Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 6 S4


__ADS_3

"Kamu sering menyentuh nya," ucap Novi.


"Hahaha tapi aku belum pernah merasakan nya," kata Kenzi.


"Kamu sendiri yang tidak mau, aku bukan wanita murahan yang memaksa mu untuk tidur dengan ku."


Tangan Kenzi mulai nakal masuk ke dalam baju Novi, Novi pikir malam ini Kenzi akan lepas kendali tetapi hal itu hanya pikiran nya saja, karena Kenzi hanya memasukan tangan nya ke dalam baju nya setelah itu Kenzi tidur sambil memeluk nya.


"Sial, apa dia tidak memiliki nafsu," batin Novi.


Pagi hari nya, Verrel sedang mengajari Kenzo berolahraga, hanya olahraga kecil agar tulang Kenzo tidak rusak. Membentuk tubuh mustahil bagi Kenzo, Beruntung Kenzo memiliki bentuk tubuh yang memang sudah bagus dari sono nya, hanya sedikit berlemak karena tidak pernah di latih.


"Begini dad," tanya Kenzo.


"Pintar anak daddy pintar, lakukan setiap pagi," jawab Verrel.


Sudah beberapa tahun ini Verrel selalu melati Kenzo, tetapi saat Kenzo dalam mode seperti ini saja. Jika dalam mode normal Kenzo sangat sulit di ajak komunikasi.


"Daddy bangun lagi," ucap Kenzo.


"Itu normal sayang, ini masih pagi setiap pagi adik mu akan bangun," kata Verrel.


Ini pertama kali nya Sonia memasak untuk tuan muda, Sonia sudah di peringatkan oleh Verrel untuk jangan pernah berbicara dengan tuan muda, Sonia menangkap tuan muda yang Verrel maksud adalah Kenzi.


"Sudah matang Sonia," tanya Akifa.


"Sudah tante," jawab Sonia.


"Kamu bawa ke kamar atas ya, seperti yang tante katakan kemarin," ucap Akifa.


"Wah cantik sekali, siapa dia Akifa," tanya Rizky.


"Pelayan khusus untuk Kenzo, mencari Verrel," tanya Akifa.


"Iya tapi aku sudah terlambat, kau katakan pada dia aku dan Dylan menunggu dia nanti siang di lapangan golf," jawab Rizky.


"Baiklah nanti aku katakan pada nya," ucap Akifa.


Sonia mencari pintu kamar yang di maksud oleh Akifa, tak lama ia menemukan pintu kamar itu.


"Sangat unik, seperti di film kartun," ucap Sonia.


Sonia memasukan piring itu dan langsung pergi dari sana, semua peringatan yang Verrel katakan kemarin benar-benar Sonia lakukan.

__ADS_1


"Kenzo kau tidak mau bertemu dengan Kenzi," tanya Verrel.


Tiba-tiba Kenzo menghentikan gerakan nya, kepala nya terasa sangat sakit saat mendengar nama Kenzi. Ingatan nya berputar ke masa lalu nya tentang semua keburukan dari Kenzi.


Wajah ceria Kenzo mendadak menjadi datar kembali, ia berusaha kembali naik ke atas kursi roda nya.


"Kenzo," ucap Verrel.


"Pergi," kata Kenzo.


Verrel mengerti keadaan Kenzo saat ini, perlahan ia mulai menjauhi Kenzo.


"Kenzo makanan mu sudah datang, makan lah dulu," ucap Verrel.


"Keluar," Bentak Kenzo.


Hati Verrel kembali hancur saat melihat anak nya seperti ini, sudah bertahun-tahun Verrel melihat anak nya begitu sangat menyedihkan. Ia terus berharap ada keajaiban untuk Kenzo agar bisa sembuh.


Karena memang sudah sangat lapar, Kenzo membawa kursi roda nya untuk mengambil makanan nya. Mata nya terbelalak saat memakan makanan baru itu, rasa nya sangat sama dengan makanan yang biasa nya ia makan dulu, bahkan jauh lebih enak, dengan cepat Kenzo menghabiskan makanan itu.


Siang hari nya Akifa kembali datang ke kamar Kenzo untuk memeriksa makanan tadi pagi, ia sangat terkejut saat melihat makanan itu sudah habis bersih.


"Ini keajaiban," ucap Akifa.


