Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 84 S4


__ADS_3

Malam telah berganti siang hari, karena kelelahan mereka semua bangun tidak tepat di waktu. Di dapur hanya ada beberapa istri yang sedang menyiapkan makanan untuk suami mereka.


"Sayang bangun, sayang bangun," ucap Sonia sambil menggoyang tubuh suami nya.


"Ada apa sayang, aku sangat lelah," tanya Kenzo.


"Kamu lupa atau pura-pura lupa, kamu yang meminta ku untuk membangunkan mu," jawab Sonia.


"Iya sayang aku ingat, tapi juga tidak pagi-pagi buta seperti ini. Aku sangat lelah dan sangat mengantuk."


"Sayang buka mata mu dulu, ini sudah siang. Aku juga sudah telat membangunkan mu," ucap Sonia.


Kenzo yang awal nya terpejam langsung membuka mata nya Lebar-lebar. "Akhhh aku telat," ucap Kenzo dan langsung berlari masuk ke dalam kamar mandi.


Tak lama Kenzo kembali keluar dari kamar mandi, karena tidak sempat mandi. Kenzo hanya mencuci muka dan menyikat gigi nya saja.


"Kamu kenapa buru-buru sayang," tanya Sonia.


"Aku ada janji dengan kakek dan daddy, pasti aku sudah telah dan mereka akan marah. Lalu menghukum ku," jawab Kenzo.


"Ya sudah cepat, pakai pakaian mu. Aku buat kan makanan dulu untuk mu."


"Tidak sempat, nanti saja aku makan. Aku harus ke ruang kakek dulu," kata Kenzo.


Setelah selesai bersiap-siap Kenzo langsung berlari keruangan kakek nya Alvaro.


"Maaf aku telat," ucap Kenzo sambil menundukkan wajah nya.


"Maaf dad, kek aku telat. Aku benar-benar sangat lelah, jadi aku bangun kesiangan."


Kenzo terus menundukkan kepala nya, Kenzo mengerutkan dahi nya karena tidak ada tanggapan dari Alvaro dan Verrel. Betapa terkejut nya Kenzo saat ia menaikan kapala nya karena tidak ada orang di dalam ruangan itu.


"Dimana mereka," teriak Kenzo yang sangat kesal.


Sakura terbangun dengan tubuh yang terasa sangat remuk, karena ulah suami nya yang meminta nya untuk melakukan berbagai macam gaya yang sangat sulit untuk ia lakukan. Sakura tidak menyangka jika Vero si bocah manja memiliki imajinasi yang sangat luar biasa.


"Aahhkkk rasanya aku tidak ingin terbangun," ucap Sakura sambil meregangkan otot tubuh nya.


"Sayang bangun, sayang sudah siang." Sakura menggoyang tubuh suami nya agar suami nya terbangun.


"Tangan mu nakal ya, masih belum puas," tanya Vero karena saat ini Sakura memegang junior nya.


"Eh tidak, aku tidak sengaja. Jangan mesum ya aku sangat lelah."


"Yang mesum siapa sayang, aku juga lelah," ucap Vero.


"Kalau tidak mesum kenapa, itu bangun. Pikiran kau kemana-mana pasti," tanya Sakura sambil memicingkan ke dua mata nya.


"Hahaha tidak sayang, itu karena pagi hari dia bagun sendiri saat aku bangun. Itu normal sayang dan mungkin kalau kamu mau dia langsung bisa di pakai," jawab Vero.


"Kan mesum." Sakura menumpuk wajah suami nya dan langsung berlari masuk ke dalam kamar mandi.


"Hahaha kenapa aku sangat suka dengan tingkah nya. Kemarin malam aku benar-benar sangat bersemangat sampai sekarang pinggang ku terasa sangat sakit. Sekarang aku mulai tau kenapa ayah sering diam-diam melakukan nya dengan bunda. Aku menyesal terlah melarang ayah melakukan kegiatan enak ini."


