Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 162 S4


__ADS_3

Kembali pada pasangan kembar Kenzi dan Kenzo. Hari ini Kenzo ingin pergi ke rumah sakit untuk memeriksa kandungan istri nya. Ia sangat penasaran sudah sejauh mana anak nya berkembang.


Hari ini ia juga kembali mengambil cuti Kantor, karena setelah dari rumah sakit Kenzo akan mengambil semua barang-barang yang tertinggal di rumah sebelum nya.


"Sayang kamu sudah siap," tanya Kenzo.


"Sudah, tapi aku sangat lapar," jawab Sonia.


"Sabar sayang, kita makan di luar saja," kata Kenzo.


Kenzo dan Sonia keluar dari kamar mereka, kebetulan pasangan Kenzi serta istri nya juga keluar dari kamar secara bersamaan.


"Kalian mau makan, aku sudah memesan GrabFood," tanya Kenzi.


"Nah kebetulan sekali, aku juga sangat lapar dan istri ku juga sangat lapar," kata Kenzo.


Kenzi berjalan keluar rumah untuk mengambil makanan yang sudah datang, sedangkan yang lainnya menunggu di ruang makan. Karla pemasaran kenapa Sonia berpakaian rapi dari biasanya, ia pikir Sonia akan ikut ke Kantor bersama Kenzo.


"Kau mau ikut suami mu Sonia," tanya Karla.


"Tidak Karla, aku ingin ke rumah sakit. Aku ingin memeriksakan kehamilan ku," jawab Sonia.


"Aku ikut, aku juga sangat penasaran dengan kandungan ku," kata Karla.


"Kalau begitu ayo, ajak suami mu, kita berangkat bersama," ucap Kenzo.


"Mau kemana sayang," tanya Kenzi.


"Sayang hari ini kamu cuti lagi ya, kita ikut ke rumah sakit bersama dengan Sonia dan Kenzo," jawab Karla.


"Kalian mau ngapain ke rumah sakit, apa ada yang sakit?"


"Tidak ada, Sonia ingin memeriksakan kandungan nya, kami sangat penasaran dengan perkembangan bayi kami," kata Kenzo.


"Hmmm ya sudah ayo, aku ikut ke rumah sakit. Aku juga penasaran dengan kandungan istri ku," ucap Kenzi.


Setelah selesai makan Kenzi serta Karla kembali naik ke kamar untuk berganti pakaian dan bersiap-siap. Sebenarnya sudah cukup lama Kenzi memeriksakan kandungan Karla, tetapi karena masalah rumah tangga nya kemarin hal itu terlupakan sementara waktu.


"Sudah siap sayang," tanya Kenzi.


"Aku sudah siap, tapi kenapa aku mendadak takut sesuatu ya. Kamu ingat tidak aku baru sembuh kanker serviks beberapa bulan lalu, bagaimana kalau saat pemeriksaan kanker itu kembali ada," jawab Karla.


"Tidak akan sayang, sudah untuk apa kamu takut, Kamu sudah sembuh, tidak ada yang perlu kamu khawatir dan takutkan lagi," kata Kenzi


Ucapan Karla tadi sukses membuat Kenzi kepikiran. Ia lupa jika istri nya baru beberapa bulan sembuh dari kanker Serviks. Memang masih ada kemungkinan kanker itu kembali lagi.


Semua nya sudah selesai bersiap. Dan mereka berempat langsung pergi meninggalkan rumah. Kenzo merasa ada perubahan dari mimik wajah Kenzi dan Karla yang tidak seceria sebelum nya. Ia tidak tau apa yang membuat mereka mendadak seperti itu. Padahal sebelum nya mereka berdua tampak sangat bersemangat.


"Hmmmm ada masalah Kenzi," tanya Kenzo.

__ADS_1


"Kau memang sangat peka, tidak ada masalah hanya beberapa hal yang membuat kami sedikit khawatir," jawab Kenzi.


"Maaf Karla, apa tentang kanker serviks," ujar Sonia.


"Iya Sonia, aku takut kanker itu kembali datang," kata Karla.


"Yakin saja Karla, Kanker itu tidak akan datang. Yakin lah, kalau kau sudah sembuh ha itu akan membuat perasaan mu sedikit tenang," ucap Sonia.


"Iya Sonia, terima kasih atas saran nya."


Sesampainya di rumah sakit mereka langsung berpisah. Kenzi dan Karla memutuskan untuk ke dokter yang menangani Karla waktu itu. Mereka berdua benar-benar ingin memastikan jika kanker itu sudah hilang.


"Mas Kenzi dan mbak Karla."


"Iya dok, dokter masih mengingat kami," kata Kenzi.


"Tentu saja masih, ada yang bisa saya bantu, apa ada keluhan lagi?"


"Tidak ada dok, kami berdua hanya ingin memastikan jika kanker yang pernah istri saja derita tiada kembali lagi."


