
Verrel mengusap air matanya, ia tidak bisa menyalahkan Akifa kembali, semua ini benar-benar murni kesalahan dan kebodohan nya sendiri.
"Kuat Verrel, anggap saja ini rasa sakit yang Akifa rasakan karena kebodohan mu, dan kau harus merasakan nya, saat ini berjuang kembali untuk mendapatkan Akifa." Batin Verrel.
Verrel berlari dan langsung memeluk Akifa, Akifa sangat terkejut ketika Verrel datang dan langsung memeluk nya. Ia benar-benar sangat merindukan pelukan hangat ini sampai Akifa tidak bisa berbicara apapun.
"Apa dia suami Akifa yang di katakan tuan Alvaro, jadi tugas ke dua ku sudah di mulai." Batin Aldy.
"Hey lepas, apa maksud mu." Aldy menarik tubuh Verrel.
"Apa-apaan kau, siapa kau kenapa kau berani menarik ku." Tanya Verrel.
"Jangan kau dekati calon istri ku." Aldy menarik Akifa ke samping tubuh nya.
"Sayang kamu mau menikah lagi." Tanya Alvaro.
Aldy memberikan kode pada Akifa, dan Akifa langsung bisa menangkap kode dari Aldy.
"Maaf tapi bukan nya kamu sudah menalak ku, buat apa aku menunggu mu lagi, aku sudah bersama orang gak bisa menjaga dan membuat ku nyaman." Ucap Akifa.
"Sayang aku mohon jangan seperti ini, aku minta maaf pada mu, jangan tinggalkan aku begini." Ucap Verrel.
__ADS_1
"Iya aku memaafkan mu, tapi maaf juga aku tidak ingin kembali pada pria yang membuat luka yang sangat dalam di hati ku, apa pantas aku kembali dengan pria yang menghina dan menginjak-injak harga diri istri nya." Kata Akifa.
"Sudah biarkan saja dia, ini Vila orang tua nya kita tidak berhak mengusir nya."
"Aku mohon beri aku kesempatan sayang, aku salah aku minta maaf pada mu, aku janji tidak akan melakukan hal bodoh lagi." Ucap Verrel.
"Maaf aku belum bisa memutuskan nya sekarang, sudah aku ingin makan bersama Aldy dan para pelayan di sini, jika kamu mau ikut makan ayo bersama kami." Kata Akifa.
"Aku akan mendapatkan mu kembali, lihat saja Aldy kau berurusan dengan siapa." Batin Verrel.
Verrel ikut makan bersama dengan Akifa dan yang lainnya, hati nya kembali terbakar saat melihat Akifa ke mengambilkan makanan untuk Aldy sedangkan diri nya tidak sama sekali.
Setelah selesai makan Aldy berpamitan pulang, Verrel merasa itu kesempatan baik untuk nya. Hati nya sadari tadi panas akan ia dinginkan dengan mendekati Akifa.
"Seperti yang kamu lihat, aku cukup dekat dengan nya." Jawab Akifa.
"Apa istimewa nya dia, dia tidak tampan seperti ku."
"Dia memang tidak setampan kamu, tapi dia jauh lebih menghargai aku di bandingkan suamiku sendiri, bukan nya itu hal yang aneh." Akifa masuk ke dalam kamar nya dan langsung menutup pintu sebelum Verrel merasa ikut masuk ke dalam kamar nya.
Ucapan Akifa benar-benar membuat Verrel tersindir, Verrel merasa sangat bersalah, memang benar dengan apa yang di katakan Akifa jika seharusnya diri nya lah lebih percaya pada Akifa bukan orang lain.
__ADS_1
Malam hari nya Akifa keluar dari kamar nya dengan memakai pakaian tidur pertanda Akifa tidak kemana-mana hari ini.
"Sayang kamu tidak masak lagi." Tanya Verrel.
"Tidak." Jawab Akifa dengan sangat singkat tanpa melihat ke arah Verrel.
"Aku lapar masakan untuk aku." Ucap Verrel.
"Masak sendiri, ada pelayan juga yang bisa merasakan mu." Kata Akifa.
Verrel duduk di samping Akifa yang menghidupkan televisi, saat tau Akifa memilih film horor membuat Verrel langsung mendekati Akifa sambil mereka berdua bersentuhan.
"Jangan dekat-dekat." Ucap Akifa.
"Kamu masih istri ku, aku masih berhak akan diri mu." Kata Verrel dan langsung memeluk Akifa.
Yang di katakan Verrel memang benar, talak yang di jatuhkan Verrel tidak berlaku karena diri nya sedang hamil. Lagi pula Akifa memang masih sangat merindukan sosok Verrel.
"Aku merindukan mu, maafkan semua kesalahan ku." Ucap Verrel.
Akifa menahan tangis nya, rasa cinta nya sangat besar pada Verrel, tapi penghinaan yang Verrel lakukan pada nya masih membuat dirinya sakit hati.
__ADS_1
Alifa melepaskan pelukan itu dan langsung berlari ke menuju kamar nya.
Jika tembus 100 komen setiap up akan up dua kali dalam satu hari.