
Beberapa hari telah berlalu, Verrel seperti orang stres saat Akifa tidak berada di sekitar nya, biasa nya semua kebutuhan nya di siapkan oleh Akifa tetapi saat ini semua hal di lakukan oleh nya, kamar nya saja tampak sangat berantakan sekali.
Hubungan nya dengan orang tua dan para saudara nya juga kurang baik karena sifat arogan nya, Alvaro dan Angel juga masih enggan berbicara pada Verrel karena mereka benar-benar kecewa dengan kelakuan Verrel sekarang.
Verrel langsung bersiap-siap untuk keluar bersama teman-teman nakal nya
"Buat apa bersedih Verrel kau bisa mencari wanita lain banyak wanita seksi dan lebih hot di luar sana." Ucap Verrel.
"Mau kemana kau." Tanya Alvaro saat melihat Verrel sudah bersiap untuk keluar.
"Mau main yah." Jawab Verrel.
"Masuk atau kau tidak usah pulang."
"Ayah aku perlu wanita untuk bersenang-senang." Ucap Verrel.
"Masuk Verrel, aku bilang masuk." Bentak Alvaro.
"Ayah ada apa dengan mu, kau berubah kau sudah sudah tidak menyayangi ku lagi."
"Aku memang sudah tidak menyayangi mu, karena sifat baru mu ini benar-benar menjijikkan Verrel, aku bilang masuk atau kau akan menerima akibatnya."
"Aku tidak peduli." Verrel tetap bersikeras ingin pergi.
__ADS_1
"Verrel aku akan memblokir semua kartu mu, kau tidak boleh memakai fasilitas yang selama ini aku berikan pada mu." Ucap Alvaro.
"Aku mempunyai uang ku sendiri." Kata Verrel.
Verrel tetap pergi meninggalkan rumah, memang benar ia memiliki uang dan kartu kredit sendiri hasil kerja keras nya, selama ikut bekerja di Efron grup Verrel tetap di gaji seperti para karyawan pada umumnya.
"Akifa." Ucap Verrel saat melihat wanita cantik.
"Kau gila Verrel itu bukan istri mu, dia wanita biasa." Kata Satria.
"Aku ingin wanita itu, akan ku buat diri nya mendesah memanggil nama ku." Ucap Verrel.
"Lepas." Ucap Wanita itu saat Verrel menarik tangan nya.
"Kau yakin ingin bermain dan bersenang-senang dengan ku." Tanya Wanita itu.
"Iya sayang, akan ku buat diri mu mendesah memanggil nama ku."
"Aku seorang waria sayang, ayo lakukan lah." Ucap Wanita itu.
"Apa kau gila." Verrel langsung keluar dari mobil dan langsung mengusir wanita itu.
Hari ini Verrel benar-benar merasa sangat sial, dia tidak mendapatkan satu wanita pun karena setiap ingin bermain ada saja halangan nya, belum lagi ternyata Alvaro memblokir semua Kartu nya, termasuk milik pribadinya. Dengan begitu Verrel terpaksa harus pulang ke rumah.
__ADS_1
Sementara itu Akifa sedang sangat baik sekali, ia berada di sebuah pulau yang sangat indah, ia tinggal di salah tau Vila yang secara khusus di siap kan untuk diri nya dan calon anak nya.
Akifa di sibukkan kegiatan yang membuat nya melupakan masalah nya bahkan suami nya Verrel, Alvaro sengaja melakukan hal itu karena tidak ingin Akifa stres dan akan berpengaruh pada calon penerus keluarga Efron.
Saat ini diri nya sedang berkebun bersama para pelayan dan beberapa orang lainnya, Akifa juga di jaga oleh satu pria tampan yang sangat baik pada nya.
"Akifa kau banyak makan ini agar anak mu cantik seperti mu." Ucap Aldy.
"Kau hanya menggoda ku al." Kata Akifa.
"Hahaha paman ku berkata aku harus membuatmu tertawa apa salah aku menggoda mu."
"Tantu tidak aku sangat senang ada diri mu yang selalu bisa membuat ku tertawa." Ucap Akifa.
"Kalau begitu kau harus bersama ku selalu, aku janji akan selalu membuat mu tertawa seperti ini." Kata Aldy.
Sesampainya di rumah Verrel langsung menemui ayah nya di ruang kerja untuk menanyakan maksud dari semua nya.
"Aku tidak mau berbicara dengan mu, keluar dari ruangan ku." Ucap Alvaro.
"Ayah kenapa kau segitu nya membelah wanita itu, dia bukan wanita yang selama ini kita pikirkan yah."
"Apa maksud mu, kau benar-benar gila, dulu kau sampai menangis memohon agar Akifa tidak meninggalkan mu tapi sekarang kau seperti ini." Ucap Alvaro.
__ADS_1