Setelah istri nya selesai mandi, baru lah Vero masuk ke dalam kamar mandi, ia yakin hari ini akan menjadi hari yang sangat berat untuk nya.


Kenzo berjalan masuk ke dalam kamar daddy nya dan ternyata daddy nya masih tertidur dengan sangat lelap.


"Kenzo ada apa sayang," tanya Akifa.


"Mommy apa daddy belum bangun dari tadi," tanya Kenzo.


"Belum sayang, tadi malam dia bergadang bersama yang lainnya, sekitar jam 3 dini hari daddy mu baru masuk ke dalam kamar."


"Dan tidak tidur," tanya Kenzo.


"Iya sayang, hehehe kamu tau saja sendiri kan daddy mu," jawab Akifa.


"Ya sudah mommy. Daddy urusan kau ya, aku sudah bangun cepat-cepat dan dia melupakan janji nya."


"Hahaha iya, kau urus saja daddy mu," ucap Akifa.


Kenzo benar-benar geram dengan daddy nya, dengan kasar ia langsung melompat ke atas kasur dengan kaki nya menimpah perut Verrel.


"Ahhkkk," teriak Verrel.

__ADS_1


"Bangun daddy, bangun cepat bangun," teriak Kenzo tepat di kuping Verrel.


"Ahhkkk kau gila, kau menganggu ku," ucap Verrel dengan sangat kesal pada Verrel.


Kenzo memeluk Verrel dengan erat, ia sudah cukup lama tidak bermanja pada Verrel seperti ini.


"Ada apa kenapa kau jadi manja seperti ini," tanya Verrel sambil mengusap rambut Kenzo.


"Kau melupakan janji mu dad, kemarin kita sudah berjanji untuk berkumpul di ruang kerja kakek pagi-pagi."


"Oh iya aku lupa, maaf aku sangat lelah. Kau sudah ke sana apa ada kakek mu di sana," tanya Verrel.


"Iya aku sudah ke sana, dan di sana tidak ada siapapun, aku rasa kakek sama seperti mu, ketiduran," jawab Kenzo.


"Hahaha maaf Kenzo, kau pasti sudah bangun pagi-pagi agar tidak telat. Eh malah aku dan kakek mu yang belum bangun."


Akifa tersenyum melihat kedekatan Kenzo dan Verrel, ia berjalan mendekati mereka berdua dan ikut naik ke atas kasur di samping Verrel. Ia tidak berada di samping Kenzo karena sudah pasti Verrel akan cemburu.


"Mommy kenapa di sana, sini dengan ku," ucap Kenzo.


"Daddy mu tidak akan memperbolehkan nya, sudah aku di sini saja,"


"Kamu pintar sayang, anak mu sudah besar jangan mau di peluk-peluk oleh nya," ucap Verrel.


"Bilang saja daddy cemburu pada ku, aku anak mu untuk daddy cemburu pada ku, lagi pula aku sudah punya istri."


"Sudah sudah jangan merusak momen ini dengan pertengkaran kalian berdua."


"Daddy aku tidak ingin tampil di publik, aku ingin hidup ku di privasi seperti ini," kata Kenzo.


"Sudah terlambat Kenzo, kau harus tampil ke publik. Istri mu juga sudah tampil dan publik sudah harus tau jika kau memang masih hidup. Kau juga harus membantah semua tudingan yang tidak benar yang telah tersebar.


"Sayang percaya dengan mommy, setelah kau tampil di publik tidak banyak yang berubah dari kehidupan mu. Sudah turuti semua yang daddy dah kakek mu katakan," ujar Akifa.


"Aku sangat marah pada orang yang melakukan hal ini pada ku. Apa salah ku pada nya, dan kenapa dia tau aku masih hidup."


"Bukan hanya itu Verrel, orang yang menyebarkan berita itu juga memiliki banyak foto mu, dari kau kecil sampai saat ini. Aku rasa orang yang melakukan itu adalah orang terdekat atau orang yang pernah bekerja di rumah kita," potong Verrel.


