
"Ahkkk sakit," ucap Laura saat mendapatkan tamparan dari Brian.
"Kau bisa melipat pakaian tidak nya, begini saja salah, bagaimana bisa kau aku bawa pulang ke rumah," ucap Brian.
"Hiks hiks hiks, aku tidak biasa Brian, kenapa tangan mu ringan sekali. Ini sangat menyakitkan Brian." Laura hanya bisa menangis sambil menutup mata nya.
Brian memang cinta mati pada Laura, seburuk apapun perlakuan Laura pada nya dan keluarga nya Cinta Brian tidak pernah pudar. Tapi terkadang rasa benci dan sakit hati membuat nya sering kehilangan kendali, setelah melakukan hal kasar pada Laura hati Brian terasa sangat sakit.
"Sudah jangan menangis," ucap Brian sambil memeluk Laura.
Laura berhenti menangis di dalam pelukan hangat itu, ia tidak masalah Brian suka membentak nya tetapi ia sangat tidak suka dengan Brian yang main tangan. Walaupun memiliki kesalahan wanita tidak berhak mendapatkan perlakuan kasar.
Brian menaikan kepala Laura, dengan perlahan Brian mulai mencium bibir Laura dengan lembut. Awal nya Brian sama sekali tidak merespon ciuman dari Brian, tapi godaan tidak bisa Laura tahan, tangan mulai mengalung di leher Brian dan membalas ciuman itu.
Ciuman terasa sangat panas, tangan Brian tidak diam begitu saja, ia mulai mencari benda kenyal milik istri nya. Yang mereka lakukan saat ini bukan lah kesalahan, mereka berdua sepasang suami-istri.
"Sayang bisa kita melakukan nya," tanya Brian.
"Aku, aku belum siap," jawab Laura.
Brian merebahkan tubuh istri nya ke atas ranjang, tak lupa ia merangkak naik ke atas tubuh Laura, mata nya dan mata Laura saling bertatap. Brian ingin memberikan keyakinan pada Laura.
"Aku suami mu, kau tidak seharusnya menolak ku Aku tau kau wanita yang cukup nakal, aku tidak masalah jika aku bukan yang pertama untuk mu," ucap Brian dan kembali mencium bibir Laura. Ia tidak memberikan kesempatan pada Laura untuk berbicara.
Laura sudah pasrah, ia tidak mungkin menolak suami nya lagi. Ia membiarkan Brian membuka seluruh pakaian nya. Walaupun bukan ini yang Laura harapkan, karena ia ingin Axel yang melakukan nya bukan Brian.
"Apa-apaan ini, aku yang pertama Laura. Kau menjaga nya untuk suami mu, maaf Laura aku akan melakukan nya dengan perlahan," kata Brian.
Brian benar-benar tidak menyangka jika Laura masih seorang gadis, ia pikir Laura gadis yang nakal dan bisa saja melakukan dengan siapa pun. Ia pun sudah menerima hal itu. Tetapi kenyataan nya tidak, ia mendapatkan sesuatu yang seorang pria inginkan.
Ntah sudah berapa lama mereka melakukan hal itu, Brian yang awal nya melakukan dengan perlahan, semakin menggila tiada tara. Ia tidak memperdulikan istri nya yang merintih menahan sakit dan kenikmatan secara bersamaan.
"Aku akan membuat mu hamil, jauhi Axel dan kau akan selamat dari kemarahan ku," ucap Brian yang tumbang di atas tubuh istri nya.
"Brian, kenapa kamu melakukan ini pada ku," tanya Laura.
"Kau tidak suka, aku suami mu," jawab Brian.
__ADS_1
"Aku hanya takut kau pergi meninggalkan ku. Kau banyak wanita simpanan di luar sana."
"Iya aku memang suka bermain dengan wanita lain tapi untuk saat ini aku sudah mempunyai istri jadi untuk apa aku bermain dengan wanita lain. Ada ku di sini."
"Kau tidak akan pergi meninggalkan ku," tanya Laura.
