
Kevin dan Jihan memutuskan untuk tidur, nanti sore baru lah mereka berdua akan berkunjung ke rumah Alex, lagi pula akibat pertempuran panjang tadi keduanya merasa sangat lelah.
Begitu juga dengan Alex ia memeluk Agnes dengan sangat erat. Perlahan Alex melepaskan pelukan nya karena Agnes sudah tertidur pulas, Alex menggunting satu persatu pakaian istri nya. Ia melakukan hal itu karena merasa bosan apalagi Agnes sudah tidur meninggal nya yang sama sekali tadi bisa tidur.
Jadilah Agnes yang telah tidak menggunakan sehelai benang pun, Alex mencium perut rata Agnes, ia sangat menyayangi sesuatu yang ada di dalam nya yaitu calon anak nya. Bahkan ia tidak tega harus meminta jatah pada Agnes karena tidak ingin menyakiti sesuatu yang ada di dalam nya.
"Tubuh nya sangat menggoda ku." ucap Alex.
Tetapi Alex tetap memegang prinsip nya, ia tidak akan meminta jatah pada Agnes sebelum kondisi janin nya sudah kuat. Alex hanya bisa bermain di bagian atas tubuh Agnes, menurut nya itu sudah lebih dari cukup.
Agnes yang benar-benar mengantuk tidak bergerak sedikit pun saat Alex mulia bermain. Alex menghabiskan waktunya dengan bermain dengan tubuh Agnes sampai ia tertidur di atas benda kenyal itu.
Kevin dan Jihan terbangun sedikit terlambat. Mereka terbangun dari tidur saat hari sudah mulai gelap. Setelah membersihkan diri mereka menyempatkan diri untuk makan malam dengan memakan makanan yang seadanya saja agar tidak perlu mampir lagi ke restoran.
Agnes terkejut dengan kondisi tubuh nya saat ini, baju nya sudah robek dengan wajah Alex yang tenggelam di buah dada nya. Karena kesal dengan tingkah laku Alex, Agnes mencubit wajah Alex dengan cukup kuat agar suami nya itu terbangun dari tidur nya.
"Aaakkkkk... Sakit sayang." teriak Alex.
__ADS_1
"Apa yang kamu lakukan pada ku?" tanya Agnes dengan kesal.
"Ampun sayang, aku hanya bermain-main sebenar. Aku janji malam ini kita makan di luar dan berbelanja apa saja yang kamu mau." kata Alex agar istri nya tidak marah.
Agnes tetap lah perempuan pada umumnya, kalau masalah belanja ia sangat merasa bersemangat. Apalagi saat bersama Alex ia akan mendapat kan apa yang ia mau, apapun itu asal bisa di beli dengan uang.
"Kamu serius." tanya Agnes.
"Iya sayang, kita akan membeli apa saja yang kamu mau."
"Apa saja, aku mau membeli laki-laki lain. Apa boleh?"
"Aku becanda sayang, aku setia pada mu, laki-laki perkasa dan kuat seperti mu mana ada wanita yang mau menduakan mu. Satu lagi kamu sangat tampan sayang." kata Agnes yang sukses membuat Alex tersenyum.
"Lihatlah senyuman mu sungguh manis, bisa-bisa aku diabetes."
"Sudah jangan terlalu memuji aku, aku memang sesempurna itu. Kamu beruntung mendapatkan laki-laki perkasa dan sesempurna aku." ucap Alex dengan sombongnya.
__ADS_1
"Iya sayang, aku sangat beruntung mendapatkan pria seperti kamu." ujar Agnes sambil mencium wajah Alex.
"Bibir." ucap Alex.
Agnes mencium bibir Alex dengan lembut dengan mengalungkan tangan nya ke leher Alex. Alex yang mengerti maksud dari Agnes, ia menggendong tubuh Agnes masuk ke dalam kamar mandi untuk membersikan diri.
Setelah selesai bersiap mereka keluar dari kamar dengan pakaian yang rapi dan wangi. Sangking semangat nya keluar ke mall dengan istri nya, Alex sampai lupa jika adik nya akan datang untuk menyelesaikan masalah yang tadi pagi terjadi.
Kevin dan Jihan telah sampai di rumah Alex, mereka langsung keluar dari mobil dan masuk kedalam sambil bergandeng tangan. Mereka berdua melihat Alex dan Agnes yang keluar dari lift dengan pakaian yang sangat rapi.
Jihan langsung berlari dan memeluk Alex dengan sangat erat. Ia menangis di pelukan Alex sambil meminta maaf karena kesalahan yang telah ia perbuat.
"Maaf kak, aku salah, aku bodoh, aku tidak bisa menjaga harga diri ku. Maaf kak." ucap Jihan.
Alex membalas pelukan dari Jihan ia, menguap rambut adik nya dengan sangat lembut. Alex juga meminta maaf pada adik nya karena telah berbuat kasar padanya, tidak seharusnya ia berbuat seperti itu. Kevin memeluk kaki Alex untuk memohon ampun pada nya, menurut nya yang seharusnya di salah kan dalam peristiwa ini adalah dia. Karena dia lah yang telah merusak Jihan.
"Berdiri lah, jika kau masih di situ, aku tidak mau mempunyai asisten seperti mu lagi." ujar Alex.
__ADS_1
Setelah momen haru berlalu, Alex mengajak Jihan dan Kevin ikut ke mall, ia juga akan membahas apa yang akan mereka lakukan di masa yang akan datang.