
Pagi hari nya, Verrel sudah cukup lama menunggu kedatangan Kenzo, tetapi Kenzo tidak kunjung turun dari kamar nya. Hal tersebut membuat Verrel terpaksa menjemput Kenzo ke kamar nya, ia takut Kenzo kesiangan yang membuat nya tidak jadi masuk kantor.
"Kenzo, Sonia," ucap Verrel.
"Dimana mereka, apa mereka berdua masih tidur." Verrel mencoba membuka gagang pintu, dah ternyata pintu kamar itu tidak tertutup. Karena tidak kunjung mendapatkan sambutan dari pemilik kamar Verrel memutuskan untuk masuk ke dalam.
"Tidak ada, dimana dia," batin Verrel.
Verrel mengambil handphone nya di kantong untuk menghubungi Kenzo, ia yakin Kenzo sedang tidak ada di dalam rumah.
"Halo dad," ucap Kenzo.
"Dimana kau, kenapa tidak ada di dalam kamar," tanya Verrel.
"Aku sedang di rumah sakit dad, nanti siang aku pulang," jawab Kenzo.
"Apa!! kau sakit?" Verrel cukup terkejut mendengar jika Kenzo sedang berada di dalam rumah sakit.
"Istri ku dad, malam tadi ia mengalami kontraksi ringan. Tidak ada yang perlu di khawatirkan," kata Kenzo.
"Ya sudah, jangan lupa selalu beri kabar jika ada ada keadaan yang mengkhawatirkan."
"Siap dad, ya sudah aku ingin mengusur administrasi dulu," ucap Kenzo.
...***...
Di Jepang Wilda berpikir ia tidak akan merasa enak jika harus lama-lama tinggal bersama dengan tante nya. Apalagi tante nya memiliki beberapa anak yang sudah dewasa yang membuat Wilda semakin ingin tinggal sendiri.
"Dad aku ingin tinggal sendiri, tidak enak jika terlalu lama di sini," rengek Wilda.
"Jika bukan ayah mertua mu yang datang baik-baik ke sini, sudah aku cincang suami mu. Kau boleh tinggal sendiri setelah aku datang ke sana, mungkin minggu depan."
"Hehehe siap dad, bawa senyuman jangan kemarahan," kata Wilda.
Setelah selesai menghubungi daddy nya, Wilda turun dari kamar nya untuk sarapan pagi. Dari lantai atas sudah terlihat satu anak kecil dan dua pria tampan sedang sarapan. Wilda yakin mereka adalah anak dari tante nya.
"Dia siapa mah," tanya Haru.
"Dia sepupu jauh mu, berkenalan lah dengan nya," jawab Mei.
"Selamat pagi semua," ucap Wilda.
"Pagi Wil, perkenalkan mereka berdua anak-anak tante yang sudah cukup dewasa. Yang wajah nya ikut dengan daddy nya bule nama nya Zayn dan yang seperti orang Jepang nama nya Haru."
"Salam kenal Zayn dan Haru," ucap Wilda.
"Salam kenal kak," kata Haru yang terlibat lebih ramah di bandingkan dengan Zayn.
"Zayn bawa lah Wilda jalan-jalan, semumpung kau sedang libur," ucap Mei.
"Iya mah, kau mau ikut," tanya Zayn.
"Tidak kak, aku akan pergi bersama teman-teman ku," jawab Haru.
Setelah selesai makan, sesuai dengan yang di katakan Mei tadi, Wilda dan Zayn langsung pergi ke kota Tokyo. Tidak ada obrolan di antara mereka berdua karena mereka berdua sama-sama baru kenalan.
"Zayn, berapa umur mu," tanya Wilda.
"Aku, aku 27. Dan kau?"
"25 tahun, kau lebih tua dari ku. Seharusnya aku memanggil mu abang atau kakak."
"Tidak perlu, cukup memanggil nama saja sudah cukup," kata Zayn.
"Sial dia sangat mirip dengan Axel, diam-diam menghanyutkan. Jika dengan Ivan mungkin Axel bisa tahan bagaimana jika dengan Zayn, aku yakin dia akan cemburu setengah mati," batin Wilda sambil tersenyum.
