Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 276 S3


__ADS_3

"Aku hanya memperingatkan mu, jika kamu tidak percaya itu hak mu, jangan sampai kamu menyesal saat sudah tidak mendapatkan penghalang sama sekali." Ucap Tina dan pergi meninggalkan Dylan.


"Apa yang di katakan, aku juga tidak akan menyentuh Lilis, aku sama sekali tidak memiliki nafsu bersama nya." Batin Dylan.


"Kenapa Dylan." Tanya Sumanto.


"Eh bapak, tidak ada pak, minum pak." Jawab Dylan.


"Tidak, bapak sudah minum di sana, ayo kita pulang. Nanti Tina akan mengambil ini." Ucap Sumanto.


"Ayo pak, Dylan juga sudah lelah, ingin cepat-cepat istirahat."


"Jika kamu sudah menikah, jangan lupa cepat beri bapak cucu." Ucap Sumanto.


"Bagaimana cara memberi nya pak, bapak ada-ada saja." Kata Dylan.


"Apa kamu tidak tau cara membuat nya, apa hal seperti itu juga hilang dari ingatan mu." Tanya Sumanto.


"Hal seperti apa pak." Tanya Dylan yang berpura-pura tidak tau.


"Nanti bapak akan menjelaskan nya, dan kau tinggal memperagakan nya." Jawab Sumanto.


"Pak aku tidak mau menikah dengan Lilis, bagaimana cara aku menolak pernikahan ini." Batin Dylan.


Beberapa hari telah berlalu hari ini hari pernikahan Dylan dan Lilis, rumah pak Sumanto sudah di hias sedemikian rupa untuk memeriahkan pesta pernikahan Dylan dan juga Lilis.

__ADS_1


Dengan ragu Dylan mengganti pakaian nya dengan pakaian yang di siapkan oleh Lilis, sejak tadi malam mereka berdua sudah satu kamar yang sama, tetapi sesuai dengan perkataan nya saat itu Dylan sama sekali tidak mau menyentuh Lilis padahal Lilis terus menggoda nya.


"Aku sangat senang." Ucap Lilis.


"Aku tidak, ini sangat tidak adil untuk ku." Batin Dylan.


"Kamu kenapa mas." Tanya Lilis.


"Tidak ada, bisa kah kamu keluar dulu, aku ingin mengganti pakaian ku." Ucap Dylan.


"Untuk apa aku keluar mas, kita mau menikah, buat apa kamu malu lagi pada ku." Kata Lilis.


Sementara itu Verrel sudah berada di desa ke empat belas, kabar tentang Dylan sudah semakin jelas. Mereka mendapatkan informasi jika di desa sebelah ada seseorang yang menemukan orang hanyut dan mereka yakin itu Dylan.


"Kalian harus melewati jalur air selama tiga puluh menit, lalu naik ojek sekitar tiga puluh menit."


"Mari saya antar ke tempat penyewaan sampan."


Verrel, Rizky dan Dylan pergi bersama bapak kepala desa. Mereka sangat senang akhirnya mendapatkan angin segar tentang keberadaan Dylan.


"Apa semua sudah siap." Tanya Sumanto.


"Belum pak, beri aku waktu 45 menit lagi, aku belum menghafal kan ijab qobul nya." Jawab Dylan.


"Itu terlalu lama Dylan, tiga puluh menit setelah itu keluar dari kamar bersama Lilis." Ucap Sumanto.

__ADS_1


Dylan benar-benar terasa sangat bimbang, saat melihat Lilis mengenakan baju pengantin pikiran Dylan tertuju pada satu wanita, tetapi ia sama sekali tidak bisa melihat wajah wanita itu di dalam mimpi nya. Bahkan dalam beberapa hari terakhir Dylan melakukan mandi wajib setiap pagi karena selalu bermimpi berhubungan dengan wanita misterius itu.


"Kenapa mas." Tanya Lilis.


"Tidak ada." Jawab Dylan.


Dylan merebahkan diri nya ke atas kasur sambil memejamkan mata nya, mulut nya berusaha menghafal ijab qobul itu tetapi otak nya sama sekali tidak konsentrasi.


Setelah 30 menit berlalu Sumanto kembali masuk kedalam kamar karena Dylan masih belum keluar kamar, sedangkan Lilis dan para tamu undangan sudah berada di depan.


"Ayo Dylan." Ucap Sumanto.


"Aku masih belum menghafal nya." Kata Dylan.


"Bagaimana ini ya, sudah banyak orang di depan. Oh iya kau bisa melihat catatan itu tidak papa." Ucap Sumanto.


"Apa benar tidak papa pak." Tanya Dylan.


"Tidak papa, ayo cepat." Jawab Sumanto.


Verrel, Rizky dan Candra sudah melewati jalur air saat ini mereka sedang menempuh perjalanan jalur darat menggunakan ojek. Verrel sangat kesal karena ojek yang mereka tumpangi sangat lambat, ia mengambil alih kemudi dan langsung menancap gas tinggi meninggalkan Rizky dan Candra yang makan debu akibat ulah nya.


Dylan dan Sumanto keluar dari kamar, Lagi-lagi karena ketampanan nya Dylan menjadi pusat perhatian para tamu undangan. Ia duduk di samping Lilis tepat di hadapan Sumanto yang akan menikahkan mereka.


Verrel telah sampai di desa tempat Dylan berada, tetapi ia tidak tau dimana Dylan tinggal, Verrel berjalan mendekati sebuah warung dan bertanya pada pemilik warung tersebut.

__ADS_1


"Menikah." Ucap Verrel yang sangat terkejut.


Setelah mendapat kan alamat tersebut Verrel langsung berlari mencari rumah sesuai dengan alamat yang di berikan pemilik warung.


__ADS_2