
"Ya sudah lain kali hubungi ayah saja, nanti ayah akan langsung mengirim pengawal untuk mu." Kata Alvaro.
"Iya yah." Verrel langsung masuk ke dalam rumah untuk mencari keberadaan Dylan.
"Dylan." Ucap Verrel.
"Ha ada apa." Tanya Dylan.
"Sini dulu, ada yang ingin aku bicarakan pada mu." Jawab Verrel.
Dylan dan Lia berjalan mendekati Verrel dan duduk bersama di sofa.
"Ada apa Verrel." Tanya Dylan.
"Aku ingin bertanya pada mu." Jawab Verrel.
"Apa tanyakan lah, jika aku tau akan aku jawab" Ucap Dylan.
"Dulu saat kita SMA, aku kau, Chiko dan Mario membully seseorang si kaca mata besar, dan yang paling parah aku hampir membuat nya mati. Nah aku rasa sekarang dia sedang membalaskan dendam nya pada ku, kau ingat tidak si kacad nata besar itu siapa nama nya." Tanya Verrel.
"Nova mungkin." Jawab Dylan.
"Apa benar Nova." Tanya Verrel.
"Sayang dari mana kamu mengingat nya kamu kan lupa ingatan." Tanya Lia.
"Ya karena aku tidak tau apa-apa aku jawab Nova Mungkin." Jawab Dylan.
Verrel langsung merasa orang paling bodoh seketika, ntah kenapa dia bisa tidak ingat jika Dylan sedang lupa ingatan.
__ADS_1
"Ah sial." Verrel mengacak-acak rambut nya.
"Kau kenapa Verrel, kau gila." Tanya Dylan.
"Iya benar aku gila karena aku bertanya masa lalu dengan orang yang lupa ingatan." Verrel langsung pergi meninggalkan Lia dan Dylan.
"Dia aneh sayang, aku tidak pernah tau memiliki sepupu yang aneh seperti itu." Ucap Dylan.
"Seperti nya dia sedang banyak pikiran sayang, sampai dia lupa jika kamu lupa ingatan." Kata Lia.
"Seperti nya begitu sayang, sebagai sepupu yang baik aku akan bertanya pada nya."
Verrel masuk ke dalam kamar sambil memegang kepala nya yang terasa cukup pusing. "Ah sial, kau benar-benar bodoh." Verrel melemparkan diri nya secara kasar ke atas ranjang.
"Dimana istri ku, aku tidak bisa menyentuh nya, padahal kalau pusing gini enak bermain kuda-kudaan, bagus aku lima jari saja." Ucap Verrel dan langsung masuk ke dalam kamar mandi.
"Sayang, kamu dimana." Teriak Akifa.
"Iya aku tidur dulu jangan lama-lama."
Setelah kurang lebih 30 menit di dalam kamar mandi akhirnya Verrel dapat menenangkan pikiran nya, ia keluar dari kamar mandi tanpa mengenakan apapun dan langsung tidur sambil memeluk Akifa.
"Sayang kamu hangat." Ucap Akifa.
"Hmmmm." Gumam Verrel.
Keesokan harinya, teman-teman Verrel datang ke rumah Verrel karena Verrel mengundang mereka. Bukan tanpa alasan karena Verrel ingin bertanya nama si kaca mata besar.
"Dylan kau tidak mengingat kami, aku Chiko dan ia Mario kita sering nobar dan olahraga lima jari bersama dulu." Kata Chiko.
__ADS_1
"Dia lupa ingatan karena kecelakaan, jadi percuma kau bertanya pada nya." Ujar Verrel.
"Kau yang suka mencari masalah dengan ku kan." Tanya Rizky.
"Wow ini pemandangan yang luar biasa, si Rizky musuh Verrel dapat menjadi menantu di keluarga ini." Kata Mario.
"Kau benar-benar masih menjengkelkan ya." Ucap Rizky.
"Sudahlah, kami sudah tidak ada masalah, kalian berhenti bertengkar." Kata Verrel.
"Hahaha maaf Rizky, kita juga baikan ya."
"Ya ya ya, Verrel sudah mengatakan nya tadi." Ucap Rizky.
"Kalian siapa si, cerewet sekali, aku pernah berteman dengan kalian, itu benar-benar aneh." Ujar Dylan.
"Kau gila, kita semua satu geng, kau Dylan orang paling mesum di sekolah." Kata Mario.
"Hahaha apa itu benar, aku percaya itu, karena saat ini aku selalu berpikir mesum."
"Apa kamu sudah siap adik ku sayang." Tanya Wanda.
"Aku selalu siap kak, Verrel benar-benar sangat tampan tubuh nya sangat proporsional." Jawab Dila.
Sementara itu di tempat lain, orang yang selama ini Verrel cari nama nya. Si kaca mata besar.
"Kau terpesona oleh nya, jangan sampai kau jatuh cinta pada nya Dila, ingat apa yang ia lakukan pada kakak dulu." Ucap Wanda.
"Siap kak, aku sudah menjadi salah satu karyawan Vins grup, tapi di sana aku tidak yakin bisa menggoda nya karena di sana sangat ketat."
__ADS_1
"Kau tenang saja, kita bermain secara halus sayang." Ucap Wanda.