"Apa yang kau pikirkan, apa kau berpikir aku bukan anak mamah karena wajahnya ku lebih ke bule," tanya Zayn.
"Tidak Zayn, jangan berpikir seperti itu. Kau sangat mirip dengan paman," jawab Wilda.
"Maaf aku berpikir buruk tentang mu, rata-rata orang yang baru mengenal ku akan menganggap ku seperti itu."
"Aku tidak mungkin memikirkan hal itu, kita mau kemana," tanya Wilda.
"Kemana, aku juga tidak tau. Kau sudah punya suami bukan," tanya Zayn.
"Sudah, aku sudah menikah," jawab Wilda.
"Bagus lah, aku tida suka di dekati wanita lebih dulu," kata Zayn.
"Maaf tuan Zayn, jika aku singel pun aku tidak mungkin mendekati mu lebih dulu, suami ku juga berwajah bule dan lebih tampan dari mu," ucap Wilda dengan kesal.
"Aku tidak peduli, wanita sama saja," kata Zayn tanpa rasa bersalah.
Wilda mengeluarkan handphone nya, ia ingin membuat postingan di instagram secara Terang-terangan, tak lupa Wilda membuka blokiran nya pada akun media sosial Axel. Percuma juga ia memblokir nya toh Axel sudah tau keberadaan nya.
__ADS_1
"Hey tuan galak," ucap Wilda sambil mengarahkan kamera pada Zayn.
"Wilda jangan sampai wajah tampan ku masuk ke postingan mu," kata Zayn.
"Hahaha tidak masalah, lebih baik galak seperti mu dari pada tukang selingkuh," ucap Wilda.
Wilda juga mengambil beberapa selfie sendiri dan bersama Zayn, walaupun Zayn hanya sedikit melirik ke arah kamera karena ia harus konsentrasi menyetir. Setelah semua di rasa cukup Wilda langsung membuat postingan di akun instagram pribadi nya.
"Pagi yang indah, bersama tuan galak Hihihi🥰😋." Caption yang sedikit ambigu agar Axel yang melihat postingan ini terbakar api cemburu.
"Apa nama instagram mu," tanya Wilda.
"Zayn" jawab nya.
"Hanya itu," tanya Wilda.
"Hmmmm," gumam Zayn.
Di rumah Axel dan Kenzi menghabiskan waktu dengan bermain game, mereka melakukan hal ini untuk mengusir suntuk dan pikirkan jahat pada istri mereka.
"Ahhhh aku tidak konsentrasi," ucap Kenzi.
"Kau kenapa," tanya Axel.
"Sudah dua hari lebih kita tanpa mereka, aku tidak bisa hidup tanpa istri ku," jawab Kenzi.
"Ya kau benar, biasa nya sebelum dan sesudah tidur kita melihat bidadari kita. Ada yang menyiapkan makanan kita, pakaian kita. Tapi sekarang semua harus kita siapkan sendiri," kata Axel.
"Dan satu lagi, benih ini tidak ada yang menampung," ucap Kenzi.
"Kau keluarkan saja secara mandiri," kata Axel.
"Axel, coba kau lihat akun instagram mu," ucap Kenzi.
"Ada apa akun sedang bermain game," kata Axel.
"Istri mu dengan pria lain, dan pria itu juga tidak kalah tampan dari mu."
"Apa!!" Axel langsung membuka instagram untuk melihat apa yang di katakan Kenzi.
"Pagi yang indah, bersama tuan galak," ucap Axel. Hati Axel langsung berapi-api apalagi beberapa foto mereka berdua tampak sangat dekat."
"Hiks hiks hiks, aku di selingkuhi. Aku akan ke Jepang sekarang juga. Aku akan membunuh pria itu," ucap Axel sambil bangkit dari atas sofa.
"Kau jangan gila." Kenzi menarik Axel kembali duduk.
Otak nya langsung berpikir kemana-mana yang membuat nya semakin tidak tenang.
