
"Oh iya aku memang pria yang sangat baik," kata Rakha.
"Hahaha kau sangat percaya diri Rakha, kau tau Rakha itu wajah mu itu sangat menggemaskan. Apalagi kalau kau mulai berbuat hal aneh," ucap Rakha.
"Alice boleh aku mencium mu," tanya Rakha.
Wajah Alice langsung tersipu malu saat Rakha mengatakan hal itu. Benar-benar hal yang gila menurut Alice, karena dulu biasa para mantan nya kalau ingin mencium nya langsung mencium nya tanpa izin, tidak seperti Rakha yang izin terlebih dahulu.
"Tidak mau, kita tidak ada hubungan apa-apa, untuk apa kau mencium ku," tolak Alice.
"Kalau kita sudah ada hubungan boleh kau mencium mu," tanya Rakha.
"Boleh Rakha, sangat boleh," jawab Alice.
"Hahaha Alice mau kah kau jadi pacar ku," tanya Rakha.
Alice menaikan satu alis nya, ia tidak mengerti apa Rakha pikirkan saat ini, bisakah dia menembak wanita hanya seperti ini saja. Lagi pula mereka berdua jalan bersama belum sampai 6 jam, apakah secepat itu kah datang nya cinta.
"Rakha jadi begini cara mu menembak wanita, Pantas saja kau jomblo," kata Alice.
"Hahahaha aku bercanda, jika aku suka dengan wanita itu. Aku akan menembak nya dengan penuh cinta, aku akan memperlakukan nya seperti seorang ratu. Aku janji sebelum kau kembali ke Belanda aku akan menembak mu." Rakha menatap mata Alice dengan tatapan penuh cinta.
"Cup." Rakha mengecup bibir Alice yang membuat Alice tersipu malu.
Setelah itu Rakha menggandeng tangan Alice menjauhi toilet, bisa-bisa nya Rakha mengatakan hal tentang percintaan di toilet. Bukan Rakha nama nya jika tidak melakukan hal aneh.
"Alice jangan pernah memakai sepatu yang membuat mu lebih tinggi dari ku," kata Rakha.
"Hahaha kenapa kau malu jika aku lebih tinggi dari mu," tanya Alice.
"Hmmm tidak, tinggi ku sudah cukup ke atas tinggi ku akan ke depan," jawab Rakha..
"Menjadi buncit," tanya Alice.
__ADS_1
"Tidak," jawab Rakha.
"Jadi apa, jangan membuat ku penasaran," tanya Alice.
"Hahaha tidak ada Alice, kau semakin cantik jika penasaran seperti ini," jawab Rakha.
Rakha membawa Alice ke butik yang ada di dalam mall ini, Alice hanya menurut saja saat Rakha membawa nya ke butik, ia tidak tau kenapa tiba-tiba Rakha membawa nya ke sana.
"Alice belikan aku baju," ucap Rakha.
"Hmmm seharusnya kau yang memberikan baju. Tapi tidak papa lah, karena hari ini kau sudah membuat ku senang aku akan mentraktir mu," kata Alice.
"Hahaha aku hanya bercanda Alice, tidak-tidak aku yang akan memberikan mu baju," ucap Rakha.
"Tapi aku serius, sudah tidak papa. Tidak ada salahnya aku yang memberikan mu," kata Alice.
"Kau yakin, aku kalau belanja suka memilih barang yang mahal," tanya Rakha.
"Hahaha iya aku yakin, sudah ambil lah pakaian yang kau suka," jawab Alice.
Awal nya Rakha ingin membelikan sesuatu untuk Alice, ia ingin mengenang yang sangat membahagiakan ini dengan sesuatu barang. Tetapi malah Alice lah yang membelikan nya sesuatu.
"Rakha ini bagus, aku suka pria memakai baju seperti ini," kata Alice.
"Aku coba ya," Rakha mengambil baju itu dari tangan Alice.
Rakha membuka kemeja nya di depan Alice, ntah keberanian dari mana sehingga Rakha dengan PD nya melakukan hal itu.
"Rakha tidak sia sia kau latihan gym setiap hari," batin Rakha.
Alice langsung membalik tubuh nya. Ia tidak mau matanya ternoda oleh tingkah laku Rakha.
"Hahaha kau kenapa," tanya Rakha sambil memakai baju yang Alice pilih kam untuk nya.
__ADS_1
"Aku tidak papa," jawab Alice.
"Alice kau suka aku buncit atau aku seperti ini," tanya Rakha.
"Seperti ini bagaimana, aku tidak tau," jawab Alice sambil berjalan menjauhi Rakha.
"Dia pergi, aku rasa dia tu mau tapi malu," batin Rakha.
Rakha kembali memakai kemeja milik nya. Suka tidak suka ia pasti akan mengambil baju pilihan Alice.
Saat berjalan mendekati Alice, Rakha menemukan sesuatu yang bisa menjadi barang untuk mengingat hari yang sangat membahagiakan ini. Pas sekali barang itu berpasangan, jadi Alice dan dari nya bisa memakai barang kembar.
(ini nama barang nya, author tidak tau nama nya?
"Alice ini juga ya," kata Rakha.
"Ini dua, untuk mu dan untuk ku," tanya Alice.
"Iya untuk mu dan untuk ku," jawab Rakha.
Setelah selesai membayar semua nya, mereka berdua keluar dari butik. Alice benar-benar membelikan baju yang Rakha mau. Rakha yang mendapatkan traktiran sangat senang, ia bisa menilai jika Alice memang wanita yang sesuai dengan keinginan nya.
"Kita pulang," tanya Alice.
"Terserah mu, kau sudah lelah?"
"Iya aku sudah lelah," jawab Alice.
Di rumah Alice langsung berjalan menuju kamar nya, ia tidak sadar jika Rakha masih mengikuti nya dari belakang. Saat Alice ingin masuk ke dalam kamar, Rakha malah juga ingin ikut masuk.
"Eh kau mau apa," tanya Alice.
__ADS_1
"Hehehe aku lupa, ini jangan kau buang, jika ini hilang aku akan marah pada mu," ucap Rakha sambil memberikan barang yang ia pilih tadi