
"Akan kah seperti itu, ya aku mungkin tidak masalah dengan status ku saat ini, karena niat ku benar-benar ingin menolong Karla. Tapi bagaimana dengan Karla yang sudah sangat mencintai suaminya. Aku yakin seadil-adilnya mas Kenzi pasti akan ada rasa cemburu dari nya. Mungkin aku belum merasakan rasa cemburu itu karena aku belum mencintai mas Kenzi, tapi bagaimana jika aku sudah mencintai nya itu akan semakin mempersulit kehidupan kami."
"Jangan terlalu kau pikirkan, sesuatu yang terlalu kau pikirkan akan berdampak tidak baik untuk mu," ucap Vero.
"Iya aku selalu mencoba untuk tidak memikirkan hal itu walaupun sudah pasti tetap akan terpikirkan oleh ku. Terima kasih telah mendengar kan celotehan ku, hmmm maaf amu harus memanggil ku apa," kata Sakura.
"Aku senang mendengar kam cerita seseorang,jik ada sesuatu yang ingin kau bicarakan kau bisa berbicara dengan ku jika ada waktu pasti aku akan mendengar nya. Panggil aku Vero saja, walaupun seharusnya kau memanggil ku paman tapi aku lebih nyaman dengan panggilan nama," ucap Vero.
"Apa tidak papa," tanya Sakura.
"Tidak papa santai saja," jawab Vero.
"Terima kasih Vero," ucap Sakura.
Karena terlalu banyak berbicara tanpa sadar mereka berdua sudah sampai di rumah, Lagi pula jarak antara rumah dan rumah sakit tempat Karla tidak terlalu lama hanya 1 jam perjalanan.
"Terima kasih untuk semua nya, aku langsung ingin masuk kamar," ucap Sakura.
"Iya sama-sama," kata Vero dan juga langsung berjalan masuk ke dalam kamar orang tua nya.
Vero sudah benar-benar sangat mengantuk ia menyelinap masuk ke dalam selimut yang menutupi tubuh orang tua nya dan langsung memeluk Alvaro, Alvaro sadar jika anak manja nya sudah pulang, ia mengusap rambut Vero agar Vero cepat tertidur.
"Selamat malam yah," ucap Vero.
Sedangkan Sakura memilih untuk berendam untuk menenangkan otak dan perasaan nya, awal nya ia kembali ke Indonesia untuk menyelesaikan urusan nya di negara ini, tetapi bukan nya selesai Sakura malah menambah masalah dalam hidup nya.
"Ya tuhan, kenapa ini terjadi pada ku," batin Sakura sambil memejamkan mata nya.
Malam yang genap perlahan menghilang, mata hari. mulai menampakan diri nya dari ufuk Timur, cahaya nya yang terang membuat seisi dunia di penuhi dengan cahaya.
Sakura sudah berada di rumah sakit, sesuai kami nya pada Karla dan Kenzi ia datang pagi-pagi sekali. Untung saja ada Rakha yang mau mengantarkan nya.
"Pagi sekali Sakura, aku saja masih kedinginan," ucap Rakha.
"Maaf Rak, aku merepotkan mu. Kau sudah makan belum," tanya Sakura.
"Belum bagaimana aku mau makan, saat aku ingin mengambil minum kau sudah bersiap-siap untuk pergi," jawab Rakha.
"Kalau begitu ayo makan bersama, aku membawa banyak sekali makanan," kata Sakura.
__ADS_1
Kenzi juga baru bangun dari tidur nya, ia merapihkan semua nya sebelum Sakura kembali datang ke ruangan ini.
"Selamat pagi mas," ucap Sakura sambil mendekati Kenzi untuk mencium tangan Kenzi.
Kenzi menaikan Kepala Sakura agar Sakura mencium wajah nya. "Selamat pagi sayang, Terima kasih telah datang dengan sangat cepat."
"Kamu bauk mas, sudah main sorsor saja, Bersih-bersih dulu gih," ucap Sakura.
"Hehehe maaf sayang, mas mandi dulu, siapakah baju ku," kata Kenzi sambil tersenyum pada Sakura.
Senyuman Kenzi membuat Sakura tidak karuan, ia semakin sadar jika perasaan nya pada Kenzi akan muncul kembali.
Rakha yang melihat itu semua, hati nya sangat terasa sakit. Sejak awal bertemu dengan Sakura, Rakha sudah mempunyai perasaan lebih pada Sakura.
