Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 228 S3


__ADS_3

"Apa kau tidak takut jika orang lain melihat nya." Tanya Alvaro.


"Tidak akan ayah, ini HP ku dan hanya aku yang tau letak Video ini." Jawab Verrel.


"Hapus, jika HP mu hilang dan di temukan orang lain. Itu sangat berbahaya." Kata Alvaro.


"Hmmm baiklah, kau ada benar nya juga." Verrel menghapus semua Video diri nya dan Akifa.


"Kau ya, sempat-sempat nya membuat Video itu, bagaimana ada pikiran seperti itu di dalam otak mu."


"Hehehehe aku hanya ingin mengeksplor sesuatu, jika aku sendiri atau pergi jauh dan aku merindukan istri ku aku bisa melihat Video ini dari pada melakukan nya dengan wanita lain."


"Memang dasarnya kau otak mesum, tidak ada konsep seperti itu." Ucap Alvaro.


"Aku mesum dari siapa." Tanya Verrel.


"Dari aku." Jawab Alvaro.


"Ya sudah jangan terus mengatakan aku mesum."


"Sudah lah, buat apa kita berdebat, oh iya aku sudah melihat pekerjaan mu kau benar-benar anak ku yang sangat pintar."


"Pekerjaan apa yah, aku tidak mengerjakan apapun."


"Jangan bohong, tugas Rizky kau yang mengerjakan nya, ayah Alex juga memuji mu." Ucap Alvaro.


"Hehehe ketahuan dong, pekerjaan itu hal yang kecil untuk ku, apalagi jika aku melakukan nya tanpa paksaan."


"Ayah tau kau sangat pintar, ayah juga tau kau memilki sebuah rencana besar untuk masa depan keluarga dan perusahaan kita. Ayah akan selalu mendukung mu." Alvaro memeluk Verrel.


"Terimakasih yah, aku janji tidak akan mengecewakan ayah, semua akan berjalan dengan sangat baik." Ucap Verrel.

__ADS_1


"Sudah waktunya pulang, kau mau pulang bersama ku atau Rizky." Tanya Alvaro.


"Rizky yah, aku tadi berangkat sama dia dan pulang juga hafal bersama nya. Lagi pula aku senang bisa menjahili nya." Jawab Verrel.


Rizky dan Verrel sedang dalam perjalanan pulang, kali ini mereka berdua diam tanpa ada nya suara.


"Hey kau tidak mau membayarnya ku karena aku menyelesaikan tugas mu."


"Membayar mu, apa harus aku kan tidak meminta mu untuk menyelesaikan semua nya."


"Sama saja, kau harus membayar ku, tidak perlu mahal apa saja aku terima."


"Sebentar." Rizky merogoh kantong celana nya untuk mengambil sesuatu.


"Nah bayaran mu." Rizky memberikan beberapa permen ke pada Verrel.


"Wow, terimakasih." Verrel mengambil permen itu.


"Tidak buat apa aku marah, ini barang yang sangat langkah untuk ku." Jawab Verrel.


"Enak, aku baru tau ada permen seperti ini, apa ada lagi aku suka." Tanya Verrel.


"Sebentar aku punya banyak." Jawab Rizky.


Verrel sangat asik dengan permen yang di berikan Rizky sampai lupa jika diri nya tidak bisa terlalu banyak makan-makanan manis seperti permen.


"Ah gigi ku." Ucap Verrel.


"Kau kenapa, pasti gara-gara terlalu banyak makam permen."


"Jangan kau marahi aku, gigi ku sakit sekali. Ayo ke dokter gigi." Ucap Verrel.

__ADS_1


Dengan terpaksa Verrel dan Rizky ke dokter gigi, setelah selesai mereka berdua langsung pulang ke rumah.


"Sayang gigi ku." Verrel memeluk Akifa.


"Ada apa sayang, kenapa dengan gigi ku." Tanya Akifa.


"Sakit, ini obat-obat nya." Jawab Verrel.


"Kenapa bisa sakit, oh pasti kamu makan makanan manis sangat banyak kan."


"Tidak banyak, hanya 15 permen dan langsung aku kunyah." Ucap Verrel.


"15 tidak banyak, pantas saja gigi mu sakit, sudah sekarang kamu mandi nanti setelah obat itu bereaksi gigi mu tidak akan sakit lagi." Kata Akifa.


"Kau yakin ingin pergi malam ini." Tanya Rizky.


"Iya aku tidak enak terlalu lama di sini, Rizky aku sangat berterimakasih pada mu, kau dewa penolong ku, aku sangat banyak mengecewakan mu tapi kau selalu memaafkan ku."


"Sudah jangan kau bahas, yang terpenting kau baik-baik di sana, jika ada waktu aku akan berkunjung ke sana. Jika kau ada waktu kau juga harus berkunjung ke sini, jadi lah Candra yang lebih baik." Ucap Rizky.


"Pasti Rizky, dimana yang lainnya aku ingin berpamitan pada mereka."


"Pada paman Alvaro dan yang lain nya dulu, Verrel dan Dylan aku yang akan memanggilnya." Ucap Rizky.


"Kau baik-baik di sana, jangan berbuat kesalahan lagi, Rizky sangat sayang pada mu." Ucap Adit.


"Ingat kau sudah mempunyai Donat jangan sampai mencari pedang lagi, manfaat kan donat itu sebaik mungkin." Ujar Vano.


"Hahaha jangan kau pikirkan apa yang di katakan Vano." Saut Alvaro.


"Terimakasih atas semua kebaikan kalian, sekali lagi aku meminta maaf atas kesalahan ku." Ucap Candra.

__ADS_1


Setelah berpamitan pada Alvaro yang lainnya Candra kembali ke pada Rizky sambil membawa desy dan sedikit barang-barang nya.


__ADS_2