
"Aku harap tuan benar-benar ingin sembuh," Ucap Sonia sebelum tidur.
"Aku harap kamu bisa menjadi ibu dari anak-anak ku," batin Kenzo.
Kenzo membalas pelukan dari Sonia dan tak lama mereka berdua terlelap dengan saling berpelukan.
Pagi hari nya karena Kenzo sudah tau diri nya belajar memijat Sonia membiasakan diri memijat kaki Kenzo setiap pagi dan sore. Tidak ada penolak dari Kenzo karena Kenzo benar-benar menghargai kerja keras istri nya.
"Tidak ada pijat plus-plus," tanya Kenzo.
"Tuan mau," tanya Sonia.
"Tidak mau, pijatan mu tidak enak," jawab Kenzo.
"Belum merasakan sudah bilang tidak enak," ucap Sonia.
"Yang enak kau tau apa," tanya Kenzo.
"Apa tuan," tanya balik Sonia.
"Tidak ada," jawab Kenzo yang berubah pikiran, ia takut Sonia berpikir diri nya berotak mesum, padahal memang iya.
Setelah di rasa cukup Kenzo masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri nya, di dalam sana Kenzo senyum-senyum sendiri karena hubungan nya dengan Sonia semakin dekat. Ia tidak menyangka diri nya melangkah lebih jauh bersama Sonia.
Hari ini Kenzo berniat makan bersama keluarga nya, setelah selesai memakai pakaian nya, ia langsung turun ke bawa untuk sarapan bersama-sama.
"Tuan Kenzo mau kemana," tanya Sonia.
"Kita makan di bawa saja, tolong siapkan makanan ku," jawab Kenzo.
"Ba..baik tuan," ucap Sonia.
"Terima kasih tuhan, aku sangat bersyukur melihat perubahan tuan Kenzo," batin Sonia.
"Kenzo anak daddy, kau mau kemana," tanya Verrel sambil mendekati Kenzo.
"Mau sarapan dad, kenapa aku tidak boleh makan bersama kalian," jawab Kenzo.
"Ayo sini Kenzo, kenapa pula tidak boleh, paman sangat senang kau mau makan bersama-sama," kata Dylan.
"Verrel cepat bawa anak mu ke sini, kau serakah sekali," ujar Rizky.
Kenzo kembali merasakan kehangatan di keluarga nya, ini kehangatan yang pernah ia rasakan dulu sebelum kejadian yang menghancurkan hidup nya.
"Selamat pagi," ucap Kenzi.
Kenzi benar-benar ragu ingin sarapan bersama keluarga nya, karena ada Kenzo di sana. Ia takut karena ada diri nya Kenzo pergi meninggalkan meja makan itu.
"Mau kemana Kenzi," tanya Dylan.
__ADS_1
"Aku makan di kantor saja paman," jawab Kenzi.
"Makan di sini saja, nanti perut mu sakit lagi," kata Dylan.
Kenzi tepat duduk di depan Kenzo, tanpa berani menegur Kenzo Kenzi hanya bisa melihat Kenzo yang sudah banyak mengalami perubahan.
Dan begitu juga dengan Kenzo, Kenzo sama sekali tidak peduli akan Kenzi, untuk melihat wajah adik nya Kenzo sama sekali tidak sudi. Sebenarnya dulu Kenzo sama sekali tidak pernah menyalahkan Kenzi atau kecelakaan yang menimpa dirinya, tetapi karena masalah cinta segitiga membuat Kenzo berpikir bahwa Kenzi lah yang membuat nya seperti ini.
"Kenzo, jaga pola makan mu," ucap Verrel.
"Iya dad, aku tau," kata Kenzo.
"Dad aku ingin liburan bersama tunangan ku, apa boleh," tanya Kenzi.
"Tidak Kenzi, kau pergi siapa yang akan membantu daddy di perusahaan, kakek mu sudah tua jangan membebani nya," jawab Verrel.
"Baik dad, aku tau itu, maaf aku egois," ucap Kenzi.
"Pergi lah, tapi jangan lama-lama," kata Akifa.
"Sayang kenapa kamu memberikan nya izin," tanya Verrel.
"Dia bukan robot sayang, dia anak kita dan usia nya masih muda, berikan dia waktu untuk berlibur sayang," jawab Akifa.
"Kau mau pergi liburan juga Kenzo," tanya Verrel.