"Aku mencintaimu Sakura," ucap Kenzi lirih.
"Apa Rak, katakan dengan benar, aku tidak bisa mendengar mu," tanya Sakura.
"Hmmm aku hanya lapar, mana makanan nya aku ingin makan, masakan mu," jawab Rakha.
Rakha menyantap makanan yang Sakura bawa, sedangkan Sakura menyiapkan pakaian untuk suami nya, tak lama Kenzi keluar dari kemar mandi dengan hanya bertelanjang dada.
"Wow tubuh mu bagus sekali Kenzi," ucap Rakha.
"Yang mengantarkan istri mu siapa jika bukan aku," jawab Rakha.
"Hehehe Terima kasih, maaf aku tadi tidak melihat mu, sudah siap pakaian ku sayang?"
"Sudah sini, aku bantu memakainya," kata Sakura.
"Tidak perlu sayang, kamu siapkan makanan ku saja," ucap Kenzi.
"Aku melarang mu karena adik ku sedang bangun nanti kamu terkejut melihat betapa besar nya adik ku," bisik Kenzi sambil mengambil pakaian dari tangan Sakura.
Wajah Sakura langsung berubah menjadi merah padam, dengan cepat ia langsung berlari menjauh dari Kenzi. Karena tidak berhati-hati Sakura jatuh menimpa Rakha yang sedang sarapan, untung saja Rakha cepat menyingkirkan makanan nya sehingga tidak tumpah.
"Sayang pelan-pelan kasihan Rakha," ucap Kenzi.
"Maaf Rakha." Sakura langsung bangkit dari atas tubuh Rakha.
__ADS_1
"Tidak papa enak ku, lumayan," batin Rakha sambil tersenyum.
"Rakha kau kenapa," tanya Sakura.
"Eh tidak papa," jawab Rakha.
"Kau makan saja, ini kan jatah ku," ucap Kenzi sambil duduk di samping Rakha.
"Aku juga lapar, bagaimana dengan istri mu, dia sudah baik-baik saja kan," tanya Rakha.
"Ya begitu lah, nanti dia akan menjalani terapi pertama nya," jawab Kenzi.
"Ini mas makanan nya, Karla tidak di bangunkan mas?"
"Tidak perlu nanti juga bangun sendiri, dia pasti kelelahan," kata Kenzi.
Setelah menyerahkan makanan untuk Kenzi, Sakura juga ingin mengambil makanan untuk nya karena ia juga sangat lapar. Tapi ia baru saja jika ia hanya membawa dua piring saja, Kenzi sadar jika Sakura sedang lapar, ia memanggil Sakura dan meminta nya duduk di dekatnya.
"Kita makan satu piring berdua saja," ucap Kenzi.
"Tidak mas, aku bisa makan setelah kalian selesai," tolak Sakura.
"Jangan menolak aku suami mu, dan kau pasti sangat lapar kan," ucap Kenzi sambil menyuapi Sakura makan.
Lagi dan lagi Rakha harus melihat momen romantis ini, hati nya kembali terbakar yang membuat nya kehilangan selera makan.
"Sudah aku sudah siap, aku pulang dulu. Ayah ku akan mengajarkan ku tentang bisnis," ucap Rakha.
"Hati-hati Terima kasih telah mengantar istri ku pulang," kata Kenzi.
"Iya sama-sama," ucap Rakha.
"Hadeh padahal aku masih lapar dan ingin tambah, tapi melihat mereka sangat romantis membuat selera makan ku menghilang," kata Rakha.
"Sakura aku yakin kau dengan Kenzi tidak berjodoh dan jodoh mu adalah aku, hahaha aku terlihat sangat jahat. Maaf Sakura Kenzi," batin Rakha sambil masuk ke dalam mobil nya.
"Sayang aku bingung mengatakan ini, tapi Karla meminta kita untuk melakukan nya," ucap Kenzi.
"Karla juga mengatakan itu pada pada ku, tapi maaf mas aku tidak bisa, aku belum siap," kata Sakura.
__ADS_1
"Aku juga tidak akan melakukan nya jika kamu tidak siap, apalagi aku yakin hal itu membuat hati Karla tersakiti, tapi dengan menolaknya dia pasti akan marah dan stres."
"Bagaimana dengan hati ku, mas kau tidak pernah memikirkan perasaan ku selama ini," batin Sakura.