
"Mas Verrel jangan menganggu proses kelahiran anak anda, ini antara hidup dan mati istri anda," ucap Dokter.
Verrel diam seketika, tubuh nya terasa gemetar saat melihat milik istri nya sudah bersentuh dengan gunting, Ia memandang wajah Akifa yang penuh dengan keringat menahan rasa sakit yang teramat dalam.
"Sayang, kamu bisa sayang." Verrel menempel wajah nya dan wajah Akifa, tangan nya menggenggam tangan Akifa dengan sangat erat.
Satu malam ia tidak tidur dan harus berhadapan dengan proses melahirkan yang sangat menyeramkan bagi nya, tubuh nya berkeringat seperti orang yang ingin melahirkan.
Verrel menaikan kepala nya saat mendengar sath tangisan bayi laki-laki, bayi yang sangat tampan telah keluar dari sarang nya.
"Anak ku," ucap Verrel.
Satu dokter mengambil alih bayi itu, dan satu dokter lagi menunggu bayi selanjutnya, biasanya jarak antara kembaran nya tidak terlalu lama.
Dan benar saja lima menit berlalu anak kedua Verrel lahir kedua, Akifa dan Verrel jatuh pingsan secara bersamaan. Satu satu Dokter langsung memeriksa Akifa karena Akifa lah yang sangat di khawatir saat ini, beruntung Akifa hanya kelelahan, begitu juga dengan Verrel yang dari malam tidak ada tidur yang membuat energi di dalam tubuh nya habis.
Dua bayi itu keluar dari ruang persalinan, karena kedua orang tua mereka pingsan kedua anak Verrel di gendong oleh nenek dan kakek nya.
"Sayang anak Verrel sangat tampan, ke dua nya laki-laki, dan sangat mirip dengan Verrel saat bayi dulu," kata Angel.
__ADS_1
"Bibit unggul sayang, aku saja tampan, cucu ku ya jelas sangat tampan," ucap Alvaro.
Mereka semua menahan tawa saat melihat Verrel yang juga di bawa keluar dari ruangan itu, tubuh nya sangat berantakan wajah nya memerah, lehernya terdapat cakaran dan rambut nya sudah seperti sapu ijuk.
"Apa yang terjadi dengan nya," ucap Alvaro.
"Biasa paman, korban ibu melahirkan, aku yakin Verrel trauma akan hal ini," ujar Rizky.
Alvaro memilih membawa Verrel masuk ke dalam kamar untuk membersihkan tubuh Verrel yang sangat berantakan.
"Kasihan junior mu, Verrel dia tersiksa kemarin makan akibat remasan tangan istri mu," ucap Alvaro sambil menahan tawa nya saat mengingat kejadian sebelum Akifa melahirkan.
Akifa juga sudah di pindah kan ke dalam kamar xua juga di infus seperti Verrel, untung saja Verrel menyiapkan dia keranjang tempat tidur untuk bayi mereka, satu di kamar nya dan satu di kamar bayi mereka.
Untuk sementara waktu Alvaro meletakan ke dua bayi Verrel di kamar Verrel dan Akifa agar jika orang tua mereka bangun langsung bisa melihat kedua anak mereka.
"Sayang aku ingin punya anak lagi," ucap Alvaro.
"Tidak ada, cucu mu sudah dua," tolak Angel.
__ADS_1
"Sayang iya ya, kita buat adik untuk Verrel," bujuk Alvaro.
"Tidak mau sayang, aku sudah tidak muda lagi."
"Kamu masih bisa punya anak sayang, kita bisa konsultasi ke dokter, aku tidak mau tau kamu harus lepas KB itu." ucap Alvaro.
Angel merasa sangat aneh ketika Alvaro meminta anak lagi dari nya, padahal dulu Angel selalu menawarkan agar diri nya hamil lagi tetapi Alvaro selalu menolak nya.
"Wah jelas masih bisa, walaupun sudah tidak muda lagi, jika merawat dan menjaga nya dengan sangat baik tidak akan terjadi apa-apa," ucap dokter.
"Yes aku akan mempunyai anak lagi," kata Alvaro.
Ia juga meminta pil subur untuk Angel dan diri nya agar mereka berdua cepat memiliki momongan. Alvaro dengan semangat langsung membawa Angel masuk ke dalam kamar nya, pengaman yang ia pakai selama ini ia buang dan langsung membuat adik untuk Verrel.
Siang hari nya, setelah puas membuat adik untuk Verrel, Alvaro kembali masuk ke dalam kamar Verrel untuk melihat kedua cucu nya, Akifa sudah sadar dah sedang mencoba memberikan asih pada anak nya, yang di bantu oleh dokter.
"Bangun Verrel," Alvaro memukul junior Verrel dengan pelan walaupun pelan tetap terasa sakit untuk Verrel.
"Ahhh sakit, junior ku," ucap Verrel.
__ADS_1