Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 163 S4


__ADS_3

Di rumah Monica sedang kebingungan bagaimana cara nya ia menyelesaikan semua pekerjaan yang Rian berikan. Hampir semua pekerjaan yang Rian berikan Monica sama sekali tidak pernah ia kerjakan.


Saat ini Monica sedang menyapu kamar nya, kamar yang sebenarnya cukup bersih tetapi tetap saja ia bersihkan karena Rian juga menuliskan jika kamar tetap harus ia bersihkan.


"Monica kau harus sabar, menikah dengan pria seperti Rian yang semua nya harus serba rapi memang membutuhkan ekstra kesabaran yang tinggi," kata Monica.


Setelah selesai membersihkan kamar nya Monica mengambil semua pakaian kotor yang ada di Keranjang. Ia akan membawa pakaian itu ke tempat laundry yang keberadaan nya belum ia ketahui. Saat keluar dari kamar Monica bertemu dengan Nadya yang juga sedang membawa pakaian kotor.


Nadya tetap cuek dan pergi meninggalkan Monica begitu saja. Ntah kenapa ia merasa tidak suka pada Monica karena Rian waktu itu memilih Monica bukan diri nya.


"Cih dia sok cantik, aku sangat tidak suka dengan wanita sombong seperti itu. Padahal aku jauh lebih cantik dan seksi dari nya," batin Monica.


Monica memiliki ide bagus untuk mengikuti Nadya, ia tidak tau tempat ngelaundry, dengan mengikuti Nadya ia tidak perlu bertanya pada orang lagi.


"Wanita itu pasti tidak tau tempat Laundry, jika. tidak tau bertanya jangan mengikuti seperti ini, dasar wanita aneh," batin Nadya.


Siang hari nya para suami pulang ke apartemen untuk makan siang. Mereka berdua peka jika para istri mereka pasti sedang lapar, karena Nadya dan Monica sama-sama tidak bisa memasak.


"Kau membelikan apa," tanya Rian.


"Makanan Jepang, aku sudah sangat merindukan makanan Jepang," jawab Zayn.


"Oh Nadya memang suka dengan makanan Jepang," ucap Rian.


"Kau tau dari mana, apa kalian sedekat itu," tanya Zayn.


"Tidak dekat juga, kami dulu suka ngumpul bersama. Jadi aku tau makanan favorit nya," jawab Rian.


Sesampainya di apartemen nya, Rian langsung masuk ke dalam apartemen nya. Ia melihat Monica sedang mencuci piring bekas makan mereka tadi pagi.


"Bagus ya, baru di cuci dari tadi kemana saja, rebahan saja," tanya Rian.


"Enak saja, aku hanya tinggal mencuci piring, kau kira enak mengerjakan pekerjaan rumah. Kau tidak menghargai ku," jawan Monica.

__ADS_1


"Iya maaf, aku hanya bercanda. Kau lapar tidak ini aku membawa makanan untuk mu," kata Rian.


"Bagus aku sangat lapar, pekerjaan rumah memang benar-benar menguras tenaga ku," ucap Monica.


Rian dan Monica duduk saling berhadapan. Mereka makan tanpa banyak ada yang berbicara, Monica langsung kepikiran apa yang tadi ayah nya tanyakan.


"Rian kapan kita akan melakukan nya," tanya Monica.


"Melakukan apa," tanya balik Rian.


"Melakukan hubungan suami istri, ayah ku sudah menanyakan seorang cucu," jawab Monica.


Rian menaikan satu alis nya, ia tidak menyangka Monica berani meminta nya terlebih dahulu.


"Kau tidak malu, atau merasa risih jika memintanya lebih dulu. Jujur aku sebagai suami mu tidak ada kepikiran sama sekali, fokus ku hanya ingin merubah diri mu menjadi lebih baik lagi."


"Malu untuk apa, aku sudah lama ingin melepaskan kesucian ku. Kata teman-teman ku rasa nya akan enak, tapi aku tidak bisa melakukan nya karena ayah ku setiap minggunya meminta dokter untuk mengetes kesucian ku. Jika aku sudah bobol aku akan langsung di gorok oleh nya."


"Jadi kau masih gadis, kenapa kau menikah dengan ku. Aku seorang duda, aku sudah bisa melakukan nya dengan mantan istri ku," ucap Rian.


"Kau yakin ingin memberikan nya pada ku, kau tidak akan menyesal," tanya Rian.


"Iya aku tidak akan menyesal. Itu apa anu mu besar?"


"Cukup untuk membuat mu berteriak," kata Rian.


"Buktikan saja," ucap Monica.


Zayn dan Nadya juga sedang makan bersama. Pasangan ini lebih dingin di bandingkan dengan pasangan sebelum nya. Mereka berdua tidak akan saling berbicara jika tidak ada yang bertanya.


"Nadya," ucap Zayn.


"Zayn aku belum siap," kata Nadya.

__ADS_1


"Belum siap apa," tanya Zayn.


"Aku belum siap untuk melakukan nya," jawab Nadya.


Awal nya Zayn tidak ada kepikiran ke sana, tetapi karena Nadya memancing nya tidak ada salahnya jika Zayn sedikit membahasnya.


"Sampai kapan kau akan menahan semua nya," tanya Zayn.


"Sampai aku siap," jawab Nadya.


"Aku tidak masalah, tapi jangan salahkan aku jika aku tidur dengan wanita lain. Kau tau aku pria normal aku perlu tempat untuk melampiaskan hasrat ku," kata Zayn.


"Jadi selama ini kau tidur dengan wanita lain," tanya Nadya.


"Bukan begitu konsep nya, sebelum nya aku tidak memiliki istri. Sekarang aku sudah memiliki istri, dan istri ku tidak bisa melayani ku," jawab Zayn.


"Zayn jangan seperti itu, aku saja belum pernah melakukan nya dengan siapa pun, kau sudah pernah melakukan nya bukan? ini tidak adil untuk ku," kata Nadya.


"Jadi bagaimana, apa keputusan mu," tanya Zayn.


"Iya aku mau melayani mu, tapi tidak hari ini, aku harus terbiasa dulu, mulai malam ini aku akan tidur satu kamar dengan mu," jawab Nadya.


"Bagus, istri yang baik memang harus seperti itu," kata Zayn.


"Jadi benar kau sudah pernah melakukan nya dengan wanita lain," tanya Nadya.


"Nadya Maafkan aku, aku hidup di negera yang bebas, aku tidak tau jika di negera ini tabu akan hal seperti itu. Ya aku sudah pernah melakukan nya dengan mantan ku," jawab Zayn.


Nadya benar-benar kecewa dengan jawaban Zayn, ia saja masih menjaga milik nya. Sedangkan Zayn malah sudah memberikan nya pada wanita lain.


"Nadya kau marah pada ku," tanya Zayn.


"Iya aku marah, aku kecewa dengan mu," jawab Nadya.

__ADS_1


"Hmmm jika kau tidak mau melakukan nya dengan ku tidak papa, iya aku memang sudah kotor, tapi kenapa harus mempermasalahkan masa lalu jika kita bisa memperbaiki di masa depan. Hidup kita bukan bergantung dari masa lalu, tapi apa yang kita lakukan sekarang," kata Zayn.


"Ahhhkkk kau membuat ku pening, kalau kau serius dengan ku dan tidak akan meninggalkan ku setelah mendapatkan apa yang kamu mau, buka seluruh baju mu sekarang juga," tantang Nadya.


__ADS_2