Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 178 S3


__ADS_3

"Kenapa kamu tidak suka, saya tidak memaksa kamu berada di sini." Ucap Rizky.


"Tidak pak, akan saya lakukan." Alana kembali merapikan buku yang sebenarnya sudah sangat rapi.


Beberapa menit telah berlalu dan Alana kembali menyelesaikan tugas nya, kali ini Rizky melihat pekerjaan Alana.


"Kemari lah." Panggil Alana.


"Iya pak, ada apa." Tanya Alana.


"Sebelum kau masuk ke dalam devisi, kau akan menjadi asisten pribadi ku terlebih dahulu. Kau akan ikut aku kemana pun jika berhubungan dengan pekerjaan, ingat hanya sebatas pekerjaan jangan coba-coba kau mencuri kesempatan untuk mendekati ku." " Jawab Rizky.


"Ya ampun, apa saat pembagian sifat percaya diri dia mendapatkan nya secara berlebihan. Kenapa dia percaya diri sekali." Batin Alana.


"Iya pak, oh iya pak saya duduk di mana, atau apakah saya mempunyai ruangan khusus." Tanya Alana.


"Duduk di lantai." Jawab Rizky.


"Ah bapak jangan bercanda, mana mungkin saya duduk di lantai." Kata Alana.


"Apa di raut muka saya keliatan bercanda." Tanya Rizky.


"Wajah mu dingin seperti es batu, kau tidak memiliki sedikit pun ekspresi." Batin Alana.


"Duduk." Ucap Rizky.


"Duduk, ah ini sangat gila." Batin Alana sambil duduk di lantai.


Rizky bangkit dari kursi kebesaran nya, Ia melirik ke arah Alana sebagai kode untuk mengikuti nya.


"Mau kemana pak." Tanya Alana.


Rizky tidak menjawab pertanyaan dari Alana, ia terus berjalan tanpa menoleh lagi ke arah Alana. Alana bangkit dari lantai berjalan mengikuti Rizky.


Rizky masuk ke ruangan tempat devisi nya berada, mereka semua langsung berdiri saat Rizky datang.


"Selamat siang pak." Ucap mereka semua.

__ADS_1


"Apa pak Adit sudah memberi tau kalian jika akan ada karyawan baru." Tanya Rizky.


"Sudah pak, kami juga sudah menyiapkan meja untuk nya, kata pak Adit dia karyawan yang spesial" Jawab Indah.


"Terimakasih." Alana berjalan mendekati mereka semua.


"Wah dia sangat cantik." Ujar Rijal.


"Kamu sudah tau tempat ku, ingat selalu berada di meja mu dan perhatian telepon di depan mu." Rizky pergi meninggalkan ruangan itu.


"Halo semua, nama saya Alana, salam kenal." Ucap Alana.


"Hay Alana, salam kenal." Saut mereka semua.


"Alana, aku indah." Indah mendekati Alana.


"Hay indah." Alana tersenyum pada indah.


Setelah berbicara dengan Verrel tubuh Dylan terasa tidak enak, ia berjalan mendekati Lia dan memeluk nya dari belakang.


"Dylan lepas." Teriak Lia.


"Terus kenapa kau memeluk ku."


"Apa aku salah memeluk istri ku sendiri, jika mamah ku ada di ruang tidak mungkin aku memeluk mu." Dylan melepaskan pelukan itu sambil lalu berjalan mendekati ranjang.


Lia yang merasa bersalah berjalan mendekati Dylan. "Kau sakit." Tanya Lia.


"Tidak." Dylan membelakangi Lia.


"Yakin, tidak sakit tubuh mu terasa hangat." Lia memegang tengkuk leher Dylan.


"Buat apa perduli dengan ku, aku tidak butuh perhatian mu." Ucap Dylan.


"Maaf, aku tadi keterlaluan pada mu." Kata Lia.


"Lia aku tau pernikahan kita sama sekali tidak kau ingin kan, tapi selagi kau masih menjadi istri ku tolong jadi lah istri yang sesungguhnya. Hanya satu bulan Lia tidak lebih." Ucap Dylan.

__ADS_1


"Maaf." Lia memegang tangan Dylan.


"Sudah lakukan hal yang menurut mu senang, aku ingin istirahat." Ucap Dylan.


Sementara itu Alana sedang berada di dalam ruangan Rizky, karena akan ada rapat antara ketua devisi. Alana membaca dan mempelajari beberapa saat apa yang akan di bahas nanti.


"Kamu kira dengan membaca nya kamu dapat memahami nya." Ucap Rizky.


"Ini cukup mudah." Kata Alana.


"Jangan berkhayal, ayo cepat." Risky dan Alana berjalan menuju ruang rapat.


"Papah." Batin Alana.


Adit tersenyum saat melihat Alana, ia yakin anak nya stres menghadapi sikap Rizky, Adit tau betul bagaimana sifat Rizky.


"Bagaimana dengan Alana, apa membuat masalah pada mu." Tanya Adit.


"Selalu." Jawab Rizky.


"Kau tenang saja, dia akan membuat pekerjaan mu lebih mudah." Ucap Adit.


"Semoga saja." Kata Rizky.


Alvaro masuk ke dalam ruang rapat, mereka semua langsung menundukkan kepala, kecuali Alana yang belum tau apa-apa tentang tata krama di Efron grup.


Alvaro memberikan Kode pada Alana untuk mengikuti apa yang orang di sekitar nya lakukan, dan Alana langsung melakukan nya. Tak lama rapat di mulai dan para ketua devisi menjelaskan sistem kerja mereka.


"Rizky, kenapa perkembangan mu menurun, kau kira dengan sistem kerja mu seperti itu membuat perusahaan ku baik. Kenapa kau memilih sistem seperti jelaskan pada ku." Ucap Alvaro.


"Maaf al, aku yang akan menjelaskan nya." Ujar Adit.


"Apa kau tuli, aku meminta bawahan mu, bukan kau." Ucap Alvaro.


Rizky keringat dingin seketika, baru kali ini Alvaro marah pada nya, menurut nya memang sistem kerja nya banyak kekurangan, ia tidak sempat memeriksa nya karena banyak masalah baru di hidup nya.


"DIAM." Bentak Alvaro.

__ADS_1


"Maaf tuan, saya yang akan menjelaskan semua nya." Ucap Alana.


"Jelaskan, aku juga ingin tau siapa kau sehingga masuk ke dalam rapat ini." Kata Alvaro.


__ADS_2