Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 121 S2


__ADS_3

"Sudah sana pergi, nanti papah bicarakan pada mamah mu." usir Kevin.


"Hayo papah sudah tidak sabar kan." ucap Vano.


"Vano, pergi sekarang atau kau lamar sendiri pacar mu." Kevin yang kesal dengan tingkah anak nya.


"Iya iya, selamat berolahraga." Vano pergi meninggalkan Kevin dengan tertawa.


Kevin kembali masuk kedalam kamar nya, ia ingin melanjutkan apa yang terhenti tadi. Tetapi sial nya Jihan sudah tertidur dengan pulas.


"Vano!!!!!" teriak Kevin dalam batin nya.


Vano keluar dari rumah bersama Alvaro untuk mencari cincin lamaran nanti malam. Ia sengaja membawa Alvaro karena jika uang nya habis ada ATM berjalan di samping nya😂.


"Van kau tidak takut Anggi hamil." tanya Alvaro.


"Hahaha jika hamil ya tidak papa, kan aku ingin menikah dengan nya." jawab Vano.


"Otak mu terlalu sempit van, kenapa kau mau menikah dengan Anggi." tanya Alvaro.


"Karena aku mencintai nya, dia cantik, baik dan dia sangat jago di ranjang." jawab Vano.


"Hahaha kau sangat semangat sekali jika berbicara soal ranjang." Alvaro tertawa dengan kelakuan sepupu nya ini.


Setelah membeli cincin mereka berdua langsung kembali pulang, Vano juga sudah di telfon papah nya karena sebentar lagi mereka akan berangkat ke rumah Anggi.


Sesampainya di rumah dengan menebarkan senyuman nya, Vano berjalan menghampiri mamah dan papah nya. Vano memeluk Jihan dari samping sudah tentu karena ada alasan tertentu.


"Mah, kapan aku di beri black cart, uang ku sudah habis untuk membeli cincin, kata mamah jika aku sudah ingin menikah akan memberikan ku black cart." ucap Vano.


"Kau ya. Kau yakin sudah mau menikah. Kau yakin sudah bisa menjadi kepala keluarga yang baik." tanya Jihan.


"Yakin mah, seratus persen Vano yakin." jawab Vano dengan tegas.


Kevin mengambil dompet nya dan mengeluarkan black cart yang selama ini ia janji kan pada Vano. Selama ini Vano memang jarang mengecewakan nya, apalagi sebenar lagi Vano menyelesaikan S2 nya dengan sangat cepat. Itu membuat Kevin yakin untuk memberikan black cart itu.


"Black cart." kata Alvaro dengan mata yang terbelalak.

__ADS_1


"Ini milik mu, walaupun kau sudah mendapatkan ini, pengeluaran masih papah pantau." Kevin memberikan kartu impian Vano selama ini.


"Iya pah, terimakasih." ucap Vano.


"Ayah bunda, lihatlah Vano sudah mendapatkan black cart, aku kapan." tanya Alvaro.


"S1 mu belum lulus, dan kau mau black cart. Ayah akan memberikan mu black cart jika kau berhasil menyelesaikan S1 mu dengan cepat." jawab Alex.


Alvaro mendekati Alex dan Agnes, ia duduk di tengah-tengah mereka berdua dan memeluk mereka berdua dengan erat.


"Ayah bunda." ucap Alvaro.


"Ada apa kau tiba-tiba memeluk ku, biasa nya kau selalu membantah ku, membuat ku marah. Dan tidak pernah mendengar kan ku." kata Alex.


"Ayah kenapa kau menjadi seperti ini, bukan nya kita mirip. Lihat wajah kita mirip, mata kita mirip, tubuh kita mirip dan yang terpenting sifat kita mirip." ucap Alvaro.


Alex menarik nafas nya dengan panjang, yang di katakan Alvaro memang benar apa adanya. Alvaro memang sebelas dua belas dengan nya.


"Kau benar al, kau dan papah mu memang benar-benar mirip." ujar Kevin.


"Aku tidak bangga, di mirip kan dengan mu." Alex menjitak kepala Alvaro.


Agnes memeluk Alvaro dengan erat, karena memang sudah jarang memeluk anak nya ini.


"Tubuh mu lebih koko dari ayah mu, lebih enak bunda peluk, sudah berapa lama kau tidak pernah bunda peluk lagi."


"Hehehe maaf bun." Alvaro memeluk Agnes dengan sangat erat.


"Kau tidak ingin memeluk ayah mu lagi." tanya Alex.


Alvaro melepaskan pelukan nya pada Agnes, dan memeluk Alex tetapi sebentar saja.


"Tidak enak memeluk sesama pisang." kata Alvaro dan kembali memeluk Agnes.


"Pisang ini yang menciptakan mu." Alvaro kembali menjitak kepala Alvaro.


"Ayah, kenapa selalu menjitak kepala ku." ucap Vano kesal.

__ADS_1


"Ini nah." Alex memberikan black cart pada Alvaro.


"Ini serius yah, black cart ini untuk ku." tanya Alvaro dengan mata yang berbinar.


"Iya untuk mu." jawab Alex.


"Terimakasih yah." ucap Alvaro kembali memeluk Alex.


Tak lama Fiona, Angel dan Adit bergabung bersama mereka semua.


"Fiona lihat kakak mendapatkan black cart dari ayah." ucap Alvaro dengan sombong.


"Hahaha kau telat kak, aku sudah mendapatkan nya dari saat aku menikah dengan kak Adit." kata Fiona.


"Kau sudah mendapatkan nya dari saat itu." tanya Alvaro.


"Iya bunda yang memberikan nya pada ku." jawab Fiona.


Alvaro melirik ke arah bunda dan ayah nya yang memasang wajah tak bersalah.


Tiba-tiba HP Vano berdering masuk pesan dari Anggi.


"Temui aku di taman tempat pertama kali kita bertemu."


"Mah pah, aku pergi sebentar." ucap Vano dan langsung pergi dari rumah itu.


Ntah kenapa perasaan Vano terasa tidak enak, ia membawa mobilnya ke taman dengan kecepatan tinggi.


Sesampainya di taman Vano langsung berlari menemui Anggi yang sedang duduk di kursi.


"Ada apa sayang." tanya Vano.


Dengan wajah yang penuh air mata Anggi melemparkan beberapa foto ke Alvaro.


"Dasar brengsek." teriak Anggi.


Mata Vano terbelalak saat melihat isi foto itu, foto yang berisi Vano tengah tidur dengan mantan pacar nya.

__ADS_1


__ADS_2