"Oh hanya pemeriksaan, ayo mbak Karla ikut saya." Dokter membawa Karla ke ruang pemeriksaan.


Kenzi hanya menunggu istri nya di periksa. Ia tidak ikut karena ia sangat takut jika hal yang tidak ia inginkan terjadi. "Ahkkh ini lebih menegangkan dari malam pertama," batin Kenzi.


"Apa sakit mbak," tanya Dokter.


"Tidak dok," jawab Karla.


15 menit berlalu, Karla keluar dari ruang pemeriksaan. Dari mimik wajah Karla, Kenzi yakin Karla belum mendapatkan jawaban.


"Bagaimana dok," tanya Kenzi.


"Semua nya baik-baik saja, tidak ada yang perlu di khawatir kan," jawab Dokter yang membuat mereka berdua lega.


Saat ini Sonia sedang berbaring di atas tempat tidur untuk menjalani USG. Mata Kenzo melotot seketika saat menatap ke arah monitor, kelima anak nya perlahan terlihat dengan jelas.


"Anak ku seperti anak kucing," ucap Kenzo.


"Sayang kamu menistakan anak mu sendiri," ucap Sonia.


"Tidak begitu sayang, kenapa mereka sangat kecil begitu," kata Kenzo.


"Mas Kenzo, kandungan istri anda masih baru memasuki 5 bulan, jadi wajah anak-anak mas Kenzo masih kecil," jelas doker.


"Hehehe iya dok, apa mereka semua sehat dok," tanya Kenzo.


"Sehat semua mas, kelima anak anda berkembang sangat baik."


Kenzo cukup bangga pada benih nya, ia tidak menyangka benih nya bisa langsung menjadi 5 anak sekaligus. Kenzo tidak bisa membayangkan betapa seru nya mempunyai anak sebanyak itu secara bersamaan.

__ADS_1


Kenzo mengambil handphone nya untuk mengambil gambar anak nya di layar monitor. Setelah itu Kenzo membuat postingan di akun instagram milik nya. "Anak kucing ku 😻." Caption yang tertulis di postingan Kenzo.


Setelah selesai pemeriksaan, mereka harus menunggu Kenzi dan Karla di dalam mobil. Kenzo terus tersenyum saat melihat hasil USG yang sangat memuaskan.


"Sayang ayah menghubungi ku," ucap Sonia.


"Pasti dia marah, cucu nya aku sebut anak kucing," batin Kenzo.


"Halo dad," ucap Kenzo.


"Kenzo, kau kurang ngajar ya. Kenapa cucu kau sebut anak kucing."


"Hehehe, dad mereka sangat menggemaskan seperti anak kucing," kata Kenzo.


"Enak saja, aku tidak mau cucu ku kau samakan seperti anak kucing, bagaimana dengan mereka apa mereka sehat?"


"Iya dad, mereka sangat sehat," jawab Kenzo.


"Bagus kalau seperti itu, bagaimana dengan Kenzi," tanya Verrel.


"Dia masih melakukan pemeriksaan, kami masih menunggu nya," jawab Kenzo.


"Itu mereka sayang," ucap Sonia.


"Oh iya tunggu sebentar dad, mereka datang."


"Kenzo," ucap Kenzi yang sangat senang.


"Bagaimana, semua nya baik-baik saja kan," tanya Kenzo.


"Semua baik-baik saja, kanker hilang anak ku sehat," jawab Kenzi.


"Nanti mampir lah ke rumah, aku ingin melihat hasil USG lebih jelas," ucap Verrel sambil memastikan sambungan telepon.


"Sonia boleh aku lihat gambar nya," tanya Karla.


"Iya boleh, semua nya sehat," jawab Sonia.


Kenzi dan Karla melihat gambar hasil USG milik Sonia, otak Kenzi langsung tertuju pada sesuatu yaitu.


"Keponakan ku seperti anak kucing," kata Kenzi.


"Kau menistakan anak ku, jangan katakan seperti anak kucing, dia tampan seperti ku," ucap Kenzo.


"Hahaha iya dia tampan seperti mu, sudah ayo kita ya pulang. Tidak ada yang ingin di beli lagi kan," tanya Kenzi.


"Tidak ada, kita pulang ke rumah daddy, selain daddy ingin melihat hasil nya aku juga ingin mengambil semua barang barang ku."


Para paman dan Bibi memberikan beberapa komentar lucu di postingan milik Kenzo. Mereka semua tidak setuju jika para keponakan mereka di sebut seperti anak kucing.

__ADS_1


"Wow dia memang seperti yang kau katakan, hahaha." Hanya Axel yang berkomentar seperti itu.


Rakha yang juga melihat postingan itu hanya bisa menghela nafas nya, ia masih belum mendapatkan seorang wanita yang akan menampung benih nya


__ADS_2