"Kau rasa seperti itu dad, jika aku menemukan nya aku akan menghabisi diri nya," ucap Kenzo.


**


Beberapa orang sudah berkumpul di ruangan Alvaro, mereka semua ingin membahas masalah di keluarga ini lebih dalam dan merinci, agar tidak terjadi sesuatu seperti kemarin.


"Aku rasa yang harus pergi ke sana, Kenzi dan Mario. Mereka berdua pernah menyalakan misi bersama dan aku yakin mereka berdua akan berhasil," kata Verrel.


"Tambah Rizky, dia cukup pintar dalam masalah seperti ini," ucap Dylan.


"Tidak Rizky tetap di sini. Verrel kau saja yang ikut mereka. Aku yang akan mengurus Kenzo dengan media," ujar Alvaro.


"Aku tidak masalah, apa semua nya setuju," tanya Verrel.


"Iya dad aku sangat setuju aku suka rencana ini," jawab Kenzi.


"Kalau semuanya setuju kita harus segera bergerak. Ayo tunggu apa lagi."


Sebelum Mario pergi bersama yang lainnya, ia berjalan mendekati Vero yang sedang sangat sibuk dengan laptop nya. Jika laptop itu bisa berbicara pasti ia meminta ampun karena Vero sangat memasak nya bekerja sangat keras.


"Hey kau tida menyapa ayah mertua mu," tanya Mario.


"Hahaha maaf ayah, aku tidak ingat jika kau ada di sini."


"Kau menantu durhaka, bagaimana apa anak sudah hamil?"


"Ayah aku baru dua kali melakukan nya, mana mungkin Sakura hamil secepat itu dan lagi kamu baru saja menikah," jawab Vero.


"Hahaha mana tau kau sangat hebat, bibit unggul mu sangat luar biasa," kata Mario.


"Jangan asal yah, aku janji jika istri ku hamil, kau orang pertama yang akan aku beri tau."


"Aku pegang kata-kata mu, awas saja aku sampai orang terakhir yang kau beri tau," ucap Mario.


"Iya yah, Hati-hati menjalankan misi ini. Kau sudah tua jangan sampai kau hilang seperti Kenzo dan Kenzi."


"Iya kau tenang saja, aku bukan anak kecil lagi. Sudah aku pergi dulu, aku juga jalan kan tugas mu dengan baik dan benar," ucap Mario.

__ADS_1


Kenzo Vero serta Alvaro juga langsung pergi ke kantor. Kenzo membawa istri nya karena ia akan kembali jumpa pers bersama media. Sedangkan Vero akan membuat berita buruk yang menimpa keluarga mereka dengan berita baru yang akan segera muncul.


"Sayang aku sangat deg deg kan, apa kamu seperti ini juga," tanya Kenzo.


"Iya aku juga sama dengan mu, kemarin aku juga sangat deg-deg kan." jawab Sonia.


"Terus apa yang kamu lakukan sampai kamu bisa setenang dan sangat lancar menjawab pertanyaan mereka," tanya Kenzo.


"Aku hanya menarik nafas ku secara perlahan, setelah itu aku memejamkan mata ku dan aku mencoba berpikir dengan sangat tenang, aku juga selalu berpikir yang akan aku lakukan demi orang yang sangat aku cintai yaitu kamu."


"Ahkkk menggombali ku," ucap Kenzo.


"Eh enak saja, aku tidak menggombali mu, aku hanya menjawab pertanyaan mu tadi. Kamu jangan terlalu percaya diri," kata Sonia.


Sesampainya di Efron grup mereka berdua masih memiliki waktu untuk menyiapkan semua nya dengan baik. Alvaro juga sedang mengatur semua nya agar berjalan dengan lancar.


"Aku sudah menemukan nya," ucap Vero.


"Menemukan apa," tanya Kenzo.


"Menemukan dari mana awal berita itu berasal," jawab Vero.


"Dari mana Vero," tanya Alvaro yang bergabung dengan mereka semua karena tugas nya sudah selesai.


