
"Kenzo," ucap Kenzi yang melihat Kenzo sedang mengintip ke arah luar.
Kenzo memberikan isyarat agar Kenzi diam dan tidak banyak bergerak, karena di luar ia melihat raja rimba sedang memakan buruan nya.
Kenzo sedikit mundur ke belakang mendekati Kenzi yang masih tidak tau apa-apa. "Diam ada raja hutan, kau tidak kau mati kan."
Bola mata Kenzi langsung membesar saat Kenzo mengatakan ada raja hutan di depan saja, ia sangat takut jika Raja hutan itu mengetahui keberadaan mereka berdua.
"Sudah jangan takut, lebih baik kita diam," kata Kenzo.
Tiba-tiba Kenzo dan Kenzi mendengar suara helikopter yang sedang melintas di atas mereka. Sontak mereka berdua saling menatap karena mereka tau pasti itu tim yang di utus keluarga mereka.
Mereka berdua tidak bisa berteriak atau memberikan tanda jika mereka berdua ada di tempat itu. Raja hutan dan teman-temannya sedang bersantap di depan sana, jika mereka berdua berteriak mereka bisa menjadi hidangan penutup untuk rombongan raja hutan tersebut.
"Percaya pada ku, besok pagi mereka akan kembali menelusuri tempat ini," bisik Kenzo.
Kenzo dan Kenzi memutuskan untuk tidur kembali dengan harapan besok pagi rombongan raja hutan itu telah pergi dan tim yang menyelamatkan mereka kembali melintas di tempat itu.
Sinar matahari yang cukup terik menembus atap yang terbuat dari daun tempat Kenzo dan Kenzi tidur, Sinar itu membuat mereka berdua terbangun karena efek silau yang di timbulkan.
"Stttt diam, aku lihat dulu," bisik Kenzo.
"Bagaimana Kenzi, ahhh tangan ku bengkak," tanya Kenzi.
"Huakkkkk," Teriak Kenzo, yang membuat Kenzi terkejut karena ia sedang dalam mode serius.
"Akhhhh, kau gila," teriak Kenzi.
"Hahaha sudah aman," ucap Kenzo.
"Kau membuat ku terkejut, kau sangat gila," ucap Kenzi.
"Hahaha sudah jangan banyak marah, nanti kau semakin lapar."
"Iya kau benar aku sangat lapar, bagaimana ini aku bisa mati," ucap Kenzi.
"Ayo keluar kita mencari makan, dan mana tau helikopter yang mencari kita datang kembali."
"Mencari makan apa, di hutan begini kok," tanya Kenzi.
"Aku juga tidak tau, mana tau ada Buah-buahan segar yang bisa kita makan," jawab Kenzo.
__ADS_1
"Kenzi kau dulu pernah ikut latihan fisik bukan," tanya Kenzo.
"Iya aku pernah latihan fisik, kakek kan sudah mengajari ku," jawab Kenzi.
"Ya terus kenapa kau lebih manja dari ku. Ayo lah bersikap dewasa."
"Kan aku dengan mu, kau kakak ku jadi aku harus manja pada mu."
"Jadi kau tidak benar-benar takut, hanya ingin bermanja pada ku," tanya Kenzo.
"Eh jelas tidak, ayo cepat keluar. Kita harus mencari makan," jawab Kenzo.
Di Efron grup Vero dan Alvaro sudah membawa media untuk jumpa pers, Sonia juga sudah tampil sangat cantik karena ia akan tampil di depan orang banyak.
"Kau sudah siap," tanya Vero.
"Aku gugup paman," jawab Sonia.
"Tenang saja, jika tidak ingin menjawab pertanyaan mereka cukup diam dan tersenyum," kata Vero.
"Jika mereka marah bagaimana," tanya Sonia.
Walaupun sangat gugup Sonia berusaha terus memperlihatkan senyuman manis nya. Ia tidak ingin karena kegugupan nya semua berjalan tidak sesuai dengan yang mereka rencana kan.