"Iya aku tidak mungkin meninggalkan mu. Ya aku memang sangat benci pada mu. Kau sangat jahat pada keluarga ku, kau juga ingin merusak rumah tangga orang lain. Tapi semua itu tidak akan melunturkan rasa ku pada mu, dari dulu sampai sekarang aku sangat mencintaimu."
"Kau yakin masih mencintai wanita seperti ku," tanya Laura.
"Kenapa tidak yakin, kau meragukan perasaan ku."
Laura hanya diam dan memilih memeluk Brian. Ia berharap semoga saja apa yang di katakan Brian benar apa ada nya.
Berbeda dengan Brian yang sudah langsung mendapatkan nya, Axel masih belum mendapatkan hak nya. Sial nya malam ini tubuh nya yang malah terasa tidak enak. Ia ingin sekali melakukan nya tetapi ia takut mengecewakan istri nya karena saat ini ia sedang tidak dalam kondisi yang fit.
"Kamu sakit sayang," tanya Wilda.
Axel tidak menjawab pertanyaan Wilda, sifat nya yang lebih manja dari biasa nya sudah menandakan jika diri nya sedang sakit.
"Hey hey hey, kenapa kamu suka sekali menyembunyikan wajah mu di situ," tanya Wilda.
"Axel aku ingin mempunyai anak kembar," kata Wilda.
"Hahaha kau jangan aneh-aneh. Kita tidak ada keturunan anak kembar. Tapi tidak ada yang tidak mungkin, kita harus tetap berusaha jika ingin anak kembar," ucap Wilda
"Sudah lah, jika membahas anak pasti otak mu kemana-mana, aku ingin bertemu dengan Sonia. Dia sedang hamil kembar 5."
"Tidak mau, jangan tinggalkan aku. Aku masih sakit." Axel memeluk Wilda dengan erat.
"Kau sangat manja Axel, kau benar-benar sakit kan," kata Wilda.
"Aku memang sakit sayang, kamu tidak percaya pada ku."
"Iya iya aku percaya dengan mu," ucap Wilda.
"Nah begitu, kau harus percaya dengan ku."
__ADS_1
"Jadi aku tidak boleh kemana-mana," tanya Wilda.
"Tidak boleh kau harus ada bersama ku," jawab Axel.
"Iya bocah manja," ucap Wilda sambil mencium wajah Axel.
"Hahaha kau sudah berani mencium ku," kata Axel.
"Kenapa tidak boleh," tanya Wilda.
"Bukan tidak boleh, tapi aneh saja," jawab Axel.
"Itu menurut mu tidak menurut ku, biasa saja tidak ada yang aneh," kata Wilda.
"Iya iya, wanita selalu benar," ucap Axel.
"Kalau di kamar begini, aku akan suntuk," kata Wilda.
"Aku keluar sebentar ya, aku akan mengambil sesuatu untuk kita," ucap Wilda.
"Aku ingin minum susu dan makan buah-buahan," kata Axel.
"Oke aku ambil dulu," ucap Wilda.
Wilda berjalan keluar dari kamar, ia melihat Sonia juga sedang keluar dari kamar nya.
"Sonia," panggil Wilda.
"Iya ada." Sonia berjalan mendekati Wilda.
"Kau sedang hamil anak kembar 5 kan, bagaimana bisa kau hamil sebanyak itu," tanya Wilda.
"Hahaha aku juga tidak tau. Aku sangat terkejut saat tau aku hamil kembar 5."
"Hmmm kau beruntung, aku saja ingin punya anak kembar," kata Wilda.
"Terus lah berusaha, Tapi jika kau tidak kuat jangan, hamil seperti biasa nya," ucap Sonia sambil tersenyum pada Wilda.
__ADS_1
Wilda sangat bingung apa yang di katakan Sonia, kalau tidak kuat jangan di lakukan, ia selalu mengingat kata-kata itu di dalam otak nya.
"Susah lah, aku memang tidak di takdir kan memiliki anak kembar."