
"Sayang, kamu di sini." Alice langsung memeluk Rakha dengan erat.
"Jangan memeluk ku, aku jijik dengan mu." Rakha berusaha melepaskan pelukan dari Alice.
"Rakha kamu kenapa si, kenapa kamu begini sih," tanya Alice.
"Kau masih tanya kenapa aku begini, sekarang kau pikirkan apa yang aku lakukan tadi adalah yang wajar sebagai istri seseorang. Kau wanita murahan, wanita tidak memiliki harga diri, aku bukan suami mu lagi. Jangan pernah temui aku lagi ******." Rakha mendorong Alice dan langsung masuk ke dalam mobil.
Vano tau jika situasi saat ini sedang tidak baik, ia langsung membawa mobil nya pergi meninggalkan tempat itu. Dari wajah Rakha terlihat Rakha sedang memendam kemarahan yang luar biasa.
"Aku sangat membenci mu Alice," teriak Rakha.
Alice yang terjatuh di pasir langsung berusaha bangkit dari pasir. Ia pergi meninggalkan pemotretan karena ia sudah tidak mood untuk melakukan nya. Hati nya sangat tidak Terima di perlakuan kasar oleh Rakha. Alice masih bingung kenapa Rakha Melakukan hal itu pada nya, jika hanya pemotretan ini tidak mungkin Rakha sampai semarah ini pada nya, sampai meminta pisah dengan nya pulak.
"Dia suami mu," tanya April sambil memeluk Alice.
"Iya dia suami ku, dia meminta pisah dengan ku," jawab Alice.
"Hanya karena masalah itu, dia bukan suami yang bertanggung jawab," kata April.
"Tidak mungkin hanya karena itu, pasti ada lain yang membuat nya sangat marah pada ku," ucap Alice.
"Coba ingat-ingat kesalahan mu, apa saja kesalahan mu, lalu minta maaf pada nya," kata April.
"Aku tidak tau April, apa dia tau kalau kita sering berhubungan," tanya Alice.
"Tidak mungkin, dengan stefan kau masih berhubungan dengan nya," tanya April.
"Tidak pernah, aku hanya dengan mu saja. Tapi aku tidak pernah merekam ataupun memfoto hal itu. Mana mungkin dia tau," jawab Alice.
"Sudah tidak papa, tenangkan pikiran mu, Ku yakin suami mu tidak akan berpisah dengan mu," kata April.
"Aku sangat berharap seperti itu, aku tidak mau berpisah dengan nya," ucap Alice.
Vano membawa Rakha ke pantai yang tidak jauh dari tempat Alice berada. Mereka masih dalam satu wilayah yang sama, Vano yakin Alice tidak akan menemukan Rakha. Vano masih tidak berani mengajak Rakha berbicara, ia yakin Rakha masih marah pada nya karena meminta Rakha untuk berbicara dan bertemu dengan Alice.
"Sudah jangan seperti itu." Vano memeluk Rakha. Ia mengusap penggung Rakha agar Rakha kembali tenang.
Vano mengambil handphone nya, ia punya satu cara yang ampuh agar Rakha tidak marah kembali dengan nya. Vano memutuskan untuk melakukan video call dengan Vivi.
Vivi langsung mengambil handphone nya saat berbunyi. Biasa nya malam-malam begini, hanya Rakha yang menghubungi nya.
"Kakek, di sini malam berarti di sana Sore atau pagi hari," batin Vivi.
"Video call," ucap Vivi dan langsung mengangkat panggilan Video call itu.
"Kakek, ada apa kek," tanya Vivi.
"Calon suami mu ingin berbicara pada mu." Dengan cepat Vano langsung menyerahkan handphone nya pada Rakha.
"Hmmm kakek," gumam Rakha.
"Sayang ada apa, kamu kenapa," tanya Vivi.
"Tidak ada ah, akun tidak papa," jawab Rakha.
"Lalu kenapa menghubungi ku," tanya Vivi.
"Aku tidak boleh menghubungi calon istri ku," tanya Rakha sambil mengerutkan dahi nya.
"Tentu boleh, tapi aneh kan yang menghubungi kakek bukan kamu," jawab Vivi.
"Kakek tau kalau aku merindukan mu, jadi doa langsung menghubungi mu," jawab Rakha.
Vano salut dengan perubahan ekspresi wajah Rakha. Dari cemberut dan di penuhi dengan amarah langsung berubah menjadi Rakha yang hangat dan penuh dengan rasa cinta.
"Kamu mau tidur ya," tanya Rakha.
"Iya di sudah malam," jawab Vivi.
"Ya sudah kamu tidur saja. Selamat malam mimpi basah. Eh mimpi indah," ucap Rakha.
