Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 153 S3


__ADS_3

Akifa membersikan setiap inci tubuh Verrel dan Verrel hanya diam menikmati setiap sentuhan tangan lembut Akifa, sesekali tangan nya nakal menyentuh tubuh Akifa.


"Sudah, kamu sudah bersih dan wangi." Ucap Akifa.


"Terimakasih." Verrel keluar dari kamar mandi untuk memakai pakaian sedangkan Akifa memilih untuk membersikan diri nya.


"Dimana Verrel." Tanya Alvaro.


"Masih di kamar nya mungkin, tadi malam dia pulang dalam kondisi mabuk." Jawab Dylan.


"Mabuk, kalian minum bersama."


"Iya paman, kami minum bersama dan hubungan kami sudah lebih baik." Ucap Dylan.


"Bagus lah, dari pada kalian berdua terus bertengkar." Kata Alvaro.


"Kau sedang apa." Tanya Verrel.


"Aku sedang mengganti pembalut." Jawab Akifa.


"Berdarah, kenapa berdarah, itu darah." Verrel sangat panik saat melihat milik Akifa.


"Mas, ini biasa, kenapa kamu sepanik itu." Ucap Akifa.


"Biasa apa nya, lihat itu, kau kenapa bisa setenang itu." Verrel mendekati Akifa dan menggendong nya naik ke atas kasur.


"Biar aku lihat." Ucap Verrel.


"Sudah aku pasang pembalut, sudah tidak papa." Kata Akifa.


"Berhenti mengatakan tidak papa, kau sedang tidak baik-baik saja." Bentak Verrel.


Verrel keluar dari kamar karena merasa kesal pada Akifa, ia yakin jika Akifa sedang tidak baik-baik saja.


"Bunda." Teriak Verrel.


"Anak mu mencari mu." Ucap Alvaro.


"Itu anak mu juga."

__ADS_1


"Tidak itu bukan anak ku, dia sangat tidak hormat pada ku." Kata Alvaro.


"Masuk Verrel, pintu tidak di kunci." Teriak Angel.


Verrel langsung masuk ke dalam kamar bunda dan ayah nya, ia langsung memeluk Angel dengan erat.


"Ada apa dengan mu." Tanya Angel.


Alvaro yang merasa cemburu pada Verrel mendorong Verrel sampai Verrel terjengkang ke bawah lantai.


"Berhenti memeluk istri ku." Alvaro menarik Angel ke dalam dekapan nya.


"Ayah, kau sangat menyebalkan, istri mu bunda ku jadi aku bebas memeluk nya." Ucap Verrel.


"Bunda mu istri ku, aku lebih berhak dari nya."


"Sudah-sudah kapan kalian akan akur, kalian berdua penting untuk ku." Angel memeluk kedua bayi besar nya.


"Bunda, apa saat bunda datang bulan akan mengeluarkan darah." Tanya Verrel.


"Iya, itu hal yang wajar, kenapa kamu melihat istri mu mengeluarkan darah."


"Mungkin cukup sakit dalam beberapa hari, kau harus menjaga nya. Sekarang kau tau kan menjadi seorang wanita itu tidak mudah, jadi kau harus memperlakukan wanita dengan baik." Ucap Angel.


"Apa kau sebodoh itu, apa saat pelajaran IPA kau tidak memperhatikan guru mu dengan baik." Ujar Alvaro.


"Aku tidak berbicara dengan mu, terimakasih bunda." Verrel melepaskan pelukan nya dan pergi dari kamar itu.


"Dasar manja, anak bunda." Teriak Alvaro.


"Aku anak mu yah." Ucap Verrel.


Verrel kembali masuk ke dalam kamar nya, ia tidak melihat Akifa di atas ranjang. "Akifa kembali ke atas ranjang." Teriak Verrel.


Akifa yang sedang berada di ruang ganti langsung berjalan mendekati Verrel.


"Ada apa mas, kenapa berteriak begitu." Tanya Akifa.


"Naik ke atas ranjang, jangan banyak bergerak atau aku akan menghukum mu." Ucap Verrel.

__ADS_1


Akifa yang sangat takut dengan Verrel langsung naik ke atas ranjang, Verrel mendekati Akifa dan memeluk nya dengan erat.


"Kau bohong, kau bilang tidak sakit tapi kata bunda sakit, kenapa kau berbohong kau tidak percaya dengan ku." Ucap Verrel.


"Bukan begitu, aku percaya dengan mu, tapi rasa sakit ini bisa aku tahan." Kata Akifa.


"Mana yang sakit."


Akifa memegang tangan Verrel dan meletakan di perut nya. "Bagian ini, sedikit nyeri." Ucap Akifa.


Verrel mendekati perut Akifa lalu mengecup nya dengan lembut. "Apa masih sakit." Tanya Verrel.


Akifa sangat terkejut mendapatkan perlakuan lembut dari suami nya, hati nya terasa ingin meledak seketika.


"Wajah mu memerah." Ucap Verrel.


"Sudah tidak sakit, terimakasih."


Verrel kembali memeluk Akifa, tangan nya mengusap perut Akifa dengan lembut.


"Jika sakit katakan sakti walaupun hanya sedikit, itu tetap saja sakit." Ucap Verrel.


"Iya mas, terimakasih kamu benar-benar suami yang sangat luar biasa." Akifa tersenyum pada Verrel.


"Jangan tunjukkan senyuman itu pada orang lain, atau aku akan menghukum mu, hari ini kita akan terus berada di dalam kamar." Ucap Verrel.


"Di dalam kamar, tapi aku lapar."


"Ada pelayan yang akan mengantarkan makanan kita, tunggu sebentar." Kata Verrel.


Tak lama pelayan yang di katakan Verrel datang dengan membawa beberapa piring makanan dan potongan buah segar.


Verrel tidak memberikan Akifa menyentuh apapun, tangan nya bergerak menyuapi Akifa makan bersama dengan nya, mereka makan dalam satu piring yang sama.


"Mas, kenapa kamu sangat baik pada ku." Tanya Akifa.


"Kenapa? Jadi kau lebih suka dengan sifat kasar ku."


"Tidak aku sangat suka dengan sifat lembut mu." Ucap Akifa.

__ADS_1


__ADS_2