
"Sayang, jangan begini sangat geli," ucap Karla.
"Tahan sedikit," kata Kenzi yang ingin memberikan tanda kepemilikan di leher jenjang Karla.
"Sakit," ucap Karla.
"Itu tanda dari ku, artinya kau milik ku dan setiap inci tubuh mu hanya aku yang berhak merasakan nya."
Ciuman Kenzi turun ke arah dua bukit indah yang sedari tadi sangat menantang. Memang milik Karla tidak sebesar milik Novi, tetapi yang terpenting milik Karla belum ada yang menyentuh selain diri nya saat ini.
Karla mengigit jari nya saat Kenzi dengan lincah melahap kedua bukit nya secara bergantian. Ini pertama kali nya Karla merasakan sesuatu yang luar biasa.
"Lepaskan sayang," ucap Kenzi.
"Ahhhh," desahan pertama lolos dari bibir Karla.
Karla kembali meremas rambut Kenzi karena ia benar-benar menikmati nya, sampai-sampai Karla mendorong kepala suami nya agar semakin dalam melahap milik nya.
"Jangan di gigit, ahh sakit," ucap Karla.
"Enak sayang, mau lebih enak lagi," tanya Kenzi.
"Iya aku mau, asalkan enak aku mau," jawab Karla.
"Kenzi, kenzi buka," teriak Verrel.
"Kenzi langsung menaikan kepala nya, ia sangat kesal pada Verrel karena telah menganggu diri nya yang ingin enak-enak.
"Mas ayah," ucap Karla.
"Ayah sudah tau aku mau melakukan apa, pasti ada yang penting." Kenzi kembali memakai pakaian nya dan langsung berlari ke luar kamar.
"Ada apa dad," tanya Kenzi.
"Kakak mu," jawab Verrel.
Kenzo sedang memegang kepala nya yang terasa sangat sakit, padahal ia sudah meminum obat pereda rasa sakit.
"Sayang ayo kita ke rumah sakit," ucap Sonia sambil membantu Kenzo berdiri.
"Ahhhh sakit sayang, aku tidak bisa berdiri."
"Kenzo, ayo ke rumah sakit," ucap Verrel.
Kenzi menyiapkan mobil untuk mereka pergi, sedangkan Verrel membantu Kenzo berjalan menuju mobil.
"Dad sakit sekali dad," ucap Kenzo.
"Sabar Kenzo, tahan sebentar."
__ADS_1
Karena sudah tidak tahan lagi, perlahan kesadaran Kenzo mulai menurun dan tak lama ia jatuh pingsan.
"Kenzo, bangun Kenzo," ucap Verrel sambil menepuk-nepuk wajah Kenzo.
"Kenzi cepat," teriak Verrel.
Sesampainya di rumah sakit Kenzo langsung di larikan ke UGD, Verrel dan yang lainnya menyerahkan keselamatan Kenzo pada dokter yang juga menyelamatkan Kenzo dulu saat kecelakaan.
"Tenang dad, tidak akan terjadi apa-apa pada Kenzo."
Tak lama Akifa dan yang lainnya juga sampai di rumah sakit, tentu saja mereka juga khawatir dengan keadaan Kenzo.
"Bagaimana Verrel," tanya Dylan.
"Aku tidak tau, Kenzo jatuh pingsan sebelum sampai di rumah sakit," jawab Verrel.
"Sabar Sonia, Kenzo pasti baik-baik saja," kata Akifa.
"Iya mah Terima kasih," ucap Sonia.
Setelah satu jam berada di UGD akhirnya Verrel keluar dari sana, dokter belum melakukan operasi karena masih banyak yang harus di periksa.
"Kalian pulang lah, aku dan kakak ipar yang akan menunggu Kenzo," ucap Kenzi.
"Aku juga di sini mas," ujar Karla.
"Iya sayang kamu tetap di sini, tidak baik jika hanya aku dan kakak ipar," kata Kenzi.
"Iya dad, aku pasti menjaga nya," kata Kenzi.
Setelah Verrel dan yang lainnya pergi, Kenzi memilih untuk membeli makanan, ia dan Karla juga belum sarapan sama sekali.
