
"Bagaimana kondisi nya dok," tanya Verrel.
"Kondisi nya saat ini sudah jauh lebih baik dari sebelumnya. Ada beberapa permasalahan yang harus saya katakan, ayo masuk ke ruangan saya."
"Rian, ada apa dengan istri mu," ucap Verrel dengan nada yang menekan.
Verrel dan Rian berjalan masuk ke ruangan dokter yang menangani Monica, perasaan mereka berdua sudah sangat tidak enak saat dokter mengatakan ada beberapa permasalahan.
"Ada apa dok, permasalahan apa," tanya Verrel.
"Begini benturan di kepala pasien sangat kuat. Dugaan sementara kami pasien akan mengalami lupa ingatan untuk sementara waktu. Satu tangan pasien juga tidak bisa di gerakan untuk sementara waktu karena beberapa tulang patah, saat ini kami sudah memperbaiki nya dan memerlukan waktu agar pasien bisa menggerakkan tangan nya seperti biasa nya. Untuk saat ini Monica juga sedang masa koma, kita tidak tau kapan dia bangun dari tidur nya."
"Untuk hilang ingatan, apa itu benar-benar akan terjadi dok," tanya Rian.
"Hanya dugaan untuk sementara, kita akan tau jika pasien sudah sadar dari tidur nya."
"Iya dok, lakukan yang terbaik untuk istri saya," kata Rian.
__ADS_1
Verrel menarik Rian keluar dari ruangan itu. Di luar dengan cepat tangan nya melayang memukul Rian dengan cukup kuat.
"Katakan apa yang terjadi Rian, kenapa kalian bisa bertengkar," tanya Verrel.
"Aku aku menolak nya tuan, aku menolak nya untuk melakukan hubungan intim, dan aku masih belum bisa melupakan istri ku," jawab Rian.
"Bodoh bodoh bodoh, Rian dengarkan aku. Saat ini Monica menjadi tanggung jawab mu. Aku tidak akan memberitahu keluarga Monica karena ayah mertua mu mempunyai riwayat penyakit jantung."
"Iya tuan, saya pasti akan bertanggung jawab," kata Rian.
"Semua biaya di rumah sakit ini kau yang menanggung nya, aku tidak peduli seberapa banyak biaya nya," Verrel pergi meninggalkan Rian.
"Maafkan aku Monica Maaf aku," ucap Rian sambil menutup wajah nya.
Di tempat lain, Zayn dan Nadya belum tau jika tetangga apartemen mereka sedang terkena musibah. Pasangan ini benar-benar fokus merekatkan hubungan suami istri ini. Setelah mendapatkan jatah Zayn sudah tidak marah lagi pada Nadya, ia malah memeluk Nadya dan terus mengecup dahi istri nya.
"Aku mencintaimu," ucap Zayn.
__ADS_1
"Ha apa, secepat itu, dan semuda itu," tanya Nadya.
"Ya Begitu, mengatakan cinta memang sangat mudah," jawab Zayn.
"Bukan begitu kamu benar-benar sudah mencintai ku," tanya Nadya.
"Seperti nya begitu, ada beberapa hal yang membuat ku yakin kalau aku benar-benar mencintai mu. Pertama aku sangat cemburu saat kamu dekat dengan chef itu, ke dua aku sangat senang berdua dengan mu, dan ketiga perasaan ku tidak menentu saat aku memeluk mu seperti ini," jawab Rian.
"Ya ya ya, jatuh cinta memang sangat muda," kata Nadya.
"Bagaimana dengan mu, apa kau sudah mempunyai perasaan pada ku," tanya Zayn.
"Hmmmm ntalah, aku belum bisa mengartikan perasaan ku. Mungkin sudah mungkin saja juga belum. Tapi aku yakin cepat atau lambat aku pasti dapat mengartikan perasaan ku sendiri," jawab Nadya.
"Ya ya ya, aku bisa mengerti itu," ucap Zayn.
"Aku bingung kenapa ayah ku sangat sayang pada mu," tanya Nadya.
__ADS_1
"Karena aku menantu pilihan nya, dia takut aku pergi meninggalkan mu, jadi dia lebih sayang pada ku," jawab Zayn.