
Setelah acara makan-makan selesai, mereka semua berkumpul di ruang keluarga. Sedari tadi perasaan Alex memang sudah tidak enak, ada sesuatu yang mengganjal di hati nya. Agnes yang menyadari ada sesuatu yang berada pada Alex mencoba untuk bertanya.
"Ada apa, apa ada yang mengganjal di hati mu." tanya Agnes.
"Perasaan ku sangat tidak enak, tiba-tiba aku terasa sangat takut." jawab Alex.
Suara HP Kevin berbunyi dan ia berjalan menjauh dari ruang keluarga untuk menerima sambung telfon itu.
"Apa." ucap Kevin yang sangat terkejut sampai ia menjatuhkan HP nya.
Kevin kembali ke ruang keluarga untuk menyampaikan berita yang kurang baik pada Alex dan Jihan. Tetapi ia bingung harus memulai nya dari mana.
"Ada apa vin, kenapa wajah mu panik begitu." tanya Alex.
"Papah Abraham lex..
"Kenapa dengan papah kak." tanya Jihan.
"Pesawat yang di tumpangi nya jatuh ke laut." jawab Kevin dengan suara yang berat.
__ADS_1
Hati Alex dan Jihan hancur seketika, mereka berdua menangis tanpa suara, hanya air mata yang mengalir deras di wajah mereka berdua. Citra langsung memeluk Alex dengan sangat erat, ia juga berusaha untuk tegar dan tidak menangis agar tidak menambah kesedihan di ruangan itu.
Tubuh Alex terasa gemetar, memori otak nya bergerak ke masa lalu, ia mengingat mamah nya di bunuh oleh kembaran nya sendiri tepat di depan nya langsung. Saat itu perasaan nya sangat hancur dan kali ini ia merasakan rasa yang sama yang ia rasakan dulu.
Setiap otak nya bergerak mengingat masa lalu kepala Alex terasa sangat pusing dan ia pingsan di dalam pelukan Agnes.
Jihan menangis sejadi-jadinya di dalam pelukan Kevin, baru sebenar ia merasakan kebahagiaan dan sekarang ia merasakan rasa sakit yang amat luar biasa.
Orang tua Agnes juga merasakan sedih ketika melihat Alex dan Jihan menangis. Orang yang menurut mereka tidak memiliki perasaan ternyata dapat hancur dan menangis seperti itu. Alex tetap lah manusia biasa ia dapat menangis ketika hancur dan juga sebaliknya.
Agnes memeluk Alex yang tengah pingsan, tubuh nya masih terasa gemetar dan mulai terasa dingin.
"Sayang jangan membuat ku takut." ucap Agnes.
Beberapa hari berlalu, semenjak kejadian itu Alex tempak lebih diam dan menyendiri ntah apa yang ada di dalam otak nya mereka semua tidak ada yang mengetahui nya. Alex juga sering teriak dan menangis ketika berada di tempat yang gelap.
Menurut dokter yang telah lama menangani masalah Alex, seperti Alex terjebak di dalam masa lalu nya lagi yang sangat kelam. Ini bisa terjadi karena Alex mengalami tekanan dan perasaan sedih yang amat sangat mendalam. Di saat seperti ini lah Agnes selalu ada berada di sisi Alex kalau tidak Alex bisa saja melakukan hal yang sangat merugikan nya.
"Nes, sebaiknya kamu bawa Alex liburan atau ketempat yang bisa membuat nya tenang dan melupakan masa lalu nya." ucap mamah Agnes.
__ADS_1
"Iya mah, nanti Agnes akan bertanya pada Kevin, seperti nya dia tau di mana tempat yang seharusnya Alex datangi." kata Agnes.
"Sayang, sayang." teriak Alex dengan wajah yang ketakutan.
Agnes yang mendengar teriakan dari Alex langsung berlari menghampiri Alex. Ia memeluk Alex sampai Alex tenang kembali di dalam pelukan nya.
"Kamu kenapa, ada apa." tanya Agnes.
"Ti.. tidak ada." jawab Alex sambil menggeleng kan kepala nya.
"Jangan seperti ini, aku takut." ucap Agnes sambil menangis.
"Alex memeluk Agnes dengan erat. Bahkan diri nya sendiri tidak tau apa yang menyebabkan nya seperti ini. Yang ia rasakan adalah takut takut dan takut.
"Jangan menangis." ucap Alex.
"Kita liburan ya." kata Agnes.
Alex tidak menjawab ucapan dari Agnes ia hanya menganggukkan kepala nya. Senyuman di wajah Alex selama beberapa hari ini sama sekali tidak terlihat lagi. Itu membuat Agnes benar-benar takut.
__ADS_1
Setelah bernegosiasi dengan Kevin dan Jihan mereka memutuskan untuk membawa Alex liburan ke pedesaan yang aman dan tentram, mereka pikir dengan membawa Alex ke tempat itu dapat menyegarkan kembali otak Alex.
Hari ini juga mereka membawa Alex pergi, Kevin telah menyiapkan mobil kemah. Mobil yang cukup besar dan cocok untuk perjalanan jauh.