
"Kamu jahat, aku membenci mu." Ucap Akifa sambil menangis.
"Sayang ada apa, hey kenapa." Verrel mendekati Akifa dan langsung memeluk nya dengan erat.
Akifa berusaha memberontak dari pelukan itu, ia sangat kecewa pada Verrel yang mengkhianati pernikahan mereka. Verrel terus mendekap Akifa di dalam pelukan nya, membiarkan Akifa Memukul-mukul dada bidang nya sampai Akifa diam dan menangis di dalam dekapan itu.
"Ada apa sayang, apa salah ku." Tanya Verrel.
"Kamu jahat kamu menginginkan anak ini, tapi kenapa kamu tidur dengan wanita lain." Jawab Akifa yang masih menangis.
"Sayang apa maksud mu, aku tidak pernah tidur dengan wanita mana pun, dari mana kamu mendapat dukungan informasi ini." Tanya Verrel.
Verrel melihat secuil kertas yang berada di lantai, Verrel melepaskan pelukan itu dan membaca tulisan yang berada di kertas tersebut.
"Terimakasih untuk malam yang indah sayang, kamu benar-benar dapat memuaskan ku, sesuai janji kamu kita akan bertemu kembali lusa untuk saling memuaskan. Aku mencintaimu Verrel."
"Kurang ngajar, wanita itu menjebak ku." Ucap Verrel sambil meremas kertas itu.
"Jadi benar kamu selingkuh dari ku." Tanya Akifa.
"Sayang tidak aku tidak mungkin selingkuh dari mu, ada yang menjebak ku percayalah." Jawab Verrel.
"Percaya pada mu, dan lihat baju mu ada noda lipstik seseorang."
Verrel kembali mendekati Akifa, ia menatap mata Akifa agar mata mereka berdua saling bertemu. "Sayang tatap mata aku, apa ada kebohongan di mata ku, sedikit pun aku tidak pernah berpikir untuk selingkuh dari mu, aku sangat mencintaimu sayang, percaya pada ku."
"Kamu benar-benar tidak selingkuh." Tanya Akifa yang tidak menemukan kebohongan dari mata Verrel.
__ADS_1
"Tidak sayang, aku tidak selingkuh dari mu, meskipun kamu sudah lama tidak memberikan ku jatah aku sama sekali tidak berpikir untuk selingkuh." Jawab Verrel.
"Aku percaya dengan mu." Akifa langsung memeluk Verrel.
"Kamu percaya pada ku sayang, jika kamu masih ragu kamu bisa tanya pada teman-teman ku, dan Rizky dia selalu ada bersama ku." Ucap Verrel.
"Aku percaya pada mu sayang, maafkan aku telah menuduh mu."
Verrel mendekati bibir Akifa dan mencium nya dengan sangat lembut, walaupun hanya berciuman mereka berdua sudah tidak melakukan nya. Karena Akifa selalu ingin muntah saat berciuman dengan Verrel.
Tetapi kali ini sangat berbeda Akifa sangat senang mendapatkan sentuhan dari Verrel.
"Terimakasih telah percaya pada ku." Verrel melepas kan ciuman itu.
Akifa kecewa karena Verrel melepaskan nya, padahal saat ini ia menginginkan lebih dari itu.
"Tidak ada." Akifa memeluk Verrel.
Verrel membawa Akifa naik ke atas kasur dan memeluk nya dengan erat, Verrel yang tidak mengenakan baju membuat Akifa merasakan hangat nya pelukan itu.
Sementara itu teman-teman Verrel sudah pulang, Rizky yang tadi menemani mereka kembali masuk ke dalam kamar nya untuk istirahat.
"Sayang apa benar yang kamu katakan tadi, kamu di cium kak Verrel." Tanya Alana.
"Hadeh, kenapa kamu ingatkan lagi padahal aku sudah melupakan nya, ia kemarin Verrel mencium ku."
"Apa bibir suami ku sudah ternodai." Ucap Alana.
__ADS_1
"Bukan bibir sayang tetapi pipi, hanya kecupan singkat sekarang tugas kamu membersihkan ciuman itu." Rizky menunjuk pipi nya agar Alana mencium nya.
"Sayang aku ingin milik mu." Bisik Alana.
"Apa itu benar." Tanya Rizky.
"Tentu tidak hahaha, maaf sayang aku sedang tidak ingin." Jawab Alana.
"Sudah aku duga, ayo temani aku tidur sayang." Ucap Rizky.
"Sayang jika kamu terus bergerak di sana aku akan memakan mu sekarang juga." Ucap Verrel.
Akifa tidak memperdulikan Verrel, ia asik mengusap dan mencium dada bidang sampai ke perut sixpack Verrel. Ntah kenapa kali ini Akifa sangat ingin menyentuh tubuh suami nya.
"Sayang hentikan." Ucap Verrel.
"Hmmmm." Verrel menutup mulut nya saat tangan Akifa tak sengaja menyentuh milik nya yang sudah mengeras sedari tadi.
"Sayang adik mu bangun." Ucap Akifa.
"Kamu bantu tidurkan." Kata Verrel.
"Kamu lupa kita tidak boleh melakukan nya."
"Dengan yang lainnya sayang." Ucap Verrel.
Kali ini Akifa menuruti kemauan dari suami nya, ia menggunakan tangan nya untuk memberikan servis pada Verrel.
__ADS_1
Verrel tidak menyangka jika Akifa bisa melakukan hal itu, tetapi sayang nya di tengah kesenangan nya Verrel kecewa karena Akifa berhenti dan dengan terpaksa Verrel menuntaskan nya di kamar mandi.