Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 129 S2


__ADS_3

"Mau kemana sayang." tanya Fiona.


"Tidak tau, Alvaro manggil ku. Kamu tidur lah." jawab Adit.


Adit membersihkan tubuh nya, dan memakai pakaian bersih setelah itu Adit berjalan keluar kamar menuju dapur.


Alvaro duduk di atas kursi sambil memakan buah, ia menunggu kedatangan Adit agar membantu nya masak. Angel ikut makan buah bersama Alvaro ia merasa ingin memakan buah saat melihat Alvaro makan.


"Ada apa al." tanya Adit.


"Ayo dit, bantu aku masak nasi goreng." jawab Alvaro.


"Jadi kau memanggil ku hanya ingin meminta bantuan untuk memasak nasi goreng." ucap Adit.


"Iya, kenapa kau tidak suka, kau tidak mau membantu ku." tanya Alvaro.


"Apa pernah aku tidak membantu mu." ucap Adit.


"Nah bagus, demi istri ku." kata Alvaro.


Mereka berdua berjalan menuju kompor, Alvaro bingung harus berbuat apa yang ia bisa lakukan hanya lah makan, memasak adalah kegiatan yang selama ini tidak pernah ia lakukan, melihat nya saja ia tidak pernah.


"Apa yang harus aku lakukan." ucap Alvaro.


"Potong bawang al, kau tidak bisa makam pedas kan. Gunakan sedikit cabai agar bisa kau mencicipi nya." kata Adit.


"Benda mana yang bernama bawang." tanya Alvaro.


"Sebelah kanan mu, ambil beberapa saja." jawab Adit.


"Kau saja lah, aku tidak tau cara memotong nya." ucap Alvaro.


"Sayang, aku ingin memakan masakan mu bukan kak Adit." ujar Angel.


"Baiklah, akan ku coba." kata Alvaro.


Alvaro mengambil bawang itu, ia mengupas nya secara perlahan, dan memotong bawang itu sebisa nya, yang terpenting bawang itu bisa terpotong.


"Cabai al." kata Adit.


"Kau hanya mengoceh nya, bantuin aku." ucap Alvaro.

__ADS_1


"Aku tidak boleh membantu, istri mu ingin makan masakan mu, apa kau mau anak mu tidak mengakui mu ketika besar nanti." kata Adit.


"Ya ya ya, setelah itu apalagi." tanya Alvaro.


"Panas kan minyak al, setelah itu masukan bawang dan cabai yang kau potong itu." jawab Adit.


Alvaro mengambil wajan yang cukup besar, ia mengambil minyak sayur dan menuangkan ke dalam wajan secukupnya, saat ingin menghidupkan kompor ia tidak tau bagaimana cara menghidupkan kompor.


"Bagaimana cara nya dit." tanya Alvaro.


"Kau hidup di mana menghidupkan kompor saja tidak tau." kata Adit sambil membantu Alvaro menghidupkan kompor.


"Jika sudah panas, masukkan bawang dan cabai yang kau potong tadi."


"Bagaimana cara mengetahui jika ini sudah panas?"


"Masukkan tangan mu al, rasakan panas atau tidak." kata Adit.


"Kau berniat membunuh ku." ucap Alvaro.


"Sudah panas al, masukan."


Alvaro langsung memasukkan bawang dan cabai yang ia potong dengan cepat sampai minyak di dalam wajan itu muncrat.


"Pelan-pelan al." ucap Adit sambil menahan tawa nya.


"Jangan banyak bicara, selanjutnya apa lagi." kata Alvaro.


"Masukan garam, gula, kecap." ucap Adit.


Yang sebenarnya ia juga tidak pernah masak nasi goreng, ia hanya pernah melihat mamah nya memasak dan menyebut kan bumbu yang ia ingat saja. Walaupun urutan nya belum tentu benar.


"Yang mana garam, gula." kata Alvaro.


"Kau rasa kan saja, jika garam asin dan gula manis." ucap Adit.


Alvaro membuka toples yang berisi bumbu dapur itu. Ia mencobanya satu persatu.


"Uhuk uhuk pedas, apa ini." ucap Alvaro.


"Itu merica sayang." kata Angel.

__ADS_1


"Seperti yang berwarna putih itu al, kau coba la." ujar Adit.


"Kau benar, rasa kedua nya asin dan manis."


Alvaro menuangkan garam, gula dan kecap kedalam wajan.


"Ahh jadi hitam." ucap Alvaro.


"Masukan nasi nya." kata Adit.


Dengan segera Album mengambil nasi dan langsung memasukkan nya ke dalam wajan. Seperti seorang chef handal Alvaro membolak-balikkan nasi itu dengan spatula.


"Ternyata tidak susah." kata Alvaro.


"Sudah wangi sayang, aku semakin lapar." ucap Angel.


Setelah di rasa nasi goreng itu matang, Alvaro mematikan kompor, ia mengambil dua piring dan meletakkan nasi goreng di atas piring itu.


"Nasi goreng sudah matang." ucap Alvaro.


"Yeeeaa.. Aku tidak sabar mencoba nya." kata Angel.


Angel langsung mencoba nasi goreng buatan Alvaro, menurut nya rasa nya cukup enak. Tetapi Angel merasa ada yang kurang.


Saat Alvaro dan Adit mencoba nasi goreng itu, membuat nafsu makan Angel semakin kuat. Seperti ia harus melihat suami nya dan Adit makan baru lah ia bisa menghabiskan nasi goreng itu.


"Rasa nya sangat menjanjikan." batin Adit.


"Ini bukan makanan." batin Alvaro.


"Cukup enak kan sayang, habis kan aku ingin melihat mu makan." kata Angel.


"Hahaha habis kan al." ucap Adit.


"Kalau kak Adit ingin membantu nya tidak papa." ujar Angel.


"Bantu aku dit." kata Alvaro dengan nada yang menekan.


Angel langsung memakan nasi goreng itu saat Alvaro dan Adit makan juga. Adit dan Alvaro harus menahan rasa nasi goreng yang tidak enak itu demi Angel.


"Seperti aku tidak akan meminta mu membantu ku memasak lagi." bisik Alvaro.

__ADS_1


"Dan aku tidak akan memakan masakan mu lagi." bisik Adit.


__ADS_2