Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 75


__ADS_3

"Ada apa tuan." tanya Angel yang sebentar nya sangat malu.


"Apa kau berniat menggoda ku." jawab Alvaro yang mulai terbawa oleh nafsu nya.


"Maksud nya tuan, saya tidak melakukan apapun." ucap Angel.


"Tidak ada." kata Alvaro dengan meletakkan tangan nya di atas pundak Angel.


"Tuan, apa yang mau ada lakukan." tanya Angel.


"Tidak ada, aku hanya ingin melihat istri ku, apa tidak boleh?"


"Boleh tuan, anda berhak melihat saya." ujar Angel.


Alvaro menarik nafas nya dengan panjang, jika masih berada satu mobil dengan Angel dengan keadaan nya yang seperti ini, ia tidak yakin bisa mengendalikan diri nya lagi. Tangan sudah sangat gatal, ingin rasa nya ia memegang benda yang berada di depan nya itu.


"Tahan al, kau pasti bisa. Jangan sampai harga diri mu jatuh. Kita manfaat nya saja momen ini untuk sekedar menyentuh nya." batin Alvaro.


"Berbalik lah. aku akan memasang kan kaca mata baru." perintah Alvaro.


"Saya bisa melakukan nya sendiri tuan." ucap Angel.


"Aku tidak suka penolakan." kata Vino.


Angel membalik tubuh nya. Membiarkan Alvaro melakukan tugas nya. Tangan Alvaro turun perlahan dari atas pundak Angel sampai ke tali yang harus ia lepas.


"Kenapa sangat menggoda ku." batin Alvaro sambil melepas pengait di kaca mata itu. Setelah berhasil melepaskan pengait itu, Alvaro mulai melepaskan kaca mata Angel yang telah basah.


Dari arah belakang, karena tinggi badannya, ia masih bisa jelas melihat benda yang berada di depan sana. Benar-benar membuat bisa Alvaro gila. Ia mengambil kaca mata baru yang ia beli dan mulai memasangkannya.


Kedua tangan jahil nya dengan sengaja menyenggol benda yang berada di depan sana. Angel sangat terkejut saat Alvaro menyenggol milik nya.


"Maaf aku tidak sengaja, salah siapa milik mu besar. Jadi tangan ku tidak sengaja." ucap Vino.


"Iya tuan saya mengerti." ucap Angel.


Bukan hanya sekali Alvaro berulang kali menyenggol nya, dengan alasan yang sangat ia buat-buat. Setelah kaca mata itu berhasil di pasang Alvaro memilih pindah ke kursi depan karena sudah tidak sanggup.

__ADS_1


"Pakai lah sisanya sendiri." ucap Alvaro.


Walaupun berada di kursi depan Alvaro masih bisa melihat semua yang Angel lakukan di belakang dari kaca mata spion. Mata nya masih saja tertuju pada bentuk tubuh Angel yang sangat sempurna menurut nya.


"Ternyata dia tidak rajin memotong hutannya." batin Alvaro.


Setelah semua selesai baru lah Angel kembali kursi depan. Dengan pakaian yang sudah rapi.


"Apa kaca mata yang ku belikan pas." tanya Alvaro.


"Sedikit kekecilan tuan." jawab Angel.


"Itu bukan salah ku, milik mu saja yang terlalu besar." ujar Alvaro.


"Iya tuan saya salah." ucap Angel.


"Apa kau sudah makan." tanya Alvaro.


"Belum." jawab Angel.


"Kenapa tersenyum." tanya Alvaro.


"Tidak ada maaf kan saya tuan yang telah membuat anda khawatir." jawab Angel.


"Aku tidak khawatir pada mu, hanya saja jika kau sakit bunda akan memarahi ku." elak Alvaro.


"Aduh." ucap Angel sambil memegang perut nya.


"Ada apa, apa sakit. Sudah ku bilang kan, kenapa kau susah kali di beri tau." ucap Alvaro.


"Tidak tuan, hanya ada semut mengigit perut saya." kata Angel.


"Kita makan sekarang. " ucap Alvaro untuk menutupi rasa malu nya.


Mereka mampir ke warung di pinggir jalan saja. Karena Angel yang meminta nya, sebenarnya Angel sudah beberapa kali makan di tempat ini karena rasa nya yang enak dan harga nya yang cukup murah.


"Sebentar." ucap Alvaro.

__ADS_1


Alvaro membuka jaket nya dan memakai nya ke Angel karena cuaca yang cukup dingin sehabis hujan.


"Terimakasih tuan." ucap Angel.


"Kau yakin makan di sini." tanya Alvaro.


"Yakin tuan, ayo masuk." jawab Angel sambil menarik tangan Alvaro.


"Mang." panggil Angel saat sudah berada di dalam warung itu.


"Iya neng, mau pesan apa."


"Teh anget dua, saya mau nasi goreng cumi hitam." ucap Angel.


"Mas nya mau pesan apa?.


"Semua menu di sini." jawab Alvaro.


"Baik lah mohon di tunggu."


"Tuan anda yakin mau makan semuanya." tanya Angel.


"Yakin, tadi aku mau lagi makan. Bunda telepon aku kalau kau belum pulang. Jadi aku belum sempat mengisi perut ku." jawab Alvaro.


"Bersama pacar tuan." tanya Angel.


"Iya, kenapa apa kau cemburu?"


"Kalau saya menjawab sebagai seorang istri saya pasti cemburu. Tapi karena status saya tidak jelas saya tidak berhak untuk cemburu." jawab Angel.


Tak lama beberapa makanan yang mereka pesan datang, hanya baru beberapa karena Alvaro memesan semua menu yang ada di sini.


"Makan tuan." ucap Angel.


"Iya... Kau makan lah dulu." kata Alvaro yang masih sibuk dengan HP nya.


"Tuan buka mulut anda." ucap Angel.

__ADS_1


__ADS_2