"Sayang kamu jangan selingkuh dari aku." Axel mengirim pesan pada Wilda. Bukan hanya satu pesan, Axel juga membuat spam ke postingan itu.
"Ahhh Axel, kau membuat akun ku berisik," ucap Wilda sambil menonaktifkan komentar, tak lupa Wilda menghapus semua komentar yang Axel tulis.
"Kenapa, handphone mu berdering," tanya Zayn.
"Suami ku, dia cemburu dengan mu," jawab Wilda.
"Itu tanda nya dia sayang pada mu, jangan kecewakan dia. Jelaskan jika aku sepupu mu," kata Zayn.
"Tidak mau, aku sengaja membuat nya cemburu, dia duluan yang membuat hati ku sakit. Dia juga yang membuat ku sampai ke sini. Dia selingkuh dari ku."
"Hahahaha kau bucin pada nya, tapi kau di selingkuhi," kata Zayn.
"Diam jangan membuat ku marah, ayo bantu aku agar dia semakin cemburu pada ku," ucap Wilda.
"Pria seperti itu, wajib kau buat di sadar akan kelakuan nya," kata Zayn.
"Sayang ðŸ˜." Axel mengirimkan pesan terakhir pada Wilda, karena Wilda tidak kunjung membalas pesan dari nya.
"Apa." Wilda membalas pesan Axel.
"Siapa pria itu, jangan seperti ini sayang hiks hiks hiks." Axel mengirimkan pesan suara pada Wilda.
Wilda benar-benar tidak menyangka jika Axel sampai menangis seperti ini, tetapi ia masih belum puas, rasa sakit yang ia dapatkan dulu lebih dari ini.
"Zayn pesan suara," ucap Wilda.
"Hey kau manusia tanpa rasa bersyukur, kau pikir hanya kau yang bisa selingkuh. Kau lihat sekarang aku bersama istri mu, dan aku suka dengan nya." Tanpa pikir panjang Wilda langsung mengirimkan pesan suara itu.
"Kau juga sangat jahat, tapi aku suka itu," ucap Wilda.
Axel yang mendengar suara itu, kembali menangis dengan sangat keras. Hati nya remuk seremuk-remuknya, sakit terasa sangat sakit. Tangisan nya membuat beberapa orang mendekat, termasuk Rizky yang heran kenapa bisa Axel menangis.
"Hey kau kenapa," tanya Rizky.
"Istri nya sedang bersama pria lain," jawab Kenzi.
__ADS_1
"Oh begitu, itu karma untuk mu. Selingkuh lagi lah kau sampai istri mu benar-benar pergi bersamaku pria lain."
"Pah aku mau ke Jepang sekarang juga," kata Axel.
"Jangan gila, kau masih tidak boleh bertemu dengan nya. Jika mau menangis sana masuk ke dalam kamar mu, jangan mempermalukan diri mu," ucap Rizky.
Axel sangat kecewa pada papah nya, bukan nya menyemangati nya Rizky malam membuat nya semakin tidak tenang dan sedih.
"Aku marah pada mu pah," ucap Axel dan pergi meninggalkan tempat itu.
"Kau juga, kau tidak tau kan apa yang di lakukan istri mu di sana. Itu hukuman untuk kalian berdua, salah siapa membuat wanita tersakiti," kata Verrel.
"Aku lagi yang salah." Kenzi juga pergi dari ruangan itu.
"Kau memang salah, kau marah pada ku," tanya Verrel.
"Ya ya ya aku memang yang salah," jawab Kenzi.
"Anak zaman sekarang kalau sudah masalah wanita tidak ada sopan santun nya," ucap Verrel.
Di Jepang Wilda hanya bisa tertawa, ia sangat puas membuat Axel menangis sampai seperti itu. Meskipun di hati nya sedikit tersimpan rasa kasihan pada Axel, mau bagaimana lagi Axel pria yang ia cintai.
"Aku sangat mencintai mu, kamu yang membuat ku seperti ini," batin Wilda.
"Kau yang mengejarnya, tapi kau tampak sedih juga," ucap Zayn.
