Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 149 S4


__ADS_3

Keesokan harinya, jet pribadi yang Rizky kirim sudah mendarat dengan selamat di Jepang. Axel dan yang lainnya langsung bersiap-siap sebelum mereka melakukan penerbangan untuk pulang ke Indonesia.


Wilda juga sedang di periksa oleh dokter, mereka ingin memastikan jika Karla benar-benar kayak untuk terbang. Mereka tidak mau mengambil resiko yang dapat mengancam kandungan Wilda.


"Sudah, semua nya aman dan baik-baik saja, kita bisa terbang sekarang," ucap dokter.


"Kita sudah bisa terbang, aduh dimana Zayn bukan nya dia mau ikut tapi malah menghilang," kata Axel.


"Aku di sini, aku tidak menghilang, sudah ayo aku sudah siap," ucap Zayn.


"Kau hanya membawa satu koper, kau niat bekerja tidak," tanya Axel.


"Kau bodoh, aku mau bekerja bukan mau pindah. Di dalam sini hanya pakaian kerja dan barang-barang penting, jika pakaian sehari-hari aku bisa membeli nya di sana," jawab Zayn.


"Oh begitu ya sudah, ayo kita berangkat," ucap Axel.


Mereka semua langsung berangkat menunju pesawat pribadi keluarga Efron. Wildan cukup senang karena setelah waktu yang cukup lama ia kembali lagi ke negera tercinta. Berbeda dengan Zayn yang banyak memikirkan suatu hal, terutama perjodohan yang paman nya atur.


"Aku rasa kau sedang stres, dari kemarin aku perhatikan kau seperti banyak sekali pikirkan," ucap Axel.


"Diam, aku memang sedang banyak pikirkan," kata Zayn.


"Pantas saja, sudah lah kau akan bekerja di tempat yang enak, bersenang-senang lah," ucap Axel.


"Wilda kau ada apartemen kosong, aku malas mencari apartemen," tanya Zayn.


"Tidak ada, suami ku pasti ada dia kan orang kaya," jawab Wilda.


"Iya aku ada, kau hanya perlu membayarnya 10 juta per minggu," kata Axel.


"Aku harus membayar 40 juta perbulan," tanya Zayn.


"Hey apartemen ku bukan apartemen kecil, apartemen ku luas, ada 4 kamar tidur, empat kamar mandi, ruang keluarga yang luas, ruang makan dan dapur. Kau bisa membawa keluarga mu," jawab Axel.


"20 juta perbulan aku akan mengambil nya," kata Zayn.


"Hey 20 juta untuk ku buat apa," ucap Axel.


"Sayang tidak papa, untuk ku saja," kata Wilda.


"Ya ya ya, kau bisa mengambil nya, transfer saja uang bulanan nya pada istri ku," ucap Axel.


"Wilda aku langsung mengirim nya," kata Zayn.

__ADS_1


"100 juta," ucap Wilda saat mendapatkan notifikasi dari handphone nya.


"Iya untuk 5 bulan," kata Zayn.


"Kau curang, kau meminta murah karena ingin membayar nya langsung," ujar Axel.


"Hahaha kau yang terbaik Axel," kata Zayn.


Tak hanya Axel dan Wilda. Kenzi serta yang lainnya pun juga sedang bersiap-siap untuk pulang ke rumah. Sebelum pergi meninggalkan penginapan terlebih dahulu Kenzi membayar biaya penginapan selamat Karla dan yang lainnya tinggal.


"Aku bisa membayar nya sendiri," ucap Rian.


"Tidak usah, sudah kau dan yang lainnya tunggu di mobil saja, setelah selesai aku akan langsung menghampiri kalian."


Karla dan yang lainnya langsung berjalan kearah mobil, tak perlu waktu lama menunggu mereka semua langsung berangkat setelah Kenzi selesai membayar penginapan. Sebelum pulang ke rumah, mereka semua mampir kembali ke Vila karena harus mengambil beberapa barang yang tertinggal. Karla juga cukup banyak meninggalkan sesuatu yang harus ia bawa kembali pulang ke rumah.


"Sayang baju aku basah," ucap Kenzi.


"Kenapa bisa basah, kamu habis dari mana," tanya Karla.


"Aku habis dari kamar mandi, dan tidak sengaja terkena cipratan air," jawab Kenzi.


"Oh iya aku lupa, aku ada membeli pakaian untuk mu, semoga saja pas," ucap Karla.