"Kakak ipar aku dan Karla mencari makanan dulu, mau makan apa kak," tanya Kenzi.
"Aku ikut saja dengan mu. bawa dua kakak mu juga belum sarapan," Jawab Sonia.
"Ayo sayang, kamu ikut aku kan."
"Iya aku ikut, aku pergi dulu kak," ucap Karla.
"Sayang bangun, kamu membuat ku takut, sudah aku bilang pada mu, jangan terlalu lelah, kamu terlalu banyak meminta jatah," kata Sonia.
"Tapi aku suka sayang, aku suka jatah enak sekali," ucap Kenzo sambil tersenyum.
"Jatah jatah dan jatah, bagaimana bisa kamu semesum ini." Sonia masih belum sadar jika Kenzo sudah sadarkan diri.
"Karena aku menikah dengan mu sayang, kenapa kepala ini sakit sekali," ucap Kenzo.
Sonia baru tersadar jika sedari tadi ia berbicara dengan suami nya, ia langsung menaikan kepala nya dan melihat Kenzo yang sedang memegang Kepala nya "Sayang kamu sudah bangun, sejak kapan kamu bangun," tanya Sonia.
__ADS_1
"Sejak kamu berkata jatah," jawab Kenzo.
"Bagaimana apa masih ada yang sakit, kenapa bisa sampai seperti ini sayang."
"Yang sakit kepala ku, terasa sangat berat. Aku juga tidak tau kenapa sampai seperti ini," kata Kenzo.
"Sudah kamu istirahat lah, setelah ini kamu akan menjalani berbagai macam pemeriksaan sebelum menjalani operasi besok," ucap Sonia.
"Aku takut, tapi aku sudah tidak tahan dengan rasa sakit ini. Jika aku mati bagaimana," tanya Kenzo.
"Ya kami kabur sayang, gitu saja ku repot," jawab Sonia yang berniat bercanda dengan suaminya.
"Kamu jahat, nanti saat aku proses penyembuhan kita tidak bisa enak-enak," kata Kenzo.
"Jangan pikir ke ranjang saja sayang, aku berharap saat operasi kamu selesai kamu sudah mesum lagi," ucap Sonia.
"Jangan aku suka begini, aku jadi mirip dengan daddy ku," kata Kenzo.
"Oh iya dimana yang lainnya, mereka tidak perduli dengan ku," tanya Kenzo.
"Mereka sangat peduli dengan mu sayang, tadi mereka juga ada di sini, tapi Kenzi meminta untuk mereka semua pulang termasuk papah dan mamah." jawab Sonia.
"Sekarang dimana anak itu, dia meminta yang lainnya pergi tetapi dia tidak ada di sini."
"Kenzi dan Karla sedang membeli sarapan untuk kita, kamu lapar kan?"
"Iya aku lapar, setelah pertempuran panjang kemarin aku belum ada mengisi perut ku," ucap Kenzo.
"Kenzo kau sudah sadar, pas aku membawa makanan untuk mu," Kenzi masuk ke dalam ruangan itu sambil membawa berbagai macam makanan.
"Selamat siang," ucap perawat yang yang membawa kan makan siang untuk Kenzo.
"Ini makan siang untuk tuan Kenzo," kata perawat itu.
"Aku belum sarapan, sudah maka siang saja," ucap Kenzo.
"Maaf sebelumnya, tuan Kenzo tidak di perbolehkan memakan apapun yang berasal dari luar, pihak rumah sakit sudah menyediakan makanan khusus untuk nya."
Setelah mengantar makanan untuk Kenzo, perawat itu keluar dari ruangan itu dengan wajah kebingungan karena orang yang selama ini di isu kan meninggal berada di depan nya.
"Tidak ada rasa, tidak enak," ucap Kenzo.
"Makan sayang, makanan rumah sakit memang begini," kata Sonia.
"Kenzo lihat aku," ucap Kenzi sambil memakan pizza, ia sengaja ingin membuat Kenzo ngiler.
"Aku mau itu," ucap Kenzo.
"Tidak boleh, jangan melawan," kata Sonia.
__ADS_1
Di tangan Sonia Kenzo menghabiskan makanan yang tidak berasa itu.