab Vano.


"Apa!!."

__ADS_1


"Hey kau tenang lah, semua nya tidak sengaja. Sudah jangan kau pikirkan. Untuk saat ini kau yang terpenting," ucap Vano.


"Aku yang terpenting maksud kakak apa," tanya Rakha.


"Putuskan dia," jawab Vano.


"Tidak aku tidak mau," ucap Rakha.


"Aku sudah memperingati mu, jika aku tidak mau ya itu urusan mu, ingat Rakha aku tidak akan memberikan mu restu," kata Vano.


"Kakek, jangan begitu. Ahkkk kau membuat ku sedih," ucap Rakha.


"Rakha aku ingin yang terbaik untuk mu, jika kau tidak kau saran dari ku, aku tidak bisa memaksa mu. Yang menjalani semua ini kau bukan aku, tugas ku hanya memastikan jika yang kau pilih adalah yang terbaik untuk mu," kata Vano.


"Kek jika aku tidak mencintai wanita yang kakek carikan, aku tidak akan hidup bahagia, aku sangat mencintai nya. Aku sudah lama mencari wanita yang sangat cocok untuk ku."


"Hmmm," gumam Vano.


"Kakek tidak marah kan kalau aku tidak menuruti kemauan mu," tanya Rakha.


"Hmmmm," gumam Vano.


Keesokan pagi nya. Rian dan Monica sedang bersiap-siap untuk pulang ke rumah. Tangan Monica sudah tidak perlu di gandong lagi, ia sudah bisa mengerahkan tangan nya secara perlahan.


Perban di kepala Monica juga sudah di lepas, ini perban terkahir untuk nya. Hari ini dan seterusnya ia tidak perlu memakai perban lagi.


"Dok apakah akan membekas," tanya Rian.


"Kita akan berusaha untuk menghilangkan bekas luka nya," jawab Dokter.


"Dok saya sudah hampir 2 minggu tidak melakukan hal itu, apa dia sudah bisa," tanya Rian.


"Mas," ucap Monica.


"Hahaha iya iya, saya tau itu, anda pasti sudah lama memendamnya, boleh saja tidak ada luka di bagian sana," kata Dokter.


"Kamu dengar sayang, hahaha nanti malam jatah ku," ucap Rian.

__ADS_1


Rian sudah benar-benar berubah 180 derajat. Ia malah sudah Sangat ingin menyentuh istri nya. Padahal awal permasalahan ini adalah karena soal ranjang. Berbeda dengan Rian, Monica malah takut, ia tidak seperti sebelumnya yang sangat agresif.


"Sayang kamu kenapa," tanya Rian.


"Aku tidak papa," jawab Monica.


"Ya sudah ayo." Rian dan Monica pergi meninggalkan rumah sakit.


Di apartemen Vivi, Nadya serta Monica sudah menyiapkan sesuatu untuk menyambut pulang nya Monica dan Rian. Sesampainya di apartemen Rian membawa Monica masuk ke dalam, ia sangat terkejut melihat tetangga serta adik nya sudah ada di dalam.


"Selamat datang kembali Monica," ucap Nadya.


"Iya Terima kasih," kata Monica.


"Kak ingat aku kan, aku yang datang kemarin."


"Iya Vivi, aku ingat," ucap Monica.


"Jangan ulangi lagi Rian," kata Zayn.


"Iya Zayn aku sangat menyesal, aku tidak akan melakukan hal bodoh ini lagi," kata Rian.


"Bagus Rian, segera lakukan," ucap Zayn.


"Kalau begitu pergi lah, aku ingin menganboxsing nya."


"Iya iya, lakukan lah," kata Zayn.


"Ayo sayang kita pulang." Zayn berjalan mendekati Nadya dan langsung membawa Nadya keluar dari kamar.


"Kakak mu perlu istirahat." Rian membawa Monica masuk ke dalam kamar.


Di dalam kamar, Monica langsung Rian letakan di atas kasur. Bibir mereka berdua sudah bertemu sejak Rian masuk ke dalam kamar. Ini bukan yang pertama untuk Rian, ia sudah pernah melakukan hal ini dengan mantan istri nya, sudah pasti Rian sudah sangat pandai untuk melakukan hal seperti ini.


"Apa sakit mas," tanya Monica.


"Sedikit sakit sayang, kamu tenang saja aku sudah sangat jago," jawab Rian.

__ADS_1


Tak butuh waktu lama pakaian yang di pakai oleh Monica sudah hilang jatuh ke atas lantai. Begitu juga dengan Rian yang mulai melepaskan pakaian nya.


__ADS_2