"Seperti yang kau katakan tadi, kalau sudah bucin susah," kata Wilda.
"Hahaha jangan terlalu lama marah pada nya, jangan sampai dia berpikir untuk pergi dari mu. Kau tau pria tidak seperti wanita, pria lebih mementingkan logika."
"Terserah jika dia mau pergi aku tidak peduli, aku bisa mencari pria yang lebih baik dari nya," ucap Wilda.
"Jangan begitu Wilda, aku tanya pada mu, kau tidak ingin menyelesaikan masalah ini. Dengan terus begini kau tidak akan menyelesaikan masalah. Aku tau kau memerlukan waktu sendiri untuk menyelesaikan masalah tapi tidak boleh terlalu lama."
"Iya kau benar, aku akan memikirkan perkataan mu," ucap Wilda.
"Sudah, aku akan membawa mu ke tempat permainan saja, di sana pikiran mu pasti akan lebih baik," kata Zayn.
Di tempat itu Wilda sedikit menenangkan perasaan nya, ternyata Zayn tidak sedingin dan segalak yang ia pikirkan. Dalam waktu dekat saja mereka sudah cukup dekat.
"Zayn aku tidak percaya pria seperti mu masih jomblo," tanya Wilda.
"Aku memang jomblo," jawab Zayn. Mimik wajah Zayn tampak langsung berubah seketika. Wilda yakin jomblo nya Zayn pasti ada penyebab nya.
"Seberapa tampan suami mu, kenapa kau terus memujinya," tanya Zayn yang tampak sekali ingin mencairkan suasana kembali.
"Ini foto nya," ucap Wilda.
Zayn memicing kan mata nya, ia sama sekali tidak asing dengan wajah Axel.
"Siapa nama nya," tanya Zayn.
"Axel," jawab Wilda.
"Akkhhh aku ingat, dia pria itu. Apa dia pernah kuliah di Inggris," tanya Zayn.
"Iya dia baru menyelesaikan pendidikan nya," jawab Wilda.
"Aku mengenal nya, tapi bukan berarti kamu berteman, aku mengenal nya sebagai musuh," ucap Zayn.
"Kau yakin mengenal nya, lihat fotonya baik-baik"
"Iya aku mengenal nya, pantas saja dia selingkuh memang dia playboy. Dia suka menggoda wanita," kata Zayn.
"Maksud mu, coba cerita kan pada ku, kenapa kau bisa mengenal nya," tanya Wilda.
"Aku bertemu dengan nya saat aku menjadi pembicara mewakili perusahaan tempat aku bekerja, aku juga membimbing mahasiswa dan mahasiswi untuk pertemuan antar universitas. Kebetulan universitas yang aku bimbing bertemu dengan universitas dari Inggris tempat Axel kuliah."
"Dia ada di sana juga," tanya Wilda.
"Iya dia ada di sana juga, itu sebabnya kami saling kenal," jawab Zayn.
"Aku berhubungan tidak baik dengan nya, karena dia sangat tidak sopan pada ku. Dia menggoda mahasiswi ku secara terang-terangan. Hal itu membuat ku marah karena dia tidak menghargai ku, kami bertengkar hebat, dan aneh nya padahal dia yang salah tapi dia tidak terkena hukuman apa-apa."
"Bagaimana mungkin dia terkena sangsi, keluarga nya orang berpengaruh," ucap Wilda.
"Cih aku paling tidak suka dengan pria yang memakai nama besar keluarga nya."
"Jadi sifat nya itu sudah dari lama, aku baru tau akan hal itu," kata Wilda.
"Tapi kenapa dia sangat bucin pada mu, terlihat dari cara dia menangis," ucap Zayn.
"Siapa dulu istri nya, aku mah cantik, badan juga bagus," kata Wilda dengan sangat percaya diri.
"Aku jadi ingin membalaskan dendam ku. Axel ancaman mu dulu pada ku akan aku balikan, hahaha aku suka ini," ucap Zayn.
__ADS_1
"Jangan macam-macam, kau kau apa," tanya Wilda.