"Kau tau Kenzi, milik kakak mu Kenzo lebih besar dari milik ayah," Ucap Verrel.


"Apa benar dad, aku belum pernah melihat milik nya, aku saja tidak bisa bertemu dengan nya. Melihatnya dari kejauhan membuat hati ku sangat sakit," kata Kenzi.


"Sabar Kenzi, ada waktu nya kalian bisa seperti dulu lagi. Ayah penasaran bagaimana bisa milik Kenzo berdiri padahal saat itu dia sedang mode anak kecil."


"Dia masih normal dad, jadi jangan heran," kata Kenzi.


"Sayang," teriak Akifa dan langsung memeluk Verrel, Akifa tidak perduli dengan tubuh Verrel yang penuh dengan keringat.


"Ada apa sayang," tanya Verrel.


"Mommy terlalu bucin dengan daddy, tubuh daddy berkeringat tapi mommy sama sekali tidak peduli," ujar Kenzi.


"Jika tidak bucin tidak akan jadi diri mu," ucap Verrel.


"Ada apa sayang," tanya Verrel.


"Anak mu sayang, Kenzo sudah menghabiskan makanan nya, kamu tau kan dia sangat sulit makan sejak beberapa bulan ini," jawab Akifa.

__ADS_1


"Apa mbak yang membuat makanan untuk Kenzo kembali mom," tanya Kenzi.


"Tidak Kenzi, mommy mengambil pelayan baru dari panti, masakan nya cocok dengan lidah Kenzo," jawab Akifa.


"Apa ini petunjuk dad," ucap Kenzi.


"Kenzi bantu daddy untuk mengawasi wanita itu, daddy juga berpikir sama dengan apa yang kau pikirkan," kata Verrel.


"Apa yang kamu pikirkan sayang," tanya Akifa.


"Tidak ada sayang, kamu minta Sonia untuk membuat makanan lainnya untuk Kenzo, apa Kenzo akan suka juga atau tidak, mana tau Kenzo hanya kelaparan saja," ucap Verrel.


"Baiklah, aku akan menemui Sonia." Akifa pergi meninggalkan ruangan itu.


"Apa Sonia itu cantik dad," tanya Kenzi.


"Nanti saat bertemu kau bisa menilai nya sendiri," jawab Verrel.


"Sonia kamu sedang apa," tanya Akifa saat melihat Sonia sedang membersihkan meja makan di dapur.


"Sedang bersih-bersih tante," jawab Sonia.


"Sonia ini bukan tugas kamu, sekarang kamu buat makanan ringan untuk tuan muda, memakai bahan-bahan yang sehat," ucap Akifa.


"Siap tan, memasak adalah hobi ku," kata Sonia.


"Tante aku melihat banyak buah-buahan segar dari kebun, boleh aku membuat puding buah untuk hidangan penutup," tanya Sonia.


"Buatlah apa saja yang kamu mau, kamu bebas melakukan nya," jawab Akifa.


Sonia sangat senang bekerja di rumah ini, selain karena Akifa dan semua orang di sini baik sekali. Ia juga dengan bebas dapat melakukan hobi nya yaitu memasak dan membuat Kue.


Setelah kurang lebih 2 jam berkutik di dapur akhirnya Sonia menyelesaikan tugas nya, ia membawa berbagai macam makanan yang ia masak ke dalam kamar Kenzo.


Tak lupa Sonia meletakkan tulisan kecil di nampan itu. "Selamat menikmati makanan ini tuan muda, semangat menjalani aktivitas anda."


Kenzo memalingkan wajah nya ke arah pintu kamar saat melihat makanan masuk ke dalam kamar nya, padahal saat ini ia sudah siap kembali membentur kan kepala nya di dinding.


Verrel dan yang lainnya memeriksa CCTV untuk melihat apa yang sedang Kenzo lakukan, mereka sempat panik saat melihat Kenzo kembali berulah.


Kenzo sangat tertarik dengan aroma makanan itu ia kembali mendekati makanan itu dan langsung mencoba nya.


Mereka semua tersenyum saat melihat Kenzo makan dengan sangat lahap.

__ADS_1


Kenzo menaikan satu alis nya saat membaca kertas tulisan di nampan, dengan demikian Kenzo yakin bukan mommy nya yang memasak makanan ini.


__ADS_2