"Glek." Karla langsung menelan air liur nya seketika saat melihat bentuk tubuh suami nya. Ia sungguh tidak bisa melihat Kenzi bertelanjang dada seperti itu.


"Hey kamu kenapa, sayang jika ingin liar nanti saja di rumah, kita buru-buru," ucap Kenzi.


"Ahhkk mana ada, sebentar aku mengambil baju mu dulu," kata Karla.


"Sayang," Kenzi memeluk Karla dari belakang, tangan nya mulai bergerak menyelinap masuk ke dalam area terlarang.


"Jangan, nanti saja d rumah, kita sedang buru-buru," ucap Karla yang membalikan ucapan Kenzi.


"Hehehe janji ya, aku rindu kamu yang liar," kata Kenzi.


Semuanya sudah selesai berkemas, mereka langsung pergi meninggalkan rumah sebelum waktu semakin siang. Perjalanan yang cukup lama membuat Kenzi dan Rian harus bergantian menyetir, apalagi Kenzi yang belum ada istirahat penuh setelah dari Jepang, hal tersebut membuat fisik Kenzi kurang fit.


Perjalanan Kenzi dan Axel hampir menempuh waktu yang sama, dari Jepang ke Indonesia Axel memerlukan waktu kurang lebih 8 jam lama nya, sedangkan Kenzi 6-8 jam jika tidak macet. Kemungkinan mereka berdua sampai di rumah hampir bersamaan.


Waktu terus berlalu Axel dan yang lainnya sudah mendarat dengan selamat, lagi dan lagi demi keamanan janin yang ada di dalam perut Wilda, dokter kembali memeriksa Wilda, mereka semua bersyukur mereka karena janin di dalam perut Wilda dalam kondisi baik-baik saja.


"Kita berpisah di sini," ucap Zayn.

__ADS_1


"Kau lupa, papah ku ingin bertemu dengan mu, kenapa kita berpisah di sini," kata Axel.


"Sekarang juga, Axel aku perlu istirahat, sudah besok saja," ucap Zayn.


"Tidak ada kata istirahat, kau harus ikut aku ke rumah. Kau juga bisa istirahat di rumah," kata Axel.


"Ya ya ya, aku akan pulang ke rumah mu, tapi aku jangan langsung interview, aku harus istirahat dulu," ucap Zayn.


"Iya bodoh," kata Axel.


Berbeda dengan Axel yang baru sampai, Kenzi dan yang lainnya sudah sampai di rumah. Kenzi bernafas lega karena akhirnya ia bisa membawa Karla kembali ke rumah, ia sudah bersumpah tidak akan melakukan hal bodoh lagi dalam hidup nya.


"Kau mampir saja," ucap Kenzi.


"Tidak Kenzi, kami pulang saja, lagi pula aku baru besok akan bertemu dengan tuan Verrel," tolak Rian.


"Ya sudah berhati-hati lah," ucap Kenzi.


"Vivi Rian, Terima kasih ya atas waktu nya, besok jika kakak mu ke sini kau harus ikut ya Vivi," kata Karla.


"Iya kak, Terima kasih juga atas waktu dan kebaikan nya," ucap Vivi.


"Kami pamit." Rian membawa mobil nya pergi meninggalkan Kenzi dan Karla.


Kenzi tersenyum puas saat melihat wajah Karla, ia menggendong Karla dan langsung membawa nya masuk ke dalam rumah, tas dan koper mereka di serahkan oleh pelayan.


"Ahkkk sayang jangan begitu aku malu," ucap Karla.


"Malu untuk apa sayang, aku ingin pamer pada semua orang, akhirnya aku bisa membawa bidadari ku kembali ke rumah," kata Kenzi.


"Bidadari dari mana, aku tidak cocok menjadi bidadari mu," ucap Karla.


"Cocok sayang, aku sangat mencintai bidadari ku."


"Ciee sudah berhasil membawa istri nya pulang," ucap Kenzo.


"Hahaha ya jelas, aku kan tampan, kaya lagi, mana mungkin Karla mau berlama-lama berpisah dari ku," kata Kenzi.


"Hey kau lupa jika kau yang menangis meminta Karla kembali pada mu," ucap Kenzo.


"Hahaha iya iya kau benar, aku sangat tidak bisa berpisah dengan bidadari ku," kata Kenzi.


"Sudah aku malas berbicara dengan mu, aku masih marah pada mu, kau mau meninggalkan ku saat aku terkena masalah," ucap Kenzo.

__ADS_1


__ADS_2