__ADS_1
"Malam sayang." Tidur Vivi langsung nyenyak jika mendapat ucapan selamat malam dari kekasih nya.
"Kakek tau saja hal yang membuat mood ku membaik," kata Rakha.
"Hahaha aku kakek mu, aku tau semua nya, sudah lebih baik kita langsung pergi ke tempat teman ku," ucap Vano.
Sesampainya di sana mereka langsung membicarakan semua nya. Teman nya Vano langsung berusaha membantu Vano, ia tidak yakin menyelesaikan semua nya dalam waktu cepat.
"Pertama aku tidak yakin semua nya bisa selesai dengan waktu yang cepat. Tapi jika kau ingin menikah lagi sebenarnya tidak masalah."
"Tidak paman, aku harus mendapatkan surat cerai nya," kata Rakha.
"Iya Rakha paman ini mengerti, tapi kau tidak bisa memaksakan kehendak mu," ucap Vano.
...***...
Dua hari berlalu semua nya sudah di urus oleh Rakha dan Vano. Mereka hanya tinggal menunggu keputusan tentang perceraian Rakha dan juga Alice. Malam ini Rakha dan Vano datang ke tempat pernikahan anak teman nya Vano. Wanita yang sebenarnya ingin di jodoh kan dengan Rakha tetapi Rakha malah kabur dan menikah dengan Alice.
"OMG dia seperti ratu," kata Rakha.
"Kau tau tidak," tanya Vano.
"Tidak, apa yang harus aku tau," tanya Rakha.
"Wanita itu seharusnya menikah dengan mu. Cantik dan memiliki sifat yang baik," jawab Vano.
"Kakek tidak bercanda kan," tanya Rakha yang sangat terkejut dengan perkataan Vano.
"Untuk apa aku bercanda, aku mengatakan hal yang sesungguhnya," jawab Vano.
"Tapi tapi kakek tidak memberitahu kalau kakek ingin menikahkan ku dengan nya," kata Rakha.
"Hahaha kau lupa, atau pura-pura lupa. Aku sudah membawa mu ke rumah nya tapi kau malah pergi dengan ku dan pergi meninggalkan ku begitu saja," ucap Vano.
"Ahkkkk aku bodoh, aku menolak serbuk berlian demi hanya serbuk gergaji," kata Rakha.
"Penyesalan memang datang di akhir Rakha, kalau di awal nama nya pendaftaran," ucap Vano sambil menepuk punggung Rakha.
"Kau mau kemana," tanya Vano.
"Aku ingin bernyanyi," jawab Rakha.
"Hello my name is Rakha, I want to bring some songs to shout out tonight's event. (Halo nama saya Rakha, saya ingin membawakan beberapa lagu untuk meneriakkan acara malam ini.)
Rakha mulai memainkan gitar nya. Ia sudah seperti musisi dan pemain gitar perfectsional.
"Cucu bisa aku terbitkan sebagai seorang bintang."
"Dia tidak cocok menjadi Bintang, dia cocok nya menjadi pelawak," kata Vano.
Lirik.
Ooh, ooh
Across the ocean, across the sea
Startin' to forget the way you look at me now
Over the mountains, across the sky
Need to see your face
I need to look in your eyes
Through the storm and through the clouds
Bumps in the road and upside down now
I know it's hard babe, to sleep at night
__ADS_1
Don't you worry
'Cause everything's gonna be alright, ai-ai-ai-a'ight
Be alright, ai-ai-ai-a'ight
Through the sorrow
And the fights
Don't you worry
'Cause everything's gonna be alright, ai-ai-ai-a'ight
Be alright, ai-ai-ai-a'ight
All alone, in my room
Waiting for your phone call to come soon
Anf for you, oh, I would walk a thousand miles
To be in your arms, holding my heart
Oh I
Oh I
I love you
And everything's gonna be alright, ai-ai-ai-a'ight
Be alright, ai-ai-ai-a'ight
Through the long nights
And the bright lights
Don't you worry
'Cause everything's gonna be alright, ai-ai-ai-a'ight
Be alright, ai-ai-ai-a'ight
You know that I care for you
I'll always be there for you
I promise I'll just stay right here, yeah
I know that you want me to
Baby, we can make it through, anything
'Cause everything's gonna be alright, ai-a'ight
Be alright, ai-a'ight
Through the sorrow and the fights
Don't you worry, 'cause everything's gonna be alright, ai-a'ight
Be alright, ai-a'ight
Through the sorrow and the fights
Don't you worry, cause everything's gonna be alright.
"You like my appearance. (Kalian suka dengan penampilan ku)
"Yes baby, continue." Teriak para wanita yang terpesona dengan penampilan Rakha yang sangat luar biasa.
__ADS_1
"You handsome."..