Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 341 S3


__ADS_3

"Dari mana kamu sayang," tanya Akifa.


"Aku membantu ayah mencari makana untuk bunda, dan sekarang aku sangat lelah," jawab Verrel.


Verrel membuka baju dan celana nya karena berkeringat lalu langsung merebahkan diri nya di atas ranjang.


"Apa anak ku bangun tadi," tanya Verrel.


"Iya sayang anak mu bangun, mungkin mereka tau jika daddy nya tidak ada di dekat mereka," jawab Akifa.


"Maaf sayang, pasti kamu kesulitan menidurkan mereka kembali, maafkan aku," ucap Verrel.


"Tidak masalah, untuk apa kamu minta maaf, yang ku lakukan sudah menjadi kewajiban ku." kata Akifa.


"Aku semakin mencintai mu sayang," Verrel memeluk Akifa dan tak lama mereka tertidur bersama sambil berpelukan.


Sementara itu Alvaro benar-benar kesal dengan Angel, saat ia datang Angel sudah tertidur dengan pulas, padahal ia sangat sulit mendapatkan makanan yang bernama seblak ini.


Karena takut salah akhirnya Alvaro membangunkan Angel, agar ia tau untuk di apakan seblak ini, "Sayang bangun lah, aku sudah pulang, kamu tadi mau makan kan, ayo cepat makan aku tidak mau anak kita nanti ileran seperti Verrel dulu."


Angel membuka mata nya secara perlahan, ia tersenyum saat pangeran tampan nya sudah pulang.


"Kamu mendapatkan makanan yang aku minta," tanya Angel.


"Iya sayang ayo kamu makan, aku suapi," jawab Alvaro.


"Kita makan bersama, jangan menolak."


"Tapi aku sudah makan nasi goreng sayang, aku sudah kenyang," kata Alvaro.


"Tidak ada alasan sayang, kamu harus makan bersama ku, kamu pasti akan ketagihan dengan makanan yang bernama seblak ini," ucap Angel.


Dengan terpaksa Alvaro ikut makan bersama Angel, untung saja Angel masi mau makan, dulu saat hamil Verrel sedikit saja ia telat Angel sudah tidak mau makan apa yang di minta sebelum nya. Alvaro berfirasat anak nya nanti akan menjadi anak yang lebih-lebih dari Verrel.


"Bagaimana sayang, apa rasa nya enak," tanya Alvaro.


"Cukup enak, tapi masakan ku jauh lebih enak," jawab Angel.


Alvaro mulai mencoba makanan itu, ini pertama ki nya Alvaro memakan makanan yang bernama seblak.


"Sayang enak sekali," ucap Alvaro.

__ADS_1


Alvaro langsung memakan nya dengan sangat lahap, sampai ia lupa jika diri nya sama sekali tidak bisa makan pedas, meskipun seblak itu tidak terlalu pedas.


Sampai akhirnya. Alvaro mulau merasa ada yang tidak beres dengan perut nya, "Ah perut ku."


Angel meletakan makana nya dan langsung mendekati Alvaro yang sudah kesakitan, "Kamu kenapa sayang, kamu mau melahirkan, kan aku yang hamil bukan kamu," tanya Angel.


"Sayang perut ku panas, ah seperti terbakar sakit sekali," ucap Alvaro.


Alvaro mulai berkeringat, ia memegang perut nya yang terasa sangat panas dan sakit.


"Sayang kamu kenapa, aku panggil Verrel ya," ucap Angel dan langsung menuju kamar Verrel.


Angel membuka gagang pintu kamar Verrel, dan langsung masuk ke dalam karena tidak di kunci. Angel ragu membangun kan Verrel yang sedang tertidur dengan lelap, ia yakin anak nya juga baru saja tidur.


Angel tidak ada pilihan lain selain membangunkan Verrel, dari pada Alvaro mati konyol karena hanya makan seblak.


"Verrel sayang bangun sayang bantu bunda," ucap Angel.


Verrel benar-benar ingin marah, ia baru saja tidur dengan lelap dan sudah ada yang membangunkan nya. Verrel tidak sadar jika yang membangunkan nya adalah bunda nya sendiri.