"Dari media besar yah, aku mendapatkan informasi ada seseorang yang menjual berita ini dengan harga yang sangat mahal. Karena semua nya seperti benar-benar terjadi dan keluarga kita dengan sangat berpengaruh. Media ini langsung membeli nya dengan yang di tawarkan."


"Kurang ngajar, aku akan langsung membereskan mereka. Dan mencari tau dari mana mereka mendapatkan semua foto itu," ucap Alvaro.


"Kenapa aku jadi curiga dengan mantan nya Kenzi," ujar Kenzo.


"Siapa mantan nya Kenzi," tanya Vero.


"Paman tidak tau, mereka sudah lama berpacaran mama nya Novi," jawab Kenzo.


"Oh iya aku ingat, kenapa kau curiga dengan nya," tanya Alvaro.


"Begini kek, aku tidak mungkin asal curiga pada nya, pertama hanya dia orang luar yang tau aku masih ada sadari aku kecil. Ke dua kata Kenzi hubungan mereka berdua tidak baik saat berpisah. Novi selingkuh dari Kenzi dan Kenzi sangat marah, semenjak itu mereka berdua putus dengan keadaan yang tidak baik-baik."


"Kecurigaan mu cukup beralasan, tapi kita jangan asal menuduh dulu, aku yakin cepat atau lambat orang yang melakukan hal ini akan terkuak. Sekarang kau dan Sonia sudah bisa jumpa pers sekarang juga."


Kenzo dan Sonia berjalan berdampingan, mereka berdua sama-sama tersenyum lebar menghadapi kamera yang terus menerus memotret mereka berdua.


"Apa kau benar-benar Kenzo, bukan Kenzi yang sedang menyamar."


"Apa kau tidak bisa melihat dengan baik, perbedaan ku dengan Kenzi adik ku sendiri," tanya Kenzo.


"Kau dengan adik mu sangat mirip, kamu cukup sulit membedakan kalian berdua."


Kenzo membuang nafas nya dengan perlahan, ia menepuk tangan nya untuk memberikan kode. Tak lama layar besar di belakang mereka menyala menampilkan sambungan Video call dengan Kenzi.


"Iya ada apa," tanya Kenzi.


"Tidak ada, kau Kenzi kan bukan Kenzo."


"Apa kau gila kak, aku Kenzi untuk apa aku menyamar menjadi diri mu," ucap Kenzi.


"Ya sudah, bye bye." Layar besar itu kembali padam.


"Susah jelaskan sekarang, aku Kenzo bukan Kenzi dan aku masih hidup. Berita yang tersebar selama ini tidak benar, semua nya salah. Keluarga ku memang menyembunyikan ku dari media, karena aku sedang sakit psikolog dan fisik. Tapi mereka melakukan ini demi kebaikan ku, mereka tidak ingin aku menjadi pusat perhatian banyak orang dan membuat ku semakin stres."


"Ketika aku sudah sembuh, aku pasti akan memberitahu keadaan ku pada kalian semua Tapi karena berita ini sudah terlanjur menyebar aku harus klarifikasi walaupun aku belum siap," ucap Kenzo.


"Kenapa anda belum siap untuk tampil ke publik, bukan nya hal itu sudah menjadi ke seharusan untuk anda?"


"Yang seperti aku katakan tadi, aku tidak ingin stres kembali dan semua pengobatan yang telah aku lakukan selama ini sia-sia," kata Kenzo.


"Nona apakah anda menikah dengan tuan muda dalam kondisi tuan muda masih sakit."


"Iya itu benar, aku membantu nya bangkit untuk di diri nya sembuh," kata Sonia.


Mereka berdua terus menjawab pertanyaan yang perlu dan harus mereka jawab.


_+@! #


Halo semua, maaf ya banyak typo, author saat ini sedang kehilangan semangat untuk menulis. Rencana author mau hiatus tetapi tidak tega dengan kalian yang sangat setia menunggu cerita ini.

__ADS_1


__ADS_2