
"Masuk." ucap Alvaro.
"Al jangan kau tiduri gadis polos ini. Ingat Elena." kata Angel.
"Kalau mau ku tiduri mau apa kalian, sana pergi dan ingat jangan sampai orang lain pada tau." ucap Alvaro.
"Siap bos." ucap Sean dan Jakson bersama.
Alvaro dan Angel meninggal kan Jakson dan Sean di sana. Mereka berdua langsung menuju rumah karena memang hari sudah sore.
"Alvaro mendapatkan gadis baru yang sangat cantik, memang ketika kita tampan semua akan terasa lebih mudah." ujat Jakson.
"Tuan apa tidak papa anda bersama saya." tanya Angel.
"Kenapa apa kau ingin bersama laki-laki lain." jawab Alvaro.
"Tidak tuan, saya takut anda merasa terganggu dengan kehadiran saya." ucap Angel.
"Berapa banyak laki-laki yang ingin berkenalan dengan mu? apa kau berbicara pada mereka? tadi bersama Adit kau kemana? Apa ada yang mendekati mu?." oce Alvaro.
"Mana yang harus ku jawab tuan." tanya Angel.
Alvaro menghentikan mobil nya di pinggir jalan. Ia melepas sabuk pengaman nya dan langsung menerkam bibir Angel sampai membuat Angel terkejut. Alvaro benar-benar merasa geram pada laki-laki yang berusaha mendekati Angel. Ia mencium bibir Angel karena ingin memberi tau Angel kalau ia hanya milik nya.
Angel mulai bisa membalas ciuman dari Alvaro yang membuat Alvaro senang, Walaupun baru beberapa kali mereka berciuman Angel mulai bisa membalas nya.
__ADS_1
Ciuman Alvaro turun ke leher Angel. Ia memberikan beberapa tanda kepemilikan nya di atas benda milik Angel.
"Aahhh." satu desahan pertama lolos dari bibir Angel yang membuat Alvaro semakin bersemangat.
Tangan Alvaro membuka kancing bagian atas pakaian Angel dia juga menarik kaca mata milik Angel hingga Alvaro dapat melihat secara sempura benda yang mereka inginkan selama ini. Tanpa berfikir Panjang Alvaro melahap nya sampai membuat Angel menggeliat seperti cacing kepanasan. Ia tidak menyangka jika Alvaro melakukan hal ini pada nya dan rasa nya benar-benar tidak bisa ia jelas kan.
Desahan demi desahan lolos dari bibir Angel. Dan sampai momen tegang itu hancur seketika saat ada yang mengetuk mobil mereka berdua. Alvaro langsung menghentikan aksi nya dan menutup kembali benda milik Angel yang sudah berwarna merah muda akibat ulah nya.
"Ada apa." tanya Alvaro.
"Maaf mas, ini bukan tempat parkir bisa kah anda menyingkirkan mobil anda."
"Maaf." ucap Alvaro dengan kembali memasang sabuk pengaman nya dan pergi meninggalkan tempat itu.
"Kenapa dengan nya." batin Alvaro.
Alvaro tidak jadi pulang ke rumah, ia lebih memilih membawa Angel menuju apartemen nya. Sesampainya si apartemen Alvaro membawa Angel ke atas ranjang dan meletakkan nya secara perlahan.
Alvaro melirik ke arah tubuh Angel yang masih sedikit berantakan. Ia dapat dengan jelas melihat beberapa tanda kemerahan di benda milik Angel. Alvaro kembali mendekati tubuh Angel tapi saat ingin melanjutkan kegiatan nya tadi HP nya bergetar.
"Halo sayang, kamu bilang ingin bertemu dengan ku, aku tunggu kamu di cafe tempat biasa kita bertemu. SEKARANG." ucap Elena dan langsung memutuskan sambungan telepon itu.
Mau tidak kau Alvaro harus meninggalkan Angel sebentar untuk bertemu dengan pacar nya.
"Aku akan kembali." ucap Alvaro dengan mengecup dahi Angel.
__ADS_1
Sekitar 2 jam sudah berlalu Alvaro masih juga belum kembali. Angel terbangun dari tidur nya, ia sedikit bingung karena berada di tempat yang asing.
Angel meras tidak terlalu asing dengan tempat ini, dan hanya memerlukan beberapa saat untuk Angel mengingat tempat ini.
"Apartemen tuan." ucap Angel.
Angel berjalan masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri, karena tidak ada pakaian untuk nya di sini ia memakai pakaian yang sama dengan yang tadi. Setelah mandi Angel duduk di atas sofa menunggu kepulangan Alvaro, sekitar satu jam Angel menunggu Alvaro masih belum menampakkan batang hidung nya.
"Aaakkkk." teriak Angel saat tiba-tiba lampu di apartemen ini mati.
Angel menutup wajah nya ia benar-benar takut kegelapan. Tanpa sadar ia menangis sendirian di dalam apartemen itu. Alvaro baru sampai di parkiran, ia melihat arah apartemen yang gelap gulita. Alvaro langsung berlari masuk kedalam karena khawatir dengan Angel.
"Tangisan." ucap Alvaro.
Alvaro masuk kedalam apartemen nya dengan menyalahkan lampu flash di hp nya. Ia melihat Angel sedang menangis sambil menutup wajah nya.
"Tenang lah, aku di sini." ucap Alvaro yang memeluk Angel dengan sangat erat.
"Tuan saya takut." ucap Angel dengan suara yang bergetar.
"Tidak ada yang perlu di takuti aku di sini." kata Alvaro.
"Maaf aku terlalu lama, aku membeli kan mu sesuatu." ucap Alvaro.
"Terimakasih tuan." kata Angel yang masih memeluk Alvaro dengan erat.
__ADS_1