
"Sayang." Fina memeluk Rizky dengan erat.
Risky diam membeku, bagaimana bisa cinta pertama nya datang memeluk nya dengan erat. Fina bukan hanya cinta pertama nya tetapi Fina juga tunangan Rizky sejak lulus SMA.
"Ka..kamu mamasih hidup." Ucap Rizky dengan suara yang bergetar.
"Aku masih hidup, kamu jahat. Kamu meninggal kan ku, mana janji mu dulu. Lihat aku masih memakai cincin pertunangan kita." Fina menunjukkan cincin di jari manis nya.
"Rizky itu cincin apa, kamu sudah menikah." Tanya Fina.
"Aaaku sudah menikah." Rizky langsung pergi meninggalkan Fina.
"Rizky tunggu, ah perut ku." Fina memegang perut nya yang sangat sakit.
Rizky berjalan mendekati Adit dan rekan bisnis nya, ia mengatur nafas dan bertindak senormal mungkin. Meskipun otak nya di penuhi dengan banyak pertanyaan dan pikiran tentang Fina.
"Maaf menunggu lama." Ucap Rizky.
Tiba-tiba pelayanan restoran berteriak meminta tolong, karena tidak ada orang selain mereka, Adit dan Rizky berjalan mendekati sumber suara.
__ADS_1
"Fina." Ucap Rizky.
"Kau mengenal nya." Tanya Adit.
"Iya pah, dia teman ku." Jawab Rizky sambil mendekati Fina yang pingsan di lantai.
"Bawa dia ke rumah sakit, papah yang mengurus rekan bisnis kita." Ucap Adit.
Rizky langsung menggendong Fina dan membawa masuk ke dalam mobil nya. Di dalam perjalanan menuju rumah sakit Rizky melihat wajah Fina yang tidak banyak berubah, hanya saja saat ini wajah nya terlihat sangat pucat.
"Tidak Rizky dia masa lalu mu, sekarang ada Alana yang sedang mengandung anak mu, jangan buat orang di sekitarmu kecewa." Batin Rizky.
Verrel sedang menemani istri nya yang sedang asik memetik buah-buahan segar di kebun belakang rumah. Ia hanya duduk memperhatikan istri nya yang sedang menyanyi sambil memetik buah anggur, Verrel benar-benar sudah tenang karena rumah tangga nya sudah sangat aman sejak datang nya dua baby di dalam perut Akifa.
Dengan senang hati Verrel membuka mulut nya dan langsung memakan buah itu.
"Tidak jangan buah yang itu." Ucap Verrel yang sama sekali tidak suka buah pir.
"Sayang buka mulut mu." Akifa memaksa untuk Verrel membuka mulut nya.
__ADS_1
"Tidak sayang aku tidak suka, rasa nya aneh." Tolak Verrel.
"Buka sayang, kamu membantah ku." Ucap Akifa.
Dengan terpaksa Verrel membuka mulut nya dan memakan buah yang sama sekali tidak ia suka. Walaupun ia ingin muntah Verrel tetap berusaha menelan nya.
"Habiskan sayang, jangan sampai kamu buang." Ucap Verrel.
Setelah puas memetik buah di kebun, mereka berdua langsung masuk ke dalam rumah, lagi pula cuaca semakin memanas itu tidak baik untuk Akifa dan tentu saja Verrel tidak ingin kulit nya semakin gelap.
"Sayang, aku ingin mencium mu." Ucap Akifa.
"Cium, sini aku cium." Verrel meletakkan Akifa di atas tubuh nya.
"Sayang aku yang ingin mencium mu, bukan kamu yang mencium ku." Akifa menghujani ciuman di wajah Verrel.
Sementara itu Rizky masih menunggu Fina sadar dari tidur nya, sebenarnya Rizky ingin langsung pergi dari sana tapi tiba-tiba ibu dari Fina menahan nya, apalagi Rizky baru tau fakta sebenarnya jika Fina menderita kanker usus..
"Kamu dari mana saja Rizky, Fina mencari mu selama hidup nya." Ucap Aminah.
__ADS_1
"Maaf buk, saya pikir Fina sudah maaf meninggal, setelah kami bertunangan kami ingin pergi ke salah satu pulau, aku menunggu Fina di bandara tetapi setelah berjam-jam aku menunggu Fina tidak datang juga dan aku mendengar kabar Fina kecelakaan dan mobil nya masuk ke dalam jurang. Aku sudah mencari nya tapi aku tidak menemukan maaf buk Jasad Fina. Setelah kejadian itu aku langsung pergi jauh untuk melupakan Fina." Jelas Rizky.
"Saat itu Fina menghindar dari mu karena ia menderita kanker usus, ia berobat dan berusaha untuk sembuh. Fina sempat di nyatakan sembuh tetapi itu hanya sebuah harapan kosong. Sekarang Fina menderita kanker usus stadium akhir. Fina mencari mu lagi karena ia ingin menghabiskan sisa hidup nya bersama mu." Ucap Aminah.