"Sayang bangun sayang," ucap Angel.


"Sayang ini bunda," ucap Angel.


Verrel yang baru sadar jika suara itu suara bunda nya langsung berusaha untuk duduk dan membuka mata nya lebar-lebar.


Sementara itu Alvaro sudah berguling-guling di lantai karena merasakan rasa sakit yang teramat di perut nya, ia benar-benar menyesal telah memakan makanan yang yang bernama seblak itu. Dokter sudah mengingatkan pada Alvaro jika lambung nya memang sudah sangat parah, tapi karena makanan yang enak Alvaro melupakan peringatan itu.


"Aku seperti mau melahirkan," teriak Alvaro.


Verrel yang tau jika Alvaro memakan makanan pedas langsung berlari keluar dari kamar nya, ia tidak peduli dengan diri nya yang hanya menggunakan boxer.


"Ayah," ucap Verrel yang melihat Alvaro berguling-guling di atas ranjang.


"Verrel ayah mau melahirkan, sakit sekali," kata Alvaro.


"Kenapa makan makanan pedas, kan sudah aku peringatan jika ayah sama seperti ku, bahkan ayah lebih parah dari ku, bagaimana ini sekarang," ucap Verrel.


"Verrel kenapa kau memarahi ayah mu, sekarang bawa dia ke rumah sakit, bunda takut terjadi apa-apa dengan ayah mu, bunda belum siap jadi janda," kata Angel.


Tanpa pikir panjang Verrel langsung membantu Alvaro berjalan menuju mobil, lagi dan lagi ia tidak sadar jika diri nya hanya menggunakan Boxer.

__ADS_1


"Bunda ikut," ucap Angel.


"Tidak bunda, bunda di rumah saya bersama istri ku, ayah aku yang mengurus nya," kata Verrel.


Sesampainya di rumah sakit Verrel ingin keluar dari mobil, tapi saat melihat ke arah tubuh nya ia baru tersadar jika diri nya hanya memakai boxer, pantas saja ia merasakan malam ini terasa lebih dingin dari biasanya.


"Ayo Verrel cepat, ayah susah tidak tahan," ucap Alvaro.


"Aku telanjang yah, bagaimana ini," kata Verrel.


Alvaro melihat ke arah Verrel, ia rasanya ingin tertawa terbahak-bahak melihat Verrel, tapi rasa sakit di perut nya membuat nya tidak bisa tertawa.


"Kau gila Verrel," ucap Alvaro.


"Maaf yah." Verrel mendekati ayah nya, ia membuka satu persatu kancing baju Alvaro yang membuat Alvaro kebingungan.


"Kau mau apa," tanya Alvaro.


"Aku pinjam baju mu, sudah jangan protes," jawab Verrel.


Verrel memakai baju Alvaro, sedangkan Alvaro bertelanjang dada, Verrel tidak masalah memakai boxer anggap saja ia ingin memamerkan jika milik nya besar.


"Ayo yah," ucap Verrel.


Walaupun tenga malah, rumah sakit tetap lah ada banyak orang di dalam nya, mereka semua tertuju pada Alvaro dan Verrel yang membuat mereka ingin tertawa.


"Sugar daddy," ucap salah satu pengunjung.


Ada juga yang mengira mereka pasangan sesama jenis karena gaya berpakaian mereka, Verrel sangat ketara jika ia memakai baju ayah nya.


"Tuan Alvaro," ucap salah satu dokter.


"Apa yang kalian tertawa kan, taun ini pemegang saham terbesar rumah sakit ini."


Sontak mereka semua yang mentertawakan Alvaro dan Verrel tadi, berbalik badan seperti tidak ada masalah.


Alvaro langsung di bawah ke IGD, pemenang saham terbesar di rumah sakit ini harus di berikan pelayanan yang super.


Alvaro mungkin orang pertama yang masuk rumah sakit hanya karena makan seblak.


Note : jika terlalu lebay mohon maaf, dan jika ada typo juga mohon maaf kerja target.

__ADS_1


__ADS_2