
Keesokan harinya Akifa dan Verrel sudah siap untuk meninggalkan Vila itu, mereka berdua di antar oleh Aldy ke tempat jet pribadi yang telah menunggu. Akifa sedikit bersedih meninggalkan Vila itu, sudah banyak kenangan yang terukir di sana, ia pikir ia akan tinggal selamanya di Vila, tetapi Verrel datang menjemputnya dan memperbaiki semua nya.
"Sudah sayang, nanti kita ke sini lagi, bersama anak-anak kita, Kenzo dan Kenzi." Ucap Verrel.
"Berhenti menyebut nama Kenzo dan Kenzi itu siapa sayang, kita saja belum tau jenis kelamin anak kita."
"Hehehe percaya pada ku sayang, anak kita kedua nya laki-laki dan aku akan menjadikan kedua anak kita pria yang sangat hebat."
"Hmmm, iya lah. Terserah kamu, kamu daddy nya." Ucap Akifa.
Sesampainya di tempat yang mereka tuju, mereka berdua langsung turun dari mobil, Aldy membantu mereka mengeluarkan barang-barang milik Akifa.
"Hati-hati Akifa, semoga kita bertemu lagi." Ucap Aldy.
"Iya al, terima kasih untuk waktu nya selama ini, aku sangat senang bisa bertemu dengan mu." Kata Akifa.
"Aku juga, jika pria ini berulah lagi, jangan ragu untuk memberitahu ku, akan aku habisi dia langsung."
"Terima kasih telah menjaga istri ku dengan baik, aku tidak akan menyianyiakan wanita baik ini lagi." Ucap Verrel.
"Aku percaya pada mu, jika ada waktu datang lah ke pulau ini."
"Pasti." Ucap Verrel.
__ADS_1
Verrel dan Akifa masuk ke dalam jet, dan tak lama jet itu lepas landas meninggalkan pulau itu. Akifa memeluk Verrel dengan erat untuk menghilangkan rasa takut nya, dan dengan senang hati Verrel membalas pelukan dari Akifa.
Mereka berdua menempuh kurang lebih 30 menit perjalanan udara, tidak terlalu lama karena memang pulau nya tidak terlalu jauh dari pusat kota.
Sesampainya di kota, Verrel dan Akifa sudah di jemput oleh orang suruhan Alvaro, karena tidak ingin kemana-mana Verrel langsung membawa Akifa pulang ke rumah.
"Saat aku pergi kamu masih tidur di kamar kita." Tanya Akifa.
"Jelas sayang, tapi terasa sangat sepi. Aku saja beberapa kali sakit, aku tidak bisa jauh dari mu sayang." Jawab Verrel.
"Yang membuat ku jauh siapa sayang, kamu kan jadi jangan menyesali hal itu."
"Sayang kamu janji tidak akan membahasnya lagi, nanti jika kamu terus membahasnya aku akan menggempur mu setiap hari." Ancam Verrel.
Tak lama mereka berdua sampai di rumah Verrel, Akifa cukup merindukan rumah ini, tempat cinta nya dengan Verrel bersemi.
"Akifa, sini." Panggil Angel.
"Bunda." Akifa langsung memeluk Angel.
"Terimakasih telah mau kembali ke rumah ini." Ucap Angel.
"Ini karena aku yang menjemput nya." Ujar Verrel.
__ADS_1
"Kenapa kau mau di jemput Verrel Akifa, biarkan saja dia menjadi duda." Saut Dylan.
"Sudah jelas mau lah, aku sangat tampan, kuat di ranjang, siapa yang berani menolak ku." Ucap Verrel dengan sangat sombong.
"Bulan nya ada yang memasak demi mendapatkan hati mu lagi Akifa, sampai tangan nya terkena minyak panas." Kata Alvaro.
"Ayah, tau dari mana." Tanya Verrel.
"Buaya seperti mu, sudah dapat ayah tebak, kau benar-benar manis jika ingin mendapatkan orang yang kau cintai." Jawab Alvaro.
"Dan ada yang sampai menyiapkan kejutan, bernyanyi sambil bermain piano dengan hanya memakai celana pendek." Ujar Rizky.
"Ha apa-apaan kalian, kalian tau dari mana itu semua." Tanya Verrel yang semakin kebingungan.
"Kau lihat TV besar itu, itu semua berisi rekaman CCTV Vila tempat kalian tinggal, semua yang kau lakukan terekam dengan jelas, kecuali bagian kamar dan kamar mandi." Jelas Alvaro.
"Aihhh ini sangat memalukan." Verrel pergi meninggalkan ruangan itu, ia benar-benar sangat malu saat ini. Bagaimana tidak? satu keluarga di rumah ini tau semua yang di lakukan nya di sana. Bahkan saat ia hanya memakai celana pendek sambil bermain piano.
"Aku sangat malu." Teriak Verrel sambil melemparkan tubuh nya dengan kasar ke atas kasur.
"Hahaha liat buaya itu, dia sudah kapok dengan perbuatan nya." Ucap Alvaro.
"Terima kasih yah, untuk semua nya." Kata Akifa.
__ADS_1
"Terima kasih telah mau kembali pada Verrel, yang telah menyakiti mu." Ucap Alvaro.