"Tidak," jawab Kenzo.
"Kau diam lah, jangan ikut campur," ucap Kenzo.
"Kenzo berbicara yang baik dengan istri mu," tegur Verrel.
"Tuan ayo lah, ikut ya," bujuk Sonia.
"Aku ikut dad," ucap Kenzo.
"Yeaahhh," ucap Sonia sampai memberikan kecupan di wajah Kenzo.
Kenzo sangat terkejut sampai dia seperti mematung seketika, Verrel langsung mencairkan suasana saat semua nya terkejut dengan apa yang di lakukan Sonia. Sedangkan Sonia sangat malu sampai wajah nya memerah seperti kepiting rebus.
"Oh iya mau liburan kemana," tanya Verrel.
"Eh.. Ke Jepang dad, tidak terlalu jauh," jawab Kenzi.
"Bagaimana Kenzo," tanya Verrel.
"Aku tidak tau dimana itu, aku ikut dengan wanita ini saja," jawab Kenzo.
Setelah sarapan pagi mereka kembali melanjutkan aktivitas mereka masing-masing, Kenzo dan Sonia masuk ke dalam kemar mereka untuk berkemas karena besok mereka akan terbang ke Jepang.
__ADS_1
"Sonia," ucap Kenzo.
"Iya tuan, maaf kan saya tadi," kata Sonia.
"Bagus kau minta maaf, aku sangat malu dan kau sangat lancang," ucap Kenzo.
"Maafkan kelancangan saya tuan." Sonia menundukkan kepala nya.
"Jika minta maaf tatap mata ku," ucap Kenzo dengan tegas.
Sonia ikut duduk di atas ranjang bersama Kenzo, ia menatap mata Kenzo yang membuat Kenzo salah tingkah.
"Maafkan saya tuan," ucap Sonia.
Tanpa di duga Kenzo menarik tengkuk leher Sonia lalu menempel kedua bibir mereka. Kenzo mulai mel*mat bibir Sonia seperti yang Verrel ajarkan pada nya.
Sonia terkejut saat Kenzo sudah mulai melahap bibirnya, perlahan Sonia memenangkan mata nya dan tangan nya mulai naik ke atas pundak Kenzo.
"Sayang," teriak Novi.
"Iya ada apa, kamu pagi-pagi sekali sudah ke kantor," tanya Kenzi.
"Iya sayang, aku ingin bertanya pada kita jadi ke Jepang."
"Jadi sayang, tapi kita tidak berdua Kenzo dan istri nya akan ikut," jawab Kenzi.
"Tidak berdua, tapi aku ingin berduaan dengan kamu sayang," ucap Novi.
"Mereka tidak akan menganggu kita, Kenzo juga tidak akan mau dekat-dekat dengan ku," kata Kenzi.
"Kamu yakin sayang, maaf bukan nya aku tidak suka dia ikut, tapi ingat masa lalu kita dengan Kenzo. Nanti dia mengamuk di sana bagaimana."
"Tidak sayang, percaya dengan ku. Ada istri nya yang bisa mengendalikan Kenzo," kata Kenzi.
"Ya sudah, aku belanja dulu untuk pergi besok," ucap Novi.
Novi masuk ke dalam mobil nya dengan wajah yang seperti nya tidak suka akan keputusan Kenzi.
"Orang lumpuh itu lagi," batin Novi.
Sementara itu Kenzo dan Sonia baru selesai berciuman, jantung mereka berdua sama-sama berdetak sangat kuat, Kenzo memalingkan wajah nya untuk mengontrol tubuh nya, begitu juga dengan Sonia yang memilih ke kamar mandi.
"Kenapa rasa nya enak sekali," batin Kenzo.
"Sonia ini baru di cium, belum di ajak enak-enak kenapa kau sudah senang sekali," ucap Sonia sambil mencuci wajah nya.
"Tenang Sonia, tenang semua nya akan baik-baik saja, saat dia meminta hak nya pura-pura jual mahal, hehehe," Sonia tertawa sendiri di dalam kamar mandi.
Jantung Kenzo tidak kunjung normal kembali yang membuat Kenzo salah tingkah, Kenzo memilih ke luar dari kamar nya dan langsung menuju ke ruang gym.
__ADS_1
"Semangat Kenzo, jika tubuh mu sudah benar-benar jadi, kau jadi tidak malu jika kau ingin minta hak mu," batin Kenzo.