
"Besar sekali kamar nya." Ucap Rizky.
"Biasa aja pak, bukan nya hotel tempat kita menginap seperti ini." Kata Alana.
"Itu hotel Alana, jangan kamu samakan." Rizky merebahkan diri nya ke atas kasur.
"Ya sudah saya keluar dulu, kita belum menikah dan tidak bagus jika berada di ruangan yang sama, bisa-bisa akan terjadi perkembangan biakan." Ucap Alana.
"Saya pernah berburuk sangka pada mu." Kata Rizky.
"Maksud bapak bagaimana? "
"Saya pernah melihat kamu berpelukan dengan pak Adit, saya pikir kamu simpanan pak Adit, tapi ternyata kamu anak nya." Ucap Rizky.
"Ha mana mungkin saya melakukan hal serendah itu, saya tidak akan mau memberikan kesucian saya pada laki-laki tua seperti papah saya."
"Jika pada saya bagaimana, apa kamu mau." Goda Rizky.
"Pak kenapa bapak mesum sekali ya." Ucap Alana.
"Apa salah, kamu juga akan menjadi istri ku, ayo lah Alana." Rizky tersenyum mesum pada Alana.
"Seperti nya urat syaraf bapak sudah putus, saya permisi." Alana pergi meninggalkan Rizky.
"Aku tidak bisa membayangkan jika kami berdua sudah sah menjadi sepasang suami istri." Batin Alana.
Saat ingin memejamkan mata nya, Verrel dan Dylan masuk ke dalam kamar Rizky, mereka ingin mengajak Rizky minum bersama.
"Hey kau, ayo ikut kami." Ucap Verrel.
__ADS_1
"Kemana kalian mau membawa ku, aku sudah mendapatkan posisi pw." Tanya Rizky.
"Jika ingin menikah dengan adik kami, tidak semudah itu kau harus ikut dengan kami dulu." Jawab Dylan.
Mau tidak mau Rizky terpaksa ikut bersama dengan Dylan dan Verrel, mereka berdua berjalan masuk ke dalam suatu ruangan. Seperti ruangan perkumpulan teman-teman Verrel dan Dylan.
"Aku tidak minum." Ucap Rizky.
"Harus minum, aku juga tidak kau minum." Kata Verrel.
"Baiklah, aku juga penasaran dengan rasa nya."
Mereka bertiga mengobrol dan membicarakan masa lalu mereka di kampus. Karena mulai mabuk Verrel dan Rizky mulai membicarakan hal yang tidak-tidak.
Dylan menaikan satu alis nya saat melihat tingkah mereka berdua, Dylan seperti Alex yang sudah kebal dengan minuman Alkohol. Berbeda dengan Verrel yang sangat mudah sekali mabuk.
Mata Verrel mulai kabur, ia melihat Rizky seperti Alifa istri nya, begitu juga dengan Rizky yang melihat Verrel seperti Alana.
Saat sudah berada di dalam kamar Rizky malahan mereka berdua tiba-tiba berpelukan di atas ranjang.
"Biar lah, aku tidak peduli." Dylan pergi meninggalkan Verrel dan Rizky.
"Panas." Mereka berdua melepaskan semua pakaian mereka karena merasa kepanasan.
Pagi hari telah tiba, Verrel dan Rizky tidur dengan saling menghadap walaupun tubuh mereka tidak saling menyentuh.
Mereka berdua kompak membuka mata saat sinar matahari membuat mata mereka berdua terasa silau, dan....
"Ahhhhhkkkk." Teriak mereka berdua.
__ADS_1
"Kau, kenapa kau di sini." Tanya Verrel.
Rizky melihat tubuh Verrel yang tidak memakai apapun. "Dimana pakaian mu." Rizky membuang arah pandangan nya.
"Pakaian mu juga." Verrel melakukan hal yang sama.
"Kita tidak memakai apapun, apa kita melakukan hal menjijikkan." Ucap Rizky.
"Tidaakkkkkk." Teriak mereka berdua.
"Tidak kita tidak melakukan apapun hanya tidur." Ucap Rizky.
"Iya iya kau benar, kita tidak melakukan apapun. Aku mau mengkhianati istri ku." Kata Verrel.
"Sudah keluar dari kamar ku, sebelum ada orang yang melihat kita berdua. Verrel langsung mengambil pakaian nya yang berserakan di lantai, ia hanya memakai celana pendek dan langsung berlari keluar dari kamar.
" Sayang, kenapa kamu hanya memakai celana pendek." Tanya Akifa.
"Aku ketiduran di ruang Gym. Dan aku ingin memakan mu sayang." Verrel menggendong Akifa naik ke atas ranjang. Ia sengaja melakukan hal itu agar Akifa tidak banyak bicara.
"Pak Rizky, bangun." Alana berlari masuk ke dalam kamar Rizky.
Karena tidak hati-hati Alana kepeleset saat menginjak ****** ***** Rizky.
"Bruk." Alana jatuh ke atas tubuh Rizky.
"Alana kamu mah bereproduksi dengan saya." Tanya Rizky yang mendapatkan durian runtuh.
"Pak." Alana berusaha bangkit dari atas tubuh Rizky.
__ADS_1
Rizky menahan tubuh Alana. "Kenapa kamu masuk kedalam kamar saya, dan kita berdua sudah dua kali seperti ini."