
"Sayang aku sedang hamil, kamu tidak kasihan dengan ku." Tanya Lia.
"Hamil, oh iya berarti aku tidak boleh melakukan nya, kasihan anak kita." Jawab Dylan.
"Hehehe maaf sayang aku bercanda, kamu mau lakukan lah." Ucap Lia.
"Boleh sayang." Tanya Dylan yang langsung bersemangat seketika.
"Boleh sekali sayang." Jawab Lia.
Skip.
"Terimakasih sayang, kamu sangat jago." Ucap Dylan dan langsung tertidur karena kelelahan.
Keesokan harinya mereka semua sedang berkumpul untuk membahas siapa penyebab kecelakaan yang menimpa Dylan.
"Siapa yang menyebabkan mu kecelakaan Dylan." Tanya Rizky.
"Rizky kau benar-benar bodoh, bagaimana mungkin Dylan tau, dia saja lupa ingatan." Ucap Verrel.
"Oh iya, aku lupa." Kata Rizky.
Sementara itu Dylan hanya diam sambil Senyum-senyum sendiri membayangkan apa yang ia lakukan tadi malam, ia tidak menyangka bisa melakukan hal itu pada istri nya. Pantas saja ia sama sekali tidak tergoda dengan Lilis ternyata di rumah tersimpan bidadari yang sangat cantik dan seksi.
"Hmmm berarti selama ini aku sudah tidak perjaka." Batin Dylan.
"Plak" Verrel memukul tubuh Dylan.
"Ah sakit bodoh." Ucap Dylan.
"Kau gila, stres atau apa, senyum-senyum sendiri, kami sedang membahas kecelakaan mu." Kata Verrel.
__ADS_1
"Kecelakaan ku." Otak Dylan sedikit nge-lag. "Oh iya kecelakaan ku, ada apa." Tanya Dylan.
"Apa anak ku menjadi bodoh." Ucap Vano.
"Dylan Dylan, ternyata bukan hanya lupa ingatan otak mu juga sedikit menggeser." Kata Verrel.
"Sudah percuma kalian berbicara dengan nya seperti itu, sekarang kita sembuh kan dia dulu, baru lah kita bisa tau dia siapa penyebab kecelakaan nya." Ucap Alvaro.
"Iya kita bawa dia ke rumah sakit jiwa." Kata Rizky.
"Dia bukan sakit jiwa Rizky, hanya otak nya sedikit menggeser." Ujar Verrel.
"Kalian membicarakan apa, beri tau aku, siapkan ayah ku, yang mana." Tanya Dylan.
"Kau tebak sendiri mana ayah mu." Jawab Vano.
"Kau mana mungkin kau jelek sekali." Kata Dylan.
"Kau ayah ku." Tanya Dylan pada Alvaro.
"Oh kau yang ayah ku, kita seperti mirip." Tanya Dylan pada Adit.
"Dia papah mertua ku." Jawab Rizky.
"Jadi kau ayah ku, hehehe maaf yah, kau sangat tampan." Ucap Dylan sambil mendekati Vano.
"Kau tidak anak ku, mana ada anak mengatai ayah nya." Kata Vano.
"Ayah, kau tidak merindukan anak mu ini, apa aku punya adik, mana ibu ku." Tanya Verrel.
"Kau biasa nya memanggil ku papah, kau anak tunggal dan mamah mu berada di dalam kamar." Jawab Vano.
__ADS_1
"Sudah lah, bagus kita bekerja dulu, biarkan Dylan bersama papah nya." Ucap Alvaro.
Mereka pergi meninggalkan ruangan itu, tersisa Vano dan Dylan di sana.
"Pah, apa wanita hamil boleh melakukan hal itu." Tanya Dylan.
"Boleh tapi tidak boleh terlalu sering, ada apa kau mau jatah."
"Hehehe, aku tidak menyangka aku berasal dari keluarga kaya raya, seberapa kaya kita pah."
"Papah juga tidak tau, oh iya ini dompet untuk mu, semua sudah lengkap." Ucap Dylan.
"Wah, selama aku di sana aku tidak pernah memegang dompet, mana uang nya pah." Tanya Dylan.
"Ini dalam kartu ini bodoh, pin nya tanggal lahir mu, jika tidak ingat kau bisa lihat di ktp." Jawab Vano.
Sementara itu Verrel sedang dalam perjalanan menuju kantor bersama Rizky, tetapi saat keluar dari gerbang rumah nya tadi mereka berdua mencurigai sesuatu.
"Siapa dia Verrel." Tanya Dylan.
"Hanya tukang ojek biasa." Jawab Verrel.
"Jangan berbohong pada ku, katakan siapa dia, kau tau sesuatu bukan." Tanya Rizky.
"Aku pernah melihat orang itu di suatu tempat, tapi aku tidak ingat dimana itu." Jawab Verrel.
"Siapa lagi Verrel banyak sekali musuh keluarga mu." Tanya Rizky.
"Apa dia ada hubungan nya dengan Akifa atau di berasal dari masa lalu ku." Batin Verrel.
"Tidak ada, mungkin saja itu musuh nya Dylan, mana mungkin aku memiliki musuh." Ucap Verrel.
__ADS_1
"Cepat selidiki Verrel, sebelum seperti Dylan, kau mau seperti Dylan."
"Jaga bicara mu Rizky, perkataan mu bisa jadi menjadi kenyataan, istri kita sedang hamil jangan sampai terjadi sesuatu pada kita." Kata Verrel.