Sonia menjelaskan semua nya dengan sangat lancar, ia juga bersumpah jika berita yang tersebar salah besar. Beberapa foto pernikahan nya dengan Kenzo juga sudah ia perlihatkan ke media.
"Dimana Kenzo, bukan nya dia harus datang bersama anda?"
"Cucu saya sedang berada di luar kota, karena permasalahan ini membuat nya sangat pusing dan memerlukan waktu agar bisa tampil ke publik, minggu depan cucu saya sudah bisa menemui kalian semua. Terima kasih," ucap Alvaro dan langsung pergi dari tempat itu bersama dengan yang lainnya.
Dengan perasaan lega Sonia masuk ke dalam mobil untuk pulang ke rumah. Alvaro dan Vero cukup bangga dengan ketenangan yang Sonia lakukan.
"Kau hebat Sonia," ucap Vero.
"Terima kasih paman."
"Mungkin nama mu akan trending dimana-mana, jangan keluar rumah sendirian, hal itu sangat berbahaya untuk mu," ucap Alvaro.
"Iya kek Sonia mengerti."
Tiba-tiba handphone milik Vero berbunyi, ia melihat siapa yang menghubungi nya karena saat Vero tidak bisa sembarang menerima telepon.
__ADS_1
"Siapa," tanya Alvaro.
"Ayah mertua." Vero langsung mengangkat panggilan itu.
"Aku sudah berada bersama Verrel, kami akan mulai melakukan pencarian."
"Iya yah, Terima kasih atas bantuan nya. Saat kau kembali ke sini aku janji akan memberikan mu cucu," ucap Vero.
"Hahaha aku tunggu Janji itu, ya sudah aku harus segera terbang," kata Marion dan langsung memutuskan sambungan telepon itu.
"Ayo Verrel," ucap Mario.
Ketika ingin berangkat tim yang di pimpin oleh Dylan dan Aldy menemukan bangkai helikopter yang Kenzi dan Kenzo naikin. Dengan cepat Verrel langsung pergi menuju lokasi itu.
Sesampainya di sana agar lebih yakin lagi Vero langsung memeriksa helikopter yang telah hangus itu, ia ingin memeriksa apakah ada tanda tanda orang terbakar di dalam sana.
"Aku rasa hanya satu orang, yaitu pilotnya," kata Mario.
"Iya kau benar, tidak ada lagi orang di dalam sana, Kenzi dan Kenzo pasti selamat. Mereka pasti sedang terjebak di dalam hutan ini," ucap Verrel.
Verrel dan yang lainnya langsung berkumpul, mereka membagi empat kelompok besar untuk mencari keberadaan Kenzi dan Kenzo Verrel yakin mereka berdua tidak begitu jauh dari tempat ini.
Verrel membawa pasukan nya ke arah selatan, Mario ke Utara, Dylan ke Barat dan Aldy ke arah Timur.
Sementara itu Kenzo dan Kenzi menyempatkan mandi dahulu sebelum pergi dari tempat itu, beruntung sumber air tidak terlalu dalam dan sangat jernih yang membuat mereka berdua ingin cepat merasakan kesegaran air itu.
"Kau tidak malu," ucap Kenzo saat melihat Kenzi sudah tidak memakai apapun.
"Untuk apa malu, ukuran milik kita sama dan kau saudara kembar ku," kata Kenzi dan langsung masuk ke dalam air.
Melihat Kenzi yang begitu senang di dalam air membuat Kenzo ikut melakukan apa yang Kenzi lakukan. Saat masuk ke dalam air tubuh mereka berdua terasa cukup perih karena luka yang kecelakaan kemarin.
"Kenzi punggung mu parah," ucap Kenzo.
"Tidak papa, aku tidak merasakan sakit," kata Kenzi berbohong.
Karena terlalu asik bermain dengan air mereka berdua lupa jika harus pergi dari tempat itu.
"Kenzo kau mendengar nya," tanya Kenzi.
"Aku tidak mendengar apapun, sudah jangan di pikirkan, kita terus bermain air saja," jawab Kenzo.
__ADS_1