
"Sayang," ucap Agnes.
"My baby, kamu semakin cantik saja," kata Alex.
"Hahahaha kamu jangan menggoda ku sayang, ingat umur," ucap Agnes.
"Tidak sayang, kita tidak pernah tua. Author membuat kita selalu muda, ayo kita buat adik untuk Alvaro," kata Alex.
Verrel masuk ke dalam kamar nya untuk beristirahat, tubuh nya benar-benar lemas karena banyak hal yang ia lakukan hari ini, ketakutan nya tentang kelahiran anak nya nanti sedikit hilang dari pikiran nya.
"Sayang," ucap Verrel.
"Hmmm," Akifa mengusap rambut Verrel sambil memejamkan mata nya.
Verrel membuka baju dan langsung memeluk Akifa, padahal ia belum membersihkan tubuh nya hingga terbang aroma ketiak kemana-mana.
"Sayang, ketiak kamu bauk, kamu belum mandi," ucap Akifa.
"Aku tidak ingin mandi, wangi kok," kata Verrel.
"Mandi dulu sana, bersihkan sudah banyak rambut nya," ucap Akifa.
"Hadeh." Verrel turun dari atas ranjang dan langsung masuk ke dalam kamar mandi.
Beberapa hari telah berlalu baby Rakha sudah pulang ke rumah, ia sedang berada gendongan paman nya yang seperti nya akan menjadi keponakan kesayangan Verrel.
"Kau hampir sama dengan ku tampan, bagaimana bisa kau setampan ini," ucap Verrel.
"Verrel aku ingin bersama anak ku," kata Dylan.
__ADS_1
"Nantilah, aku ingin bersama nya, kau dengan istri mu saja dulu," ucap Verrel sambil membawa Rakha masuk ke dalam kamar nya.
"Sayang anak ku," ucap Dylan.
"Biarkan saja dulu, nanti dia kalau sudah bosan akan memberikan nya pada mu," kata Lia.
"Aku minum susu saja ya," ucap Dylan.
"Bisa ambil di dapur sayang."
"Tidak mau, aku mau milik Rakha seperti nya enak," ucap Dylan.
"Hmmm tidak boleh, sayang jangan cemarkan milik anak mu dengan bibir mu itu," kata Lia.
"Nasib ku sial sekali, aku harus apa sekarang," ucap Dylan.
Verrel membawa Rakha bermain bersama Akifa, Verrel sangat ingin anak nya sama seperti Rakha tampan dan sangat menggemaskan.
"Hmmm sayang, apa anak kita akan kamu sayangi seperti ini sayang," tanya Akifa.
"Pasti lah, anak ku juga akan sama seperti Rakha," jawab Verrel.
"Bagus lah sayang, jangan membandingkan mereka ya nanti ketika sudah melahirkan," ucap Akifa.
"Verrel anak ku." Dylan masuk ke dalam kamar Verrel dan Akifa.
"Kau sangat tidak sabar aku hanya meminjamnya sebentar," ucap Verrel sambil menyerahkan Rakha pada Dylan.
"Aku sangat sayang pada nya, tumbuh lah dengan baik, jangan seperti ayah mu," ucap Verrel.
__ADS_1
"Dia akan sama dengan kum, karena dia berasal dari burung ku," kata Dylan dan berjalan keluar dari kamar Verrel.
"Bagaimana dengan kabar mu," tanya Rizky.
"Aku baik-baik saja, kau tau aku sudah berada di rumah keluarga kita," jawab Candra.
"Kau sudah kembali pulang Candra, mereka sudah menerima mu."
"Iya akhirnya mereka menerima ku kembali, datang lah pulang aku merindukan mu, nanti aku akan ikut dengan mu untuk bertemu dengan Verrel dan Dylan," ucap Candra.
"Aku pulang sekarang," kata Rizky.
Sebelum pergi pulang Rizky izin dahulu pada istri nya, ia ingin mengajak Alana tetapi Alana tidak mau dengan alasan ia sedang lelah. Rizky tidak memaksa Alana karena Alana juga sudah sering pulang ke rumah nya.
"Hati-hati sayang," ucap Alana.
"Iya, aku pergi," kata Rizky dan langsung pulang ke rumah nya.
Sesampainya di rumah nya, Rizky langsung mencari keberadaan Candra ia Benar-benar merindukan saudara kembarnya itu.
"Candra," ucap Rizky.
"Rizky, kau semakin jelek saja," kata Candra.
"Kau gila, kenapa tidak bilang kalau kau kembali ke sini," ucap Rizky.
"Hahaha aku hanya ingin memberikan kejutan untuk mu, bagaimana dengan Verrel dan Dylan," tanya Candra.
"Mereka sama seperti dulu sangat baik, Verrel sempat ada masalah dengan Akifa karena kegilaan nya, sedangkan Dylan sudah menjadi ayah," jawab Rizky.
__ADS_1
"Jika aku bertemu dengan mereka, aku tidak bisa membayangkan betapa gesrek nya mereka," ucap Candra.