
"Baby, kamu sudah tidak papa kan," tanya Vero.
"Iya sayang aku sudah tidak papa, kamu jangan khawatir, aku sudah sangat baik, apalagi saat melihat anak kita yang sangat tampan dan sehat," jawab Sakura.
"Jadi kapan kita punya anak lagi," tanya Vero.
Sakura langsung mencubit wajah Vero, baru saja melahirkan sudah ingin mempunyai anak lagi, ia belum bernafas dengan puas dengan perut yang kosong seperti ini.
"Sayang aku baru satu hari melahirkan, kamu sudah minta anak lagi, tidak ada anak lagi sampai anak kita ini besar," ucap Sakura.
Vero hanya bisa terkekeh saat mendapatkan protes dari istri nya, yang ia katakan tadi tidak lah serius hanya candaan semata, ia masih sangat trauma melihat kondisi Sakura beberapa hari terakhir ini. Mempunyai anak lagi masih tidak ada di dalam pikiran nya.
Anak anak Kenzi dan Kenzo sedang berada di ruangan yang sama, para suami masih belum kembali pulang ke rumah, hanya ada Sonia dan Karla di ruangan itu.
"Mereka masih lama Sonia," tanya Karla.
"Katanya sudah di jalan, sudah kita tunggu saja, anak anak juga sudah tidur," jawab Sonia.
"Bagaimana Sonia, apa sudah buka kembali gerbang nya," tanya Karla.
"Belum, tidak ada waktu Karla, aku sangat pusing, suami sudah minta terus dan anak tidak bisa mengerti," jawab Sonia.
"Hahaha sabar Sonia, emang kamu sudah siap cetak gol," tanya Karla.
"Hehehe sebenarnya belum si, aku takut, kata nya lebih sakit dari malam pertama. Tapi cepat atau lambat akan terjadi lagi. Mas Kenzo juga sudah minta anak ke enam," jawab Sonia.
Tak lama para suami mereka pulang ke rumah, Kenzo dan Kenzi langsung masuk ke dalam kamar untuk menemui istri mereka masing-masing. Orang berwajah sama ini masih terlihat seperti anak remaja. Saling menjahili jika hanya sedang berdua.
__ADS_1
"Kau berhenti menendang pantat ku," kata Kenzo.
"Hahaha empuk," ucap Kenzi.
"Jika kau terus menendang pantat ku, akan aku pukul bokong mu."
"Jangan galak galak, kau seperti bapak bapak kalau seperti ini."
"Hey aku sudah menjadi bapak bapak, bapak dari 5 anak," ucap Kenzo.
"Baik bapak, gendong aku sampai ke kamar." Kenzi langsung melompat ke arah Kenzo, dan tanpa pikir panjang Kenzo langsung berlari membawa Kenzi ke kamar.
"Ayo cepat anak ku sudah merindukan ku," kata Kenzi.
"Kau sangat berat. Kenzi burung mu besar juga ya, terasa di bokong ku," ucap Kenzo.
"Bodoh, kau tau ukuran ku kan, nah sebesar itu juga punya ku, kita kembar Kenzo."
"Kau makan apa berat sekali," kata Kenzo.
Apa yang mereka berdua lakukan menjadi tatapan aneh istri mereka, sudah dewasa seperti ini masih saja seperti anak kecil. Tetapi para istri langsung mengerti karena suami mereka kembar, sudah pasti memiliki kedekatan yang lebih dari sepupu yang lainnya.
"Anak ku mana sayang," tanya Kenzi.
"Sedang tidur, ayo kamu bawa ke kamar, jangan menganggu anak anak Sonia," jawab Karla.
"Keponakan paman semakin menggemaskan." Kenzo memberikan beberapa kecupan di wajah keponakan nya.
__ADS_1
"Dia mirip dengan ku," kata Kenzo.
"Bukan begitu bodoh, wajah kita hampir sama jadi anak ku pasti ada kesamaan dengan mu," ucap Kenzi.
"Kau jangan mirip dengan nya, dengan daddy saja, dia jelek." Kenzi membawa anak nya pergi dari tempat itu, di ikutin Karla di belakang nya.
"Kata kembar tapi mengatakan aku jelek, jika aku jelek dia juga jelek, dasar bodoh," kata Kenzo sambil mendekati istri nya.
"Hahaha jangan marah sayang, bagaimana dengan kondisi Sakura," tanya Sonia
"Sudah melahirkan dan sangat baik baik saja," jawab Kenzo.
"Bagus lah kalau sangat baik baik saja, kamu juga baik baik saja kan," tanya Sonia.
"Iya sayang aku juga sangat baik baik saja, hanya otak ku saja yang tidak baik baik saja," jawab Kenzo.
"Sudah ayo, selagi anak kita sedang tidur," kata Sonia.
"Ah kamu serius, kita di sini saja, nanti kalau bangun bisa kita tenangi," ucap Kenzo dengan perasaan yang sangat senang.
Dengan cepat Kenzo mencium bibir istri nya, ia sudah sangat tidak sabar untuk mendapatkan jatah nya lagi. Tetapi baru saja pemulaan salah satu dari anak mereka sudah bangun dari tidur nya.
"Uwekuwekuwek..." Tangisan mereka terdengar dengan sangat jelas.
Kenzo membuang nafas nya dengan kasar, jika tidak di tenangkan pasti yang lainnya juga akan ikut menangis, hal itu semakin membuat Kenzo semakin kerepotan.
"Cup cup cup, anak daddy jangan menangis, daddy di sini," ucap Kenzo.
__ADS_1
Setelah anak nya tidur kembali, Kenzo mengambil handphone nya. Hal itu membuat Sonia cukup bingung karena ia pikir Kenzo meminta nya lagi.
"Aku mau malam ini kalian yang tidak sibuk masuk ke dalam kamar anak ku, Rakha, Axel kalian harus datang." Kenzo mengirimkan pesan pada grup keluarga.