
Pukul 5 pagi Verrel baru bisa tidur dengan nyenyak, berbeda dengan Akifa yang malah sudah bangun, ia sadar jika Verrel baru tidur di samping nya, Akifa melihat wajah Verrel yang terlihat sangat lelah. Pelukan nya juga sangat erat sampai Akifa tidak bisa bergerak.
"Dia benar-benar suami yang sangat bertanggung jawab." Ucap Akifa dan mencium bibir Verrel.
"Kenapa aku ingin mencium nya lagi, dia sedang tidur nanti saja kalau sudah bangun.'' Batin Akifa.
Akifa memilih diam memandangi wajah tampan Verrel, ia tidak tega membangunkan Verrel untuk melepaskan pelukan erat ini. "Akifa kamu sangat beruntung mendapatkan pria setampan ini, dia sangat bertanggung jawab." Batin Akifa.
Akifa kembali terlelap karena terlalu nyaman berada di dalam pelukan Verrel. Semua anggota keluarga yang bangun terkejut saat banyak sate yang sudah tersedia di meja makan, para pelayan sudah memindahkan sate dari bungkus nya sekaligus memeriksa sate tersebut masih layak di makan atau tidak.
Alvaro selalu memperingatkan mereka untuk tidak membuang makanan jika makanan tersebut masih kayak di makan, itu sebabnya para pelayan berani menghidangkan sate kambing yang Verrel bawa tadi malam di meja makan.
"Wah siapa yang membawa sate sebanyak ini." Dengan cepat Dylan langsung melahap nya.
"Enak sekali, aku mau lagi." Ucap Alana.
"Alana jangan berlebihan, cukup beberapa tusuk saja, setelah itu makan makanan yang sudah di jadwal kan." Ujar Adit.
"Hahaha kamu yang sabar sayang, coba tadi malam kamu makan bersama ku dan Verrel, kamu akan puas tanpa ada yang melarang." Ucap Rizky.
"Jadi yang membawa semua sate ini Verrel." Tanya Dylan.
"Iya Verrel dengan aku, tadi malam Akifa ngidam sate kambing, Verrel malam-malam mengajak ku untuk membeli nya di luar."
"Rizky tadi malam kau bersama Verrel kan, dimana dia sekarang." Tanya Alvaro.
__ADS_1
"Aku tidak tau paman, setelah paman masuk kamar tak lama aku juga ikut masuk." Jawab Rizky.
"Mungkin dia masih tidur sayang." Ujar Angel.
Verrel dan Akifa terbangun pukul 10 pagi mereka berdua kompak terbangun bersamaan.
"Selamat pagi sayang." Ucap Verrel.
"Pagi." Saut Akifa sambil memberikan morning kiss.
"Senang nya memiliki istri yang cantik, setiap pagi melihat bidadari surga." Ucap Verrel.
"Sejak kapan mulut mu semanis ini sayang." Tanya Akifa.
"Sejak aku mengenal diri mu istri ku." Jawab Verrel sambil mendekati bibir Akifa untuk ia cium.
Akifa membuang semua isi perut nya di dalam kamar mandi, Verrel yang mendengar Akifa muntah-muntah panik seketika.
"Sayang, buka aku ingin masuk." Ucap Verrel sambil mengetuk pintu kamar mandi.
"Sayang, hey sayang."
Tak lama Akifa keluar dari kamar mandi dan langsung jatuh ke lantai untung saja Verrel cepat menangkap Akifa.
"Sayang." Dengan cepat Verrel membawa Akifa menuju kasur.
__ADS_1
Verrel sudah tau yang ia alami Akifa itu hal yang biasa, ia sudah finis membaca buku tentang ibu hamil itu sebabnya ia tau apa saja yang di alami ibu hamil.
"Kamu mau makan apa." Tanya Verrel.
"Aku tidak ingin makan apapun, perut ku tidak enak." Jawab Akifa.
"Kamu harus makan sayang, mau makan bubur." Tanya Verrel.
"Tidak mau." Akifa menutup mulut nya.
"Aku ingin makan bubur ayam." Verrel mengambil HP nya dan memesan bubur itu melalui aplikasi.
Verrel tidak berhenti membujuk Akifa untuk makan tapi Akifa masih tidak mau makan, sampai tiba bubur pesanan Verrel datang.
Verrel mengambil pesanan nya dan langsung membawa nya ke dalam kamar, ia sengaja makan di depan Akifa untuk memancing agar mau makan bersama nya.
"Enak sekali." Ucap Verrel.
Akifa yang melihat suami nya makan tiba-tiba ia menginginkan apa yang Verrel makan. Ia mendekati Verrel untuk meminta makanan itu.
"Mau." Akifa mengambil sendok yang sudah separuh masuk ke dalam mulut Verrel.
"Tadi kata kamu tidak mau makan." Verrel sangat senang akhirnya Akifa mau makan juga.
Verrel mengambil sendok dari tangan Akifa dan kembali menyuapi Akifa.
__ADS_1
"Tidak enak." Akifa menutup mulut nya.
"Tadi kamu mau makan, sekarang tidak mau." Tanya Verrel.