
Mereka berempat langsung masuk ke dalam mall, pertama mereka memilih untuk sarapan pagi terlebih dahulu, kebetulan di mall tersebut ada restoran milik Vano yang tentu nya memiliki cita rasa yang sangat baik.
"Aku sudah lama tidak makan di restoran milik paman." Ucap Verrel.
"Aku baru satu minggu yang lalu, itupun Alana yang mengatur nya." Kata Rizky.
"Apa seenak itu sayang." Tanya Akifa.
"Sangat enak sayang, kamu bakal ketagihan." Jawab Verrel.
Pelayan restoran langsung melayani mereka dengan sangat baik, apalagi mereka semua tau jika yang sedang makan keluarga pemilik restoran ini.
"Bagaimana enak kan sayang." Tanya Verrel.
"Kamu benar sayang sangat enak, pantas saja restoran ini sangat ramai." Jawab Akifa.
"Iya, padahal harga makanan di sini berlipat-lipat dari restoran lain nya." Kata Rizky.
"Ada harga ada rasa, mereka tidak akan menyesal membayar mahal dengan makanan seenak dan semewah ini." Saut Alana.
Setelah selesai makan mereka berempat akan lanjut mencari apa saja yang di perlukan untuk acara ulang tahun Dylan besok.
"Aku yang akan membayar nya." Ucap Rizky.
"Tidak perlu, kita tidak perlu membayar nya, paman tidak akan bangkrut hanya karena makanan ini." Kata Verrel.
"Iya sayang, saat kita makan pas itu, aku juga tidak membayarnya." Ucap Alana.
Mereka keluar dari restoran dan langsung menuju tokoh jam tangan mewah. Rata-rata import dari Jepang dan Eropa.
"Ada yang bisa saya bantu tuan? "
__ADS_1
"Hmmm saya ingin membeli jam pria, coba kamu ambil kan beberapa koleksi tebaik di tokoh ini." Ucap Verrel.
"Kak ini sangat cocok untuk mu." Kata Alana sambil memakaikan jam ke tangan Akifa.
"Apa itu benar Alana. Apa aku pantas." Ucap Akifa.
Akifa tidak sengaja melihat label harga di kotak di tersebut, yang membuat nya berpikir dua kali untuk membeli nya.
"2.5 M, itu sangat mahal, walaupun aku mempunyai uang nya tapi lain kali saja." Batin Akifa.
"Ada apa sayang, hanya 2.5 m, bukan nya uang kamu sangat banyak, ingat sayang kamu pemilik perusahaan cukup besar." Bisik Verrel.
"Aku ingin suami ku yang membeli kan nya sebagai hadiah."
"Ambil semua yang kamu mau, aku yang akan membayar nya." Bisik Verrel.
"Baik lah aku ambil ini." Ucap Akifa.
"Sayang, jangan pancing aku." Kata Verrel.
"Maat tuan, ini beberapa jam tangan pria terbaik yang kami punya."
Verrel memilih kan jam tangan yang cocok ketika Dylan pakai. "Ini bagaimana sayang." Tanya Verrel.
"Menurut ku, ini cocok kamu gunakan." Akifa memakaikan jangan tangan itu ke tangan suaminya.
"Iya sayang aku ambil ini." Ucap Verrel.
"Jadi untuk Dylan yang mana." Tanya Rizky.
"Yang mana saja, yang penting mahal dia sudah senang." Jawab Verrel.
__ADS_1
Beberapa jam telah berlalu mereka semua telah selesai membeli perlengkapan pesta untuk ulang tahun Dylan besok. Ada beberapa barang yang akan di antar besok termasuk motor hadiah dari Rizky.
"Kalian sudah pulang." Ucap Dylan.
"Sudah, kami sangat lelah." Kata Rizky.
"Bagaimana, apa kita perlu sewa orang untuk dekor." Tanya Verrel.
"Iya seperti nya kita sewa saja, kasihan istri kita juga mereka yang mendekor nya." Jawab Dylan.
"Berapa orang yang akan kau undang."
"Mungkin hanya rekan bisnis dan teman dekat saja, tidak banyak. Bahaya dalam situasi seperti ini banyak mengundang orang lain." Kata Dylan.
"Kau benar, apalagi kata mu, sedang ada yang mengincar nyawa mu, itu sangat tidak aman."
"Semoga tidak terjadi apapun saat acara nanti." Ucap Dylan.
Rizky masuk ke dalam kamar, ia membuka baju nya dan membanting kan diri nya ke atas kasur.
"Nyaman sekali." Ucap Rizky.
Alana mendekati Rizky dan memeluk tubuh Rizky dengan erat.
"Kamu senang sekali memeluk tubuh ku jika tidak mengenakan baju." Ucap Rizky.
"Aku sangat senang aroma tubuhmu sayang." Kata Alana.
"Sayang, malam ini kita pulang ke rumah orang tua ku ya, setelah menikah aku sudah tidak pernah pulang ke sana." Ucap Rizky.
"Iya kalau begitu aku akan bersiap."
__ADS_1
"Nanti setelah kita Bersenang-senang." Ucap Rizky.