Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 316 S3


__ADS_3

"Sayang ayo, anak sepupu kamu sudah melahirkan," ucap Akifa.


"Sayang aku khawatir dengan mu, lihat bagaimana Lia tadi," kata Verrel.


"Tidak papa sayang, jangan di pikirkan aku masih lama, ayo cepat." Akifa menarik Verrel agar bergerak cepat.


Di rumah sakit Dylan masih terharu atas kelahiran putra nya, ia masih meletakan putra nya di atas dada bidang nya untuk memberikan kehangatan sesuai dengan yang du anjurkan Dokter, sementara itu Lia masih di tangani dokter setelah proses melahirkan selesai.


Setelah semua nya selesai, mereka bertiga di pindah kan ke ruang inap, bayi mereka juga sudah du gendong oleh kakek nya yaitu Vano, orang pertama di antara Adit dan Alvaro yang menjadi seorang kakek.


"Dia mirip dengan ku bukan," tanya Vano pada Verrel.


"Sedikit, hanya bagian bibit nya, itu tanda nya dia akan cerewet seperti mu," jawab Alvaro.


"Siapa nama anak mu Dylan," tanya Rizky.


"Anak ku aku beri nama Rakha Khendra Efron." Jawab Dylan.


"Harus ada nama Efron," tanya Rizky.


"Itu nama wajib bodoh wajib ada di setiap nama keluarga kami," jawab Dylan.


"Pah apa nama anak ku juga akan ada nama Efron nya," tanya Rizky.


"Kau menikah dengan keluarga Efron ya pasti ada, cepat pikirkan nama untuk anak mu," jawab Adit.


"Bagaimana Lia, apa sakit aku sangat takut," tanya Alana dengan suara yang sangat pelan agar yang lain nya tidak dengar.

__ADS_1


"Sakit pasti ada Alana, tapi semua itu pasti terbayar lunas dengan lahirnya bayi tampan kita," jawab Lia.


Alana sedikit tenang mendengar jawaban dari Lia, karena ini kemungkinan besar bulan depan Alana yang akan melahirkan seorang bayi tampan juga.


"Aku hebat kan pah, bisa membuat bayi tampan seperti ini," ucap Dylan.


"Iya iya, kau hebat walaupun semua orang bisa melakukan nya," kata Vano.


"Dimana Verrel, kemana anak itu," tanya Alvaro yang baru sadar jika Verrel belum menampakan batang hidung nya.


"Dia tadi memang tidak takut, malahan aku melihat dia diam membeku saat melihat Lia kesakitan," kata Rizky.


"Anak itu pasti sedang berpikir yang tidak-tidak," batin Alvaro.


"Ayah," Verrel datang sambil memeluk Alvaro.


"Hmmm nanti saja jika sudah di rumah," jawab Verrel.


"Selamat Lia Dylan, bayi kalian sangat tampan," ucap Akifa sambil mendekati Lia yang sedang bersama bayi nya.


"Dylan bayi mu cukup tampan, pasti saat membuat nya kau membayangkan ku," ucap Verrel.


"Kau gila, mana mungkin aku membayangkan mu, memang aku pintar dalam membuat nya," kata Dylan.


"Iya ya ya, kau menang kali ini," ucap Verrel yang kali ini tidak ada semangat untuk berdebat.


Setelah melihat anak Dylan, mereka yang tidak terlalu berkepentingan memilih pulang begitu juga dengan Verrel yang memilih untuk langsung pulang bersama Alvaro.

__ADS_1


Alvaro dan Verrel naik mobil berdua karena mereka ingin pergi bersama, sedangkan Akifa dan Angel memilih pulang bersama yang lainnya.


"Kita mau kemana yah," tanya Verrel.


"Mencari wanita seksi, apa kau mau," ucap Alvaro.


"Ah mana mungkin, bisa tidak di kasi jatah aku kalau istri ku tau," kata Verrel.


"Jangan sampai tau lah, ayah saja pintar."


"Jadi selama ini ayah suka jajan di luar," tanya Verrel.


"Tidak lah, ayah hanya bercanda bunda mu sudah cukup untuk ayah," jawab Alvaro.


"Kita minum yah, ayo ke bar," ucap Verrel.


"Kau tidak bisa minum sedikit pun, kita akan ke kantor bantu aku bekerja," kata Alvaro yang membuat Verrel lemas seketika.


Malam hari nya Verrel dan Alvaro baru pulang ke rumah, wajah Verrel terlihat sangat lemas karena habis di peras oleh Alvaro dan kakek nya Alex. Tubuh nya juga cukup banyak lebam karena habis adu Ketangkasan dengan Alvaro di depan Alex.


"Kau sudah tua masih kuat juga." ucap Verrel.


"Hahaha aku memang kuat, makannya jadi kau," kata Alvaro.


"Ayah kenapa kakek suka menyendiri, biasanya seorang kakek suka berkumpul dengan para cucu nya," tanya Verrel.


"Banyak sejuta rahasia yang di simpan kakek mu, ayah saja tidak tau," jawab Alvaro.

__